
Didalam kumpulan asap debu terlihat seorang wanita yang sedang berdiri dengan tangan yang dicengkeram kuat, disekeliling tubuhnya terdapat listrik berwarna hijau dan merah secara bersamaan.
Semakin lama asap itu semakin menipis dan memperlihatkan seorang wanita yang memasang ekspresi rumit saat menatap semua yang terjadi sekarang ini.
Wanita itu menolehkan kepalanya dan menatap tajam kearah lubang besar dihadapannya.
Didalam lubang itu terlihat seorang pria tampan yang sedang terbengong menatap langit-langit malam.
Tak berapa lama pria itu berdiri dan menatap keatas dan melihat jika wanita berharganya, yang tak lain adalah Queen sedang menatapnya tajam.
"Mama…" gumam Alaves.
Sedangkan diatas sana Queen sedang menatap Alvarez seperti sebelumnya, "Apa yang kau lakukan bocah?" tanya Queen.
"Kau bertindak tanpa memberitahu ku?" lanjutnya dinginnya.
Sedangkan semua orang yang ada disana menatap bingung kearah Queen, mereka tidak mengerti kenapa wanita ini memanggil monster itu dengan sebutan bocah.
Disisi lain Alvarez tidak menjawab pertanyaan Queen sama sekali, pria itu masih termenung dan berfikir kenapa Mama-Nya terlihat membela mereka.
"Kenapa kau membela mereka? Mereka sudah menipu kita!"
Queen tersenyum smirk, "Sepertinya kau harus sedikit dimarahi..."
Alvarez terdiam, pria itu tidak tau dimana letak kesalahannya, sebisa mungkin pria itu berfikir namun dia tak menemukan jawabannya.
Melihat jika anak didiknya terdiam, wanita itu semakin dibuat kesal.
Tiba-tiba muncul sebuah listrik di telapak tangannya, seketika juga lampu yang ada di sana menjadi padam akibat harus listrik yang terputus, karena kekuatan yang dikeluarkan Queen sekarang ini.
Listrik yang ada ditangan Queen semakin membesar, wanita itu tau jika kekuatan kecil saja tidak cukup menyakiti bocah ini, maka dari itu dia membuat listrik ini sedikit lebih besar.
Bahkan karena listrik yang ada ditangan Queen semua saluran TV terputus, seakan-akan satelit tidak bisa menjangkau kota tersebut.
Semua keluarga Alaric seketika terkejut, pemandangan didepannya benar-benar diluar nalar mereka, Raphael sendiri pun yang juga melihat itu hanya dibuat tercengang.
Pria itu sekilas merasa takut kepada Queen dan merasa jika dirinya tidak pantas bersanding dengan wanita itu.
Beda halnya dengan Kevin, anak itu hanya diam tanpa menunjukkan banyak ekspresi, seakan-akan bocah itu sudah sering melihat hal-hal seperti ini.
Entah siapa sebenarnya Kevin, kita tidak akan tau sebelum waktunya tiba.
Kembali ke Queen, wanita itu sudah melayang bersiap menyerang Alvarez dengan listrik yang ada ditangannya.
Ekspresi wanita itu semakin jelek saat dia melihat tidak ada tanda-tanda dari anaknya untuk melakukan perlawanan, apa dia sudah bodoh hah?!
Terlihat jika Alvarez hanya menundukkan kepalanya dengan memegang pedangnya untuk menopang tubuhnya, pria itu memejamkan matanya seakan-akan menunggu serangan yang diatasnya.
Tak lama kemudian Queen sudah berada tepat di atas kepala Alvarez, wanita itu melepaskan serangannya tepat kearah pundak pria itu.
Tanpa menunggu listrik itu meledak Queen sudah berada jauh dari jangkauan Alvarez, tak lupa wanita itu memasangkan sihir pelindung kepada semua orang yang ada disini.
BOOMM!!
Lubang kembali terlihat malah semakin membesar, setengah bangunan Mansion tersebut sudah hancur menjadi debu.
Namun tidak dengan orang-orang, Lukisan Elf, serta Pohon Suci yang masih diam ditempat tanpa tergores sama sekali.
Akibat ledakan tersebut getaran semakin hebat dan meluas kesepenjuru kota tersebut, banyak dari masyarakat yang berlarian keluar rumah dan melihat kearah langit tepat di atas kediaman Keluarga Alaric berada.
NOTE : Mansion keluarga Alaric dibangun di dataran tinggi makanya terlihat oleh masyarakat dari kota, ditambah Mansion tersebut dibangun dengan besar dan tinggi.
………………………………………………………
Kembali ke cerita, banyak dari masyarakat yang berlarian keluar rumah dan melihat kearah langit tepat di atas kediaman Keluarga Alaric berada.
Langit di atas wilayah kediaman keluarga itu berwarna merah kekuningan, disekitar langit juga terdapat garis-garis hijau seperti petir yang terlihat dimata mereka.
Ingin sekali mereka protes kepada keluarga itu kerena sudah membuat kekacauan seperti ini, namun sepertinya mereka harus berfikir berulang-ulang kali setelah menyadari jika keluarga itu merupakan keluarga pengusaha terbesar di dunia.
Namun sepertinya mereka tidak tau jika keluarga itu juga merupakan keluarga Mafia terbesar di dunia.
_Di kediaman keluarga Alaric_
Disana terlihat jika tempat tersebut masih sangat kacau seperti sebelumnya, asap kembali mengepul namun bedanya asap ini lebih debal dari sebelumnya.
