
Raphael menatap langit. Pria itu memutar kembali otaknya berfikir bagaimana cara membuat Beast itu turun.
"Aku akan buat dia terlempar ketanah." gumam Raphael.
Pria itu mengeluarkan pedang lainya yang lebih panjang serta kuat untuk menembus kulit Beast itu. Pria itu juga mengeluarkan cambuk Es yang dapat membesar.
"Hufft…" helaan nafas terdengar.
Trap! Wossshh…
Raphael meloncat keatas dan mendarat diam-diam di atas kepala Beast yang masih sibuk menyemburkan laharnya.
Pedang yang ada di genggamannya ia angkat setinggi-tingginya tepat di kepala besar itu. Hawa dingin yang mencuat keluar dari pedang itu langsung menyadari Beast tersebut. Beast itu sedikit memberontak dan menggerakkan tubuhnya berusaha membuat Raphael jatuh.
Dengan cepat Raphael menghembuskan serangannya. Akan tetapi tiba-tiba ada suara bisikan yang muncul secara tiba-tiba di kepalanya.
Sebisa mungkin jangan sampai mengenai Permata Soul yang ada di kepalanya.
Mendengar itu Raphael mengerti dan sedikit menjauhi arah tancapannya dari Permata Soul tersebut.
Casssst! Sreet…
Pedang itu membuat setengah dari badan Beast membeku.
"GOOOOAAAAARRRR!! Sialan kau manusia!!"
Raphael tidak mau kehilangan kesempatan. Akhirnya pria itu mengeluarkan cambuknya dan menangkap ekor Beast tersebut, lalu melemparnya sekuat tenaga ketanah.
BUUUMMMM! Dugh dugh dugh!
Dengan brutal Raphael mencambuk habis seluruh tubuh Beast tersebut. Belum puas menyiksanya, Raphael mengeluarkan banyak belatinya dan menancapkan di bagian vitalnya.
Keanu yang merasa ada yang tak beres dengan sahabatnya segera mendekat, diikuti oleh Arcas.
Sampai di sana mereka menyadari jika Beast ini sudah terurai lemas di tanah dengan kelopak mata yang sayu.
Arcas mencoba menaiki Beast tersebut, "Apa Beast ini memang sangat lemah? Apa dia sudah terluka sebelum bertarung dengan kita?" herannya.
Shuutt!
Keanu mendekap mulut Arcas. Pria itu entah kenapa merasa adanya perubahan pada Raphael. Rasa itu semakin membesar saat melihat raut wajah sahabatnya yang terlihat seperti orang yang tak bernyawa. Matanya seperti mata ikan yang hampa.
Ada apa dengannya…
Disisi lain Raphael masih sibuk menyiksa Beast tersebut dengan memotong ekornya sedikit demi sedikit.
Kuat… Aku harus jadi kuat… Aku butuh kekuatan… Tidak cukup! Masih tidak cukup!! Butuh lebih banyak kekuatan!!!
Bugh…Bugh…Bugh…Bugh…Bugh…Bguh…!!
"Ke-keanu… dia sedang apa sih? Kenapa terus memukul dan memotong Beast ini?" Arcas memundurkan dirinya karena merasa ancaman kuat dari sahabatnya.
"Aku tidak tau. Yang pasti jangan mengganggunya dulu…" jawab Keanu dengan wajah terbengong-bengong.
_Dimensi Kaca_
Kevin yang melihat semuanya dari atas cukup terkejut. Ia tak menyangka Raphael bisa menumbangkan Beast itu sendirian. Tapi sepertinya karena itu dia sudah membangkitkan kemampuan Dominasinya.
Seharusnya kemampuan Dominasi belum bisa diaktifkan apalagi dengan tubuhnya yang masih seorang manusia. Dan jika dia tidak bisa mengendalikan kemampuan Dominasinya, pria itu akan…
"Gawat!" Mata Kevin langsung membulat. Anak itu segera memecahkan tembok dimensi kacanya.
Crangggk!
Sosoknya langsung menghilang ditengah-tengah awan. Namun secara tiba-tiba sosoknya kembali terlihat di atas Raphael yang terlihat seperti kehilangan jati dirinya.
Sringgt!!
Raphael dengan secepat kilat mengarahkan belatinya dan menusuk telapak tangan Kevin. Belati itu hampir menancap matanya jika tidak dia tahan dengan tangannya.
Mata Kevin langsung berubah menjadi Perak. Anak itu mengaktifkan kemampuan Dominasinya yang merupakan salah satu dari Dominasi terkuat. Yaitu Dominasi Olympians.
"Tunduk lah wahai Dominasi! Lihatlah siapa Dominasi yang ada dihadapan mu!!" Kevin berteriak. Bayangan dari Dominasi yang ia miliki keluar dari tubuhnya.
Dominasi yang dimiliki oleh Kevin menekan Dominasi yang tak beraturan pada diri Raphael. Pada akhirnya Dominasi yang ingin menguasai tubuh pria itu menghilang. Padangan Raphael kembali seperti semula.
Keanu yang tadi melihat bayangkan samar yang terlihat keluar dari dalam tubuh Kevin sangat terkejut. Sedangkan Arcas dia sudah terjatuh karena tercengang.
Dia tak menolak jika kejadian tadi sangatlah keren. Apalagi saat bayang besar itu keluar dari dalam diri bocah itu. Seluruh pakaian yang digunakan bocah itu juga berubah menjadi pakaian layaknya seorang Pangeran terhormat dengan warna Perak yang memenuhinya.
