
_POV Raphael_
Sekarang ini aku berjalan mendekati ruang Toilet, entah dorongan apa yang membuat ku rela mengunjungi Toilet umum ini, karena biasanya aku sendiri tidak pernah mau menginjakkan kaki ku ketempat seperti ini.
Tapi mungkin karena wanita itu yang membuat ku sampai rela mengunjungi Toilet umum ini, dan pada saat aku mengingat wanita itu lagi entah kenapa, untuk yang sekian kalinya jantung ku berdetak kencang, aku merasa ada perasaan senang saat memikirkan wanita itu, tapi aku sendiri binggung kenapa bisa memiliki perasaan seperti ini.
Saat aku sudah sampai didepan Toilet dan berjalan masuk kedalam sana, berharap bisa menemukan wanita itu, tiba-tiba aku mendengar ada suara pintu yang ditutup dengan keras, tapi aku langsung mengabaikannya, karena tujuan ku adalah menemukan wanita itu.
Aku menunggu didekat Toilet perempuan yang bersampingan dengan Toilet pria, dan untung saja Toilet ini sedang sepi, dan itu membuat ku sedikit nyaman.
2 menit berlalu, tapi aku masih belum mendapati wanita itu keluar dari Toilet, sebenarnya apa yang dilakukan wanita itu? Kenapa lama sekali? Dan karena sudah bosan menunggu, aku berniat meninggalkan Toilet tersebut, tapi tiba-tiba aku mendengar suara pintu Toilet yang dibuka dengan cara yang kasar.
Dan karena itulah aku membalikkan tubuhku kebelakang melihat siapa yang keluar dari Toilet itu, dan benar saja ternyata wanita yang membuat ku harus menunggu lama, akhirnya keluar juga.
Tapi dia sama sekali tidak menyadari keberadaan ku dan langsung berjalan kearah ku sambil menundukan kepalanya dan menghentakkan kakinya, beberapa saat aku mengira bahwa sepertinya wanita itu dalam suasana yang tidak baik.
Lalu saat wanita itu sudah hampir sampai kearah ku, tapi wanita itu langsung melewati ku begitu saja, tapi secara tidak sengaja dia menabrak tubuh ku dan kulihat tubuhnya terhuyung kebelakang dan ingin terjatuh, dengan sigap dan ada sedikit perasaan cemas aku langsung menangkap tubuh wanita itu yang menurut ku sangat sempurna, apalagi tubuhnya terasa lembut.
Dan itu membuat ku berdebar, karena tidak fokus aku langsung menarik tubuh lembut wanita itu kepelukan ku, dan terlintas aku berharap wanita itu mengetahui seberapa gugupnya aku sekarang ini, dengan harapan dia dapat merasakan detak jantung ku yang cepat.
Tapi secara tidak terduga dan sedikit membuat ku kecewa, dia langsung mendorong tubuh ku kuat, aku tidak marah sama sekali, aku hanya merasa kecewa karena melihat wanita itu sepertinya tidak menyadari perasaan ku saat ini.
Tapi ternyata wanita itu sedikit ceroboh, lihat saja belum apa-apa dia ingin terjatuh kembali, tapi aku tidak akan membiarkan wanita itu terluka, ataupun kesakitan walaupun hanya sedikit, makanya aku kembali mendekap tubuhnya.
Entahlah kenapa aku bisa merasakan perasaan itu, aku merasa bahwa diriku sangat posesif terhadap wanita yang belum aku kenal.
Saat aku berhasil membuat wanita itu tidak terluka maupun kesakitan, aku merasa lega, tapi kenapa dia masih menutup matanya rapat? Tapi itu terlihat lucu, aku jadi ingin selalu melihat wajah ini setiap hari.
"Kau tidak apa?" tanya ku kepada wanita cantik itu, dan aku sangat senang karena melihat wanita itu langsung membuka matanya saat mendengar suara ku, dan terlihatlah lensa mata yang begitu Indah yang dimiliki wanita itu, dan mata itu sangat-sangat indah jika dilihat dari dekat.
Dan entah dorongan apa yang tiba-tiba ada padaku, aku merasa semakin ingin memilikinya dan menjaganya dengan sangat baik.