Tak berapa lama asap kembali menghilang dan memperlihatkan seorang pria tampan yang sudah tidak memiliki wujud menyeramkan.
Melihat wajah dari monster tersebut, Raphael langsung tercengang untuk sekian kalinya, sebenarnya ada apa ini? Cukup wanitanya saja yang tidak normal, namun kenapa rivalnya juga tidak normal?
Queen menatap dingin kebawah, "Kau pasti melakukan ini karena merasakan hawa Elf Sejati bukan?"
Alvarez mengangkat kepalanya menatap keatas langit, pria itu menganggukkan kepalanya membenarkan, "Iya…"
"Aku tidak bisa tinggal diam saja saat merasakan kehadiran bangsa itu, mereka sudah menipu kita dan tembakan ku semakin terbukti saat melihat Tombak rendahan itu yang ada pada mereka…"
Mendengar itu Queen semakin dibuat marah karena perkataan anaknya yang mengatakan jika Tombak yang dia berikan merupakan Artefak rendahan.
Ya walaupun memang benar sih, bahkan senjata yang dimiliki oleh Alvarez saja lebih bagus daripada Tombak penguasa Elf Sejati itu.
"Kau mengatakan benda itu rendahan bukan, dengan kata lain lemah? Yah aku akui senjata itu bukanlah apa-apa bagi kita, namun…" Queen mengentikan perkataannya.
Wanita itu mengangkat tangannya mengarah kearah Tombak penguasa Elf tersebut, seketika Tombak itu terbang kearahnya dan mendarat ke telapak tangannya.
"Huh, walaupun senjata ini lemah, namun jika aku yang menggunakannya senjata ini bisa menjadi senjata mematikan, sekalipun jika harus berhadapan dengan senjata mu!"
Wujud Queen berubah menjadi Elf, hawa Elf yang sangat kelam terasa oleh mereka, hawa ini sangatlah berbeda dengan hawa Elf pada umumnya, yang biasanya memiliki rasa hangat dan lembut.
Tapi hawa yang dikeluarkan Queen saat ini sangatlah jauh berbeda dengan hawa Elf pada umumnya. Sekarang wanita itu memiliki wujud yang begitu menawan sekaligus mematikan dengan matanya yang berwarna putih sempurna, dicampur dengan rambut emasnya.
Alvarez bergetar hebat saat melihat itu, sekarang ini Mama-Nya sudah benar-benar marah, tapi untung saja disini masih banyak orang sehingga Mama-Nya tidak akan terlalu kejam kepadanya.
Dengan kesadaran yang sedikit berkurang Queen menatap sekeliling, "Sepertinya disini benar-benar tidak ada unsur QI alam yang alami, hanya ada polusi." batin Queen.
Tanpa menunggu lagi Queen mengambil setengah energi orang-orang yang ada disini untuk mengisi kekosongan Tombak tersebut.
Tak berapa lama Tombak itu mengeluarkan cahaya, lalu dengan sedikit goresan darah milik Queen Tombak itu pun semakin terlihat bercahaya.
Beda lagi dengan orang-orang tak tau apa-apa dibawah sana, mereka merasa tubuhnya kehilangan energi entah kenapa.
Hanya Tuan Besar Alaric dan Kevin saja yang tau apa yang sebenarnya terjadi, namun mereka lebih memilih diam dan melihat keadaan didepan mereka.
Angin tertiup cukup kencang, Queen semakin memperluas sihir pelindungnya menjadi sebesar Mansion sehingga tidak akan berdampak kepada penduduk kota.
Awan yang ada di atas Queen seketika membentuk pusaran dan menciptakan lubang besar didalamnya.
Alvarez yang melihat fenomena itu tidak bisa mengatakan apa-apa lagi, tentu saja sebenarnya dia bisa melawan, namun dia tidak mau jika Mama-Nya semakin marah saat melihatnya melawan.
Disisi lain sepertinya bocah itu tidak menyadari jika sikapnya yang tidak melawan itulah yang malah semakin memicu kemarahan wanita itu.
Queen yang tak ingin berlama-lama lagi segera mengarahkan ujung Tombak nya tepat kearah Alvarez yang masih terdiam tak melawan.
"Mungkin setelah ini aku akan sekarat selama tiga hari…" batin Alvarez tersenyum bodoh.
Urat-urat kekesalan terlihat begitu jelas di dahi Queen, saat wanita itu melihat jika anaknya tersenyum di situasi seperti ini!
"Da-daa...." Queen tak bisa melanjutkan perkataannya karena terlalu kesal kepada anak ini.
Bahkan jika diperhatikan lebih detail lagi, tubuh Queen terlihat bergetar menahan kekesalannya karena memiliki anak didik yang bodohnya tak tertolong lagi seperti Alvarez.
Rasanya dia ingin sekali mengumpat anak itu berserta keturunannya, tapi jika dia melakukannya pasti nanti harga dirinya akan hancur setelah itu, "Cih" decak Queen.
"DASAR BOCAH BODOH!!" geramnya.
SRINGG…!
Saat Tombak itu siap melesat kearah Alvarez, namun tiba-tiba gerakannya terhenti saat ia mendengar suara teriakan dari arah luar.
"RATU BERHENTI!!"
Seketika Queen menatap kearah belakang tubuhnya dan melihat jika ada beberapa orang yang melesat kearah sini, dan langsung memecahkan pelindung yang dia buat dengan mudah.
………………………………………………………
Jangan lupa LIKE and VOTE 'Bagi yang baik' 🥺
.
.
.
.
#Next