Dibalik keindahan itu Raphael, Keanu, dan juga Arcas bisa merasakan seberapa mengerikan bayangan tersebut. Bayangan itu seakan-akan memiliki jiwa sendiri.
Tapi disini yang paling syok adalah Raphael. Ia baru saja ditarik dari kegelapan oleh makhluk yang sangat besar namun berpenampilan Indah. Akan tetapi saat mata besar itu melirik kearahnya entah kenapa ia merasa diperingati agar tak bermacam-macam kepada Kevin.
"Tadi itu apa?" tanya Raphael sebisa mungkin bersikap tenang.
Kevin yang sedang sibuk menjilat darahnya, terhenti. Ia menatap mengancam kepada Raphael.
"Sosok itu merupakan rahasia semesta. Kau tidak perlu mengetahuinya. Cepat ambil bagian-bagian yang akan menjadi bahan untuk pembuatan tubuh kalian. Aku akan menunggu di atas puncak gunung ini." sinis Kevin.
Setelah itu dia menghilang dari hadapan mereka bertiga tanpa berucap apa-apa lagi. Karena tidak sabar ingin membuat tubuh baru, mereka langsung menjalankan tugasnya dan berjalan tanpa hambatan keatas puncak gunung.
…………………………………………
Di puncak gunung Kevin langsung menghela napas panjang, "Aku tidak tau sosok itu siapa. Akan tetapi dia selalu melindungi ku."
"Yang aku tau dia hanya memperkenalkan dirinya sebagai Olympians Dominasi. Selebihnya aku tidak tau dia dari mana… dia muncul tiba-tiba." gumam Kevin melempar batu-batu kecil ke kawah gunung yang berwarna emas-hijau.
Selang beberapa menit ia merasakan jika ketiga pria itu sudah sampai dan berdiri tak jauh dibelakangnya. Ia menengok dan mengangguk sebagai sinyal jika mereka harus langsung membuat tubuh baru.
Kevin bangkit dari duduknya dan mendekat pada kawah panas. Jari anak itu mengeluarkan tali putih transparan dan menarik semua bahan-bahan yang ada ditangan ketiga pria itu.
"Apa kalian yakin bisa melakukannya?" tanya Kevin memastikan.
Ketiganya mengangguk mantap. Mereka tidak mau menyerah ditengah jalan setelah mengumpulkan banyak bahan untuk membuat tubuh baru mereka. Konyol sekali!
Kevin tersenyum dalam, "Ok, jangan menyesal ya.."
Ia langsung meleburkan bahan-bahan itu menjadi bubuk dengan Api Dingin. Matanya berubah menjadi putih sempurna dengan Mutiara yang terpampang jelas di dahi. Mutiara itu tidak hanya satu namun Mutiara itu membentuk sebuah mahkota dahi.
"Dia punya banyak wujud ya?" heran Arcas berbisik.
Shuutt!!
Lagi-lagi Keanu harus mendekap mulut pria ini agar tak menganggu suasana yang memang seharusnya serius.
Tubuh Kevin terangkat keatas. Anak itu membelah dirinya menjadi tujuh bagian dan menyebarnya di setiap sisi kawah besar itu.
Semua bubuk yang mengandung bahan-bahan membuat tubuh baru langsung Kevin lempar kedalam kawah. Langsung saja ketujuh sosok itu membuat dinding pelindung.
Warna kawah tiba-tiba berubah menjadi jernih seperti kaca yang dilelehkan. Kevin yang sudah melihat jika bahan-bahan itu tercampur sempurna langsung mengangkat jarinya kearah kawah.
Dengan sigap ketujuh bayangan Kevin melompat dan meleleh bersama dengan campuran bahan dan kawah dibawah sana.
"Huwaaaaa!!! Mereka langsung meleleh!!" teriak Arcas histeris. Pria itu langsung berlindung dibelakang kedua sahabatnya.
"Hey penakut, mereka itu bahan campuran untuk membuat tubuh baru kalian. Sudah sana kalian berenang."
Berenang apanya!?
Keanu dan Arcas mengelus dada mereka berusaha bersabar. Sedangkan Raphael hanya menghela nafas sejenak lalu melangkah maju kearah kawah.
Raphael melirik Kevin, lalu menghembuskan nafasnya lagi, "Aku harus kuat! Untuk bersanding dan membawanya ke sisiku, aku harus kuat!" gumam Raphael.
Byuuurrrh!! Ceessssst…!!
"RAPHAEL!!" Keanu dan Arcas berlari mendekati kawah berusaha mencari sahabat, tapi mereka tak menemukan dimana sahabatnya berada.
Jangan bilang dia ikut meleleh!!?
Kevin memutar bola matanya jengah, "Kalian tak akan bisa melihatnya dari luar. Kalian ke sana lah, pasti kalian akan melihat sahabat kalian."
"………" Sungguh pilihan yang berat. Namun karena mereka sudah bertekad mau gimana lagi?
Keanu dan Arcas menatap satu sama lain. Keduanya mengangguk seolah-olah menyemangati satu sama lain. Kemudian mereka pun ikut terjun kedalam kawah.
Kevin terdiam, "Yah semoga kalian bisa bertahan… jika kalian lama aku tidak akan menunggu kalian loh."
…………………………………………
Jangan lupa LIKE and VOTE 🥺
(Bagi yang mampu aja ya)
.
.
.
.
#Next