Tak berada lama dia langsung menjawab pertanyaan ku, "Ya, tidak apa." jawab wanita itu singkat, dan ternyata sesuai dugaan ku dia wanita yang cuek, dingin, dan tidak tersentuh, tapi itu menambahkan ketertarikan ku kepada wanita cantik ini.
Secara tidak sadar aku terus menatap wanita itu lekat sambil tersenyum, tapi tiba-tiba wanita itu membuka suaranya lagi, "Kenapa?" ucap singkat wanita itu.
Saat mendengar itu, aku dengan cepat mengutarakan maksud ku, "Boleh berkenalan?" ucap ku sambil menunggu jawabannya, aku terus membatin dan berharap wanita itu mengiyakan-nya.
"Hmm, boleh." jawab wanita itu seperti apa yang aku harapkan, "Perkenalkan namaku Kevano Raphaellan Ardiansyah Alaric, nama mu Nona?" kenal ku dengan nama lengkap.
Aku melakukan itu karena ingin melihat reaksi apa yang akan dia keluarkan jika mengetahui siapa aku, tapi ternyata dia terlihat biasa saja saat mendengar nama belakang ku, dan itu semakin membuat ku bertekad untuk memilikinya.
Beberapa saat kemudian, wanita itu memperkenalkan dirinya "Anasya Anggelica Valentine, salam kenal." dan ternyata namanya sangatlah cantik dan elegant, seperti pemiliknya.
Setelah itu aku berdiri dan membantu wanita itu berdiri juga.
………………………………………………
_POV Queen_
"Ingin kemana?" tanya pria itu, "Ke Aula." jawab ku langsung, karena sudah tidak tahan berdekatan dengan manusia ini.
"Boleh bareng?" tawar Raphael penuh harap, aku yang mendengar itu langsung menelan saliva ku kasar, akhhh pria ini semakin membuat ku kesal, apa boleh aku menamparnya?
Dengan terpaksa aku menyetujui ajakannya, "Baiklah, mari." aku langsung berjalan mendahuluinya, dengan langkah yang terlihat tergesa-gesa.
"Pelan-pelan nanti kau terjatuh." ucap pria itu terkesan mencemaskan ku, sedangkan aku hanya tersenyum membalas ucapannya.
Kamipun kemabali menuju Aula utama, dan terlihat bahwa orang-orang yang ada disana sedang berdansa dengan pasangan masing-masing, setelah melihat itu aku langsung melirik kearah dimana bocah itu berada yang tidak lain dan tidak bukan adalah Alvarez.
Dan ternyata bocah itu tidak ikut berdansa, sepertinya sedang menunggu ku, karena itulah aku segera menghampiri bocah manja itu setelah berpamitan dengan pria ini.
"Maaf aku permisi dulu." ucap ku tanpa menghiraukan pria itu lagi, dan berjalan menghampiri Alvarez.
_Author POV_
Raphael yang melihat bahwa wanita itu berjalan menjauhinya ketika sudah berpamitan dengannya, segera melihat arah tujuan wanita itu berjalan, karena sepertinya wanita itu tidak menghiraukan-nya lagi, dan itu sedikit membuatnya tidak enak.
Ketika dia melihat bahwa wanita itu menghampiri seorang pria, seketika itu juga raut wajahnya menjadi gelap, dan terlihat juga bahwa pria itu memiliki kecemburuan terhadap pria yang dihampiri oleh wanita yang sekarang ini dia kagumi.
"Siapa pria itu? Kenapa dia terlihat dekat dengan wanita ku?" cemburu Raphael dengan pandangan protektif yang dia arahkan kepada Queen.
Dan yup! Sekarang Queen sudah Raphael anggap sebagai wanitanya, serta satu-satunya wanita yang membuatnya tertarik.
"Kau milik ku, tidak akan ku serahkan kau kepada pria lain, termasuk pria itu." tekan Raphael posesif, setelah itu kembali berjalan menuju tempat dimana sahabatnya berada, dengan kecemburuan yang masih berkobar didalam dirinya.
………………………………………
Jangan lupa bom Like ya guys! 😘
Salam hangat Author~
.
.
.
.
.
.
#Netx