The Queen's Destiny Journey

The Queen's Destiny Journey
EPISODE 23



Ketika Queen terjun dari ketinggian yang sangat sangat tinggi, Alcifer segera terbang melesat keatas untuk menangkap tubuh Queen, namun tiba-tiba saja ada sesosok anak laki-laki yang tak lain adalah Pangeran Erlan, Pangeran Erlan menangkap tubuh sang kakak dan membawanya kebawah.


Dengan hati-hati Pengeran Erlan meletakan tubuh sang Kakak diatas Rambat Roh Kehidupan, setelah itu Pangeran Erlan yang masih tak tau apa yang terjadi mulai bertanya kepada rakyat kerajaan.


"Paman, Bibi ada apa ini? Kenapa ekspresi kalian seperti itu? Ada apa?" ucap Pangeran Erlan polos. Karena kepolosan-nya, semua rakyat yang ada disana menjadi lebih sedih dan terpukul dengan kejadian yang menimpa RatuNa mereka.


Saat ini tak ada yang menjawab pertanyaan Pangeran Erlan karena takut membuat anak yang begitu murni seperti dia menjadi sedih dan ikut terpukul dengan keadaan sang kakak.


Saat Pangeran Erlan ingin bertanya kembali, namun perkataan-nya terhenti oleh Alcifer dan beberapa orang yang saat ini datang secara tiba-tiba. Yah ketujuh orang itu merupakan penjaga menara yang ada di kerajaan itu.


Pada saat terjadi kekacauan mereka berada diluar dimensi karena mendapatkan sebuah tugas, dan ketika merasa ketidak seimbangan yang terjadi di kerajaan, mereka segera kembali dan meninggalkan tugasnya.


Namun mereka telat datang karena terjadi kerusakan dimensi akibat gelombang kekuatan Queen yang begitu besar, mereka bertujuh yang mengetahui kalau kedatangan mereka sudah terlambat menjadi kesal dan menyalahkan diri mereka sendiri.


Namun yang lebih menyedihkan adalah kehidupan Queen yang semakin lama semakin menipis, "Kita terlambat... Sekarang bagaimana ini?! Kita benar-benar tidak berguna! Bahkan melindungi RatuNa saja kita tidak bisa!!" ucap penjaga menara pertahanan yang bernama Rui.


"Apa sekarang kita menjadi orang bodoh, karena baru kali ini kita gagal melindungi apa yang harus kita lindungi!!!" ucap penjaga keseimbangan Lux.


"Terlambat untuk menyesal, sekarang RatuNa sudah seperti orang mati..." ucap Alcifer sedih. Namun sepertinya Alcifer lupa akan sesuatu, bahwa saat ini Pangeran Erlan sedang mendengarkan pembicaraan mereka.


"A-apa maksud kalian?! Ini...ini omong kosong bukan?! Ti-tidak mungkin kakak mati... Tidak! aku tidak mauu!!! Kakakk...!!! Kakakkk bangun kakk...., Hiks Hiks Hiks... Ka-kakak... Jangan tinggalkan Erlan.... Na-nanti kalo kakak gak ada, si-siapa yang memarahi Erlan, menegur Erlan, dan siapa yang menjadi teman keusilan Erlan, kaakkk..." jerit Pangeran Erlan kalang kabut dengan kenyataan yang terjadi.


Dia menggoyang tubuh sang kakak cukup keras, dan berteriak sambil menangis, air matanya yang begitu banyak sampai menetes kebaju dan tangan Queen. Benar-benar mengharukan siapapun yang melihat.


Begitu juga semua rakyat yang ada disana ikut meneteskan air matanya, karena merasa terpukul dengan kepergian Matahari mereka, saking sedihnya tidak ada satupun yang mengeluarkan suara.


Bukan hanya rakyat saja yang sedih, tetapi Tanaman Roh, dan Hewan Spiritual yang ada diseluruh dimensi juga ikut merasa kesedihan yang sama.


"Ji-jika bisa.... Erlan akan mengorbankan kehidupan Erlan untuk kakak, Erlan tak mau hidup ditempat yang tidak ada kakak... Erlan lebih baik menyatu dengan jiwa kakak karena bisa terus bersama kakak, dari pada hidup jauh dari kakak... Erlan tidak mau itu! Jadi ku mohon... tolong hidupkan kakak ku kembali.... Aku rela! Aku rela jika harus mengorbankan nyawa ku sebagai taruhannya!!!" ucap Pangeran Erlan keras, sambil berlinang air mata.


Namun tak ada yang menyangka bahwa perkataan itu akan terwujud. "Sring... wuoossss.......syung... syungg...." tiba-tiba muncul cahaya dari dalam tubuh Pangeran Erlan dan cahaya itu membentuk sebuah simbol yang memiliki lambang kehidupan.


Lambang itu berbentuk seorang wanita yang sedang tertidur dan seorang pria yang sedang memegang tangan sang gadis tersebut, gambaran kedua orang itu juga disilang dengan Tombak Maut dan Tombak Kehidupan, yang memiliki arti bahwa untuk menghidupkan seseorang harus mengorbankan sebuah kehidupan, Yah begilah makna dari simbol latin itu.


Setelah simbol itu benar-benar terbentuk, munculah sebuah petir yang menyambar mereka berdua, semua orang yang ada disana ingin menghalangi petir itu menyambar RatuNa dan Pangeran mereka, namun dihentikan oleh gelengan kepala serta senyum lembut yang berasal dari Pangeran Erlan.


…………………………………………


Ok gusy, jangan lupa Like, Komen, and Vote ya guys^^


.


.


.


.


.


#Next