The Queen's Destiny Journey

The Queen's Destiny Journey
EPISODE 54



"Sejak kapan kamu disitu?" heran Keanu, karena dia sendiri tadi tidak merasakan kehadiran sahabatnya yang satu ini.


"Sejak tadi, kalian saja yang tidak melihatnya, dan malah sibuk dengan obrolan kalian yang aneh itu." saut Arcas santai dan duduk dikursi samping kiri Raphael.


"Aneh?" ucap Raphael, "Iya aneh, lagian kalian sedang membicarakan apa sih? Trus apa yang kalian maksud dengan makhluk-makhluk jelek?" tanya Arcas menatap kedua sahabatnya curiga bercampur penasaran.


"Bukan urusan mu, lebih baik kamu urus saja wanita ja*ang mu yang ada diluar sana." jawab Keanu sinis.


"Trus saja mengoceh, lagian aku tidak bertanya pada mu, peti mati." ledek Arcas, "Dasar playboy norak!" balas Keanu.


"Dih siapa yang norak?" ucap Arcas tidak mengakui, "Tentu saja kamu yang norak! Penebar pesona!" ledek Keanu.


"Lebih baik tebar pesona, dari pada tebar berkas yang membosankan!" saut Arcas tidak mau kalah, "Cih pria bodoh!" batin Keanu mengalah.


"Jadi kalian sedang membicarakan apa?" tanya Arcas sekali lagi, "Entahlah, kita juga bingung." jawab Keanu.


"Bingung? Memangnya makhluk apa yang kalian bicarakan?" ucap Arcas semakin dibuat penasaran.


"Apa kamu nyakin mau tau?" ucap Keanu memastikan, "Tentu saja." balas Arcas cepat.


"Kita sedang membicarakan betapa bejatnya diri mu." jawab Keanu bercanda, "Hey aku serius." protes Arcas.


"Apa mahkluk itu sejenis satan?" ucap Raphael pelan, Keanu dan Arcas yang mendengar itu hanya bisa terdiam.


Karena Keanu sendiri juga tidak tau siapa sebenarnya mahkluk itu, sedangkan Arcas terdiam karena bingung dengan apa yang dibicarakan sahabatnya ini.


"Memangnya ada satan didunia ini? Halusinasi mungkin." ucap Arcas karena tidak percaya dengan hal-hal seperti itu.


"Untuk sekarang kamu bisa berkata seperti itu, tapi kalau sudah didatangi baru tau rasa." tegur Keanu saat melihat sahabatnya tidak percaya dengan keberadaan satan.


Padahal dia sendiri juga tidak percaya dengan hal-hal yang diluar nalar, mungkin karena orang-orang Eropa seperti mereka sangat jarang yang percaya akan adanya mahkluk spritual.


"Lalu apa yang mau kamu sampaikan tentang kemunculan bulan Galaxy itu?" Raphael mengubah topik pembicaraan, karena merasa tidak pantas membicarakan hal itu.


"Oh iya, aku sebenarnya tau dari mahkluk itu juga." jawab Keanu, "Benarkah?" respon Raphael.


"Mahkluk apa sih sebenarnya? Masa iya satan yang mereka bicarakan! Mana mungkin seorang seperti mereka percaya dengan kebodohan itu." batin Arcas hanya bisa menyimak pembicaraan kedua sahabatnya ini.


"Hmm... aku juga tidak terlalu ingat itu hari apa, mungkin sehari atau dua hari yang lalu, saat aku ingin istirahat sejenak karena saat itu aku sangat lelah karena tugas ini, tapi tiba-tiba mahkluk itu muncul didepan ku." jelas Keanu.


"Untung saja aku tidak terkena stroke, jika iya sudah ku bakar mereka." batin Keanu kesal.


"Lalu, aku sedikit tersentak kaget, apalagi saat melihat tangannya lebih dari dua, mungkin seperti laba-laba, tapi saat aku melihat mahkluk itu aku sama sekali tidak merasa adanya ancaman darinya, tapi entah kenapa berkas-berkas penyelidikan tentang bulan itu diambil oleh mahkluk jelek itu." jeda Keanu menarik nafas.


"Saat aku ingin merebut berkas itu darinya, tiba-tiba dia berdesis seram dan aku melihat tangannya gemetar saat melihat berkas itu, tapi masa iya sih dia bisa membacanya?" aneh Keanu tidak percaya.


"Dan disaat bersamaan berkas itu langsung hancur bukan karena terbakar atau terobek, tapi aku melihat ada cairan hitam yang melahap berkas itu seperti lumpur hidup, tapi yang membuat ku tercengang berkas itu langsung hancur seperti terkena lahar panas saat terkena cairan hitam itu, dan itu hanya sekejap." jelas Keanu menerangkan lagi.


"Dan saat itu juga aku melihat tepat kearah mata mahkluk itu, dan seketika tubuh ku kaku, tapi aku masih berusaha santai, dan disaat itu juga mahkluk itu berkata." Keanu mendeskripsikan pembicaraan antara dirinya dengan mahkluk itu.


_Flashback On_


"Shisss~" desis mahkluk itu, dan langsung mendekati Keanu yang saat ini tidak bisa menggerakan tubuhnya.


"Tuuann... shisss~" panggil mahkluk itu memegang telapak kaki Keanu.


"Apa yang kamu sentuh! Menjauhlah!" jijik Keanu, "Aa-paa Tuaan.. takut dengan ku? Shisss~" lirih mahkluk itu.


"Apa kau tidak sadar?" jawab Keanu jijik dengan tangan yang memegangi telapak kakinya, sungguh dia sangat mual.


Mendengar itu mahkluk yang memegangi telapak kaki Keanu langsung menjauh, dan disaat bersamaan tubuh Keanu bisa bergerak kembali.


"Kenapa kalian selalu datang?!" seru Keanu merasa terganggu dengan kehadiran mereka.


Tapi ucapan itu sama sekali tidak digubris oleh mahkluk itu, dia hanya sibuk menjilati jari-jari tangannya, "Shisss~ Tuannn... kau sedang mencari apa?" tanya mahkluk itu.


"Bu-bulan Galaxy... hisssshh!" desis mahkluk itu kencang, dan terlihat tubuhnya bergetar hebat.


"Tuuaaannn pergilah dari sini... tempat ini tidak aman lagi bagi tuan... shisss~" ucap mahkluk itu tidak jelas, dan sedikit meringkuk ketakutan.


"Apa kamu mengetahui sesuatu tentang bulan itu?" tanya Keanu merasa aneh dengan sikap mahkluk yang ada dihadapannya.


"Tentu tuaan... tidak ada yang tidak tau tentang si-simbol Galaxy itu..." ucapnya lagi.


"Kalau begitu beritahu aku." tegas Keanu penasaran, "Gggrrrt tidak!" tolak mahkluk itu ketakutan.


"Dia... bahaya! Anak-anaknya bahaya! Jangan mendekat tuan, jauh... menjauhlah tuan!" saran mahkluk itu.


"Ck! Bagaimana aku tidak mau menjauh, aku saja tidak tau apa yang kamu bicarakan!!" marah Keanu.


"Tuaaan... dia! Malapetaka bagi tuan! Wanita itu... menjauhlah tuan, lari! Lari sejauh mungkin! Dia ada disini..." ucapnya kencang seperti sedang memperingati Keanu.


"Siapa? Wanita siapa?" tanya Keanu tidak sabar, "Hikkssshh tuann, aku rela mati setelah ini tuan... Ra-ra...tuNa Sevennn... Gla-" ucapnya tidak dilanjutkan, karena tiba-tiba saja tubuhnya terperosot kedalam lubang hitam, yamg tiba-tiba saja muncul dibawah tubuh mahkluk itu.


"Hati-hati tuaann... larilah!" peringatannya sekali lagi sebelum tubuhnya benar-benar leyap.


Sedangkan Keanu yang melihat itu hanya dibuat tercengang, "Apa tadi? Lubang apa tadi? Kenapa sangat menakutkan?!" getar Keanu langsung berlari keluar kamarnya.


_Flashback Of_


Saat ini diruangan Khusus Tahanan, ada satu orang pria dari ketiga pria tampan yang ada disana sedang berteriak heboh, sedangkan kedua pria lainnya hanya terdiam dalam lamunannya.


"I-itu tidak wajar! Apa kamu benar-benar serius! Kau sedang halusinasi mungkin! Tidak, aku tidak percaya!" heboh Arcas tidak percaya, tapi walaupun begitu dia merasa sedikit takut saat mendengar cerita dari sahabatnya itu.


Sedangkan Raphael hanya memilih diam, jujur dia sedikit terkejut setelah mendengar cerita sahabatnya ini, mungkin ada rasa tidak percaya dengan kejadian itu, karena dia sendiri juga tau itu tidak mungkin.


"Lalu Raphael apa kamu merasa jika pria yang merebut wanita mu itu juga terlihat aneh, lalu apa kamu tidak merasa jika wanita mu sangat tidak bisa berdekatan dengan manusia?" ucap Keanu tiba-tiba.


"Kau benar apa itu wajar? Aku sedikit penasaran kenapa wanita itu terlihat seperti itu, apa mungkin dia alergi terhadap manusia? Tapi itu tidak mungkin." saut Arcas termenung memikirkan itu.


"Itu tidak mungkin." jawab Raphael tegas sambil menatap kedua sahabatnya tajam, sungguh berani sekali mereka membicarakan wanitanya, apalagi memiliki kecurigaan yang tidak benar!


"Kenapa kamu begitu nyakin? Apa kau tidak melihat saat kamu berdansa dengan wanita itu, dia terlihat tidak nyaman?" Keanu kembali memastikan kecurigaannya.


"Tentu saja aku nyakin, saat di Toilet saja aku memeluknya." ucap Raphael tidak sengaja memberitahukan kejadian saat dia bertemu wanita itu di Toilet kepada kedua sahabatnya.


"What!!" teriak Keanu dan Arcas bersamaan, "Apa kamu pergi kesana hanya karena ingin bertemu wanita itu?!" ucap Arcas tidak percaya.


"Apa kamu sudah berkenalan dengan wanita cantik itu? Siapa namanya?" tanya Keanu dan Arcas berbinar sekaligus penasaran.


Raphael yang mendengar itