
Disisi lain, masih ditempat yang sama setelah kepergian Queen dan Raphael.
Keluarga itu seketika terdiam dan saling acuh satu sama lain, Kevin pun juga kembali memainkan video game nya tanpa memperdulikan keluarganya lagi.
Namun sebelum itu Kevin terlebih dahulu mengucapkan beberapa kata yang sedikit meresahkan Kessya.
"Tante sepertinya kau sudah salah mencari lawan." senyum iblis tercetak jelas di wajah mungil itu.
"Lebih baik kau bunuh diri saja dari pada kakak tadi yang turun tangan, itu bahkan lebih baik." sungguh kata-kata yang tak seharusnya dikeluarkan oleh anak seusianya.
"O-omong kosong!" bantah Kessya.
"Heh Tante kira aku tipe orang yang suka membicarakan omong kosong?" balas Kevin acuh.
Memikirkan jika perkataan keponakannya ada benarnya, wanita itu terdiam membisu, dia kembali menuju tempat duduknya dengan memegangi pipinya yang masih memerah.
Suasana menjadi hening sementara sebelum seseorang memecahkan keheningan tersebut.
"Pah apa benar apa yang dikatakan Kevin?" suara itu bukan berasal dari Kessya melainkan dari Tuan Alaric yang tak lain adalah Bastian.
Brak!
Handphone yang tadi dipegang oleh Kevin untuk bermain video game dilempar begitu saja ke lantai, menyebabkan Handphone itu rusak karena anak itu melemparnya dengan keras.
"Huh bahkan Papah saja tidak percaya!" setelah mengatakan itu Kevin pun melambaikan tangannya memanggil asisten pribadinya.
Dengan cepat asisten pribadinya tersebut membawakan Handphone baru untuk Tuan Muda-Nya ini.
Kevin langsung mengambil Handphone tersebut dan kembali berkata.
"Terserah kalian mau percaya apa tidak, yang pasti wanita itu lebih berbahaya daripada mahkluk yang selalu datang tiap malam ke kamar Kakak."
Kreekk!
"Jika kalian tidak mau bernasib sama seperti Handphone ini lebih baik jangan melakukan hal bodoh!" lagi-lagi Handphone baru tersebut dihancurkan begitu saja oleh anak itu.
Ayah, Ibu, Tante, dan Paham-Nya semuanya ikut terdiam sambil menundukkan kepalanya menimbang-nimbang perkataan anak tersebut.
"Haahhh sudahlah nak, kau tidak boleh bersikap dingin seperti itu kepada orang tuamu..."
Kevin hanya menganggukkan kepalanya dan kembali meminta diambilkan Handphone baru oleh asistennya.
"Kalian! Dengarkan itu baik-baik, bahkan anak kecil pun tau siapa yang layak dan siapa yang tidak layak untuk disinggung!" tegur Tuan Besar Alaric.
"Dan memang benar apa yang dikatakan Kevin, wanita tadi bahkan lebih mengerikan jika dibandingkan dengan mahkluk kotor yang selalu mendekati Raphael, anak kalian."
"Ayah harap kalian tidak bersikap buruk seperti itu lagi jika bertemu dia."
Bastian, Cassia, Kessya, dan Georgie menganggukkan kepalanya menurut dan berjanji didalam hatinya jika mereka tidak akan mencari masalah dengan wanita tadi.
Namun sebelum itu mereka bertanya sebenarnya dari Ras mana wanita itu berasal?
NOTE : Jadi Bastian dan Kessya sudah tau jika mereka bukanlah manusia seutuhnya, melihat jika Ayah mereka merupakan mahkluk spesial, dan mereka berempat juga tau ternyata Ayah mereka merupakan Ras Elf walaupun tidak seutuhnya.
Jadi yang disini yang merupakan Ras Elf adalah Bastian, Kessya, Raphael, dan Kevin, lalu Cassia dan Georgie hanya memiliki sedikit unsur Elf akibat hubungan intim dari pernikahan mereka.
Dan garis keturunan tersebut berasal dari Tuan Besar Alaric.
…………………………………………………………………
Kembali ke cerita dimana mereka bertanya sebenarnya dari Ras mana Queen berasal, lalu Tuan Besar Alaric pun menjawab.
"Aku tidak tau dia berasal dari Ras mana, yang terpenting dia adalah sosok yang berpengetahuan dan berpengalaman tinggi dan bahkan sangat tinggi sampai-sampai diluar nalar kita."
"Jika begitu bukankah sangat bahaya jika kita bermusuhan dengannya?" ucap Bastian.
"Kau memang benar, tapi sepertinya wanita itu tidak akan menjadi musuh kita terlihat dari benda yang dia berikan kepadaku."
"Oh benda apa itu?" ucap mereka bersamaan, bahkan pembicaraan mereka sampai-sampai menarik perhatian Kevin dan beberapa Maid yang di sana.
Mendengar perintah secara tidak langsung tersebut, para Maid yang ada di sana segera menutup semua sisi yang ada di Mansion ini.
Setelah itu Tuan Besar Alaric langsung mengeluarkan benda yang diberikan Queen dari dalam cincin ruangnya.
Tak lama kemudian terlihat Tombak Emas Kehijauan yang memiliki tiga buah permata yang sangat cantik terlihat jelas dimata mereka, di sekeliling Tombak itu juga dilapisi oleh asap hijau yang sangat lembut.
Saat Tombak itu sudah benar-benar muncul dihadapan mereka, hawa yang dikeluarkan oleh Tombak tersebut langsung diserap dengan rakus oleh Pohon Suci dari kejauhan serta Lukisan Kuno tersebut.
Kevin yang melihat itu mengerutkan keningnya, seperti mengenal Tombak tersebut, namun yang lebih mengejutkan adalah dia berserta kedua orang tuanya, ditambah Opah, Tante, dan Paman-Nya memiliki wujud yang berbeda seperti sebelumnya.
Terlihat ujung telinga mereka menjadi lancip layaknya seorang Elf, mata mereka yang tadinya memiliki warna biru dan ada yang kecoklatan berubah menjadi hijau kristal.
Paras mereka 5 kali lebih menawan daripada sebelumnya, inilah wujud asli mereka, Sang Elf Sejati.
Tak terasa hawa itu semakin menyebar dan dapat dirasakan oleh anak-anak Queen yang ada di mansion.
Mereka menatap langit dengan mata yang berubah menjadi ganas, darah mereka menjadi mendidih saat merasakan Ras yang 'Katanya' sudah punah ternyata muncul disini dan mengeluarkan hawa yang tidak seharusnya ada di bumi.
"Grrrt...!! Mereka menipu Ratu!" batin anak-anak Queen.
Disisi lain Alvarez yang merasakan itu langsung mengambil senjatanya yang dibuat dengan taring Naga Hitam yang dulu dia kalahkan sebagai bahan bakunya dan di jiwai oleh jutaan jiwa keputus-asaan.
Bocah itu langsung menghilang dengan penampilan menyeramkan, orang-orang yang melihat itu terlihat tak peduli dan hanya tersenyum sambil menunggu kabar baik nantinya.
Tepat saat bocah itu menghilang, Queen berserta rombongan sampai didepan Mansion, dan tanpa menunggu lagi Queen langsung masuk kedalam Mansion-Nya. Mungkin wanita itu sudah benar-benar lelah dan ingin beristirahat.
Raphael yang tadinya ingin menemani wanitanya masuk seketika terhenti ketika merasakan hawa yang tak enak muncul dari dalam hatinya, refleks dia melihat kearah langit, udara juga menjadi semakin padat.
Tanpa menunggu lagi Raphael memberikan perintah kepada anak buahnya untuk kembali ke Mansion-Nya.
Didalam mobil pria itu semakin merasa tidak enak serta instingnya yang selalu mengatakan agar dirinya tidak pulang ke rumah, "Ada apa ini?" gumam pria itu.
Ditempat lain dimana Alvarez berada, terlihat pria itu sedang terbang dengan kecepatan cahaya menuju hawa ini berasal, tatapannya semakin dingin saat sumber itu semakin mendekat.
Senjata yang seperti Celurit dengan gagang panjang sepanjang Tombak, bagaikan senjata yang sering di pakai oleh Malaikat pencabut nyawa untuk menarik nyawa seseorang, terlihat jika senjata sedikit bergetar.
Senjata itu semakin lama semakin bergetar seperti menunggu mangsanya tiba, seakan-akan senjata itu ingin menyerap darah yang nantinya akan mengenainya. Ah sepertinya senjata ini benar-benar haus akan darah.
Tak lama setelah itu Alvarez mendarat disebuah Mansion mewah, dan....
BOOM…!!
Taman yang tadi disinggahi oleh Queen hancur begitu saja, lalu Alvarez semakin tersenyum aneh saat melihat Pohon Suci yang terlihat gemetar ketakutan setelah melihatnya, tentu saja itu terlihat dari batang dedaunan yang bergerak tak beraturan.
Alvarez kembali menghilang dan muncul kembali didalam sebuah Mansion yang ternyata merupakan Mansion keluarga Alaric.
Saat pria itu sudah masuk kedalam sana, pria itu melihat Tombak yang terbukti milik Klan Elf Sejati.
"Berani-beraninya mereka menipu Ratu!!" teriak Alvarez murka.
Seketika Mansion bergetar hebat, getaran itu semakin kuat dan terdektesi oleh alat perekam gempa, para pekerja di bidang penanggulangan bencana menjadi panik sebab gempa tersebut datang secara tiba-tiba.
…………………………………………………………
Yuk Like 🥺
.
.
.
.
#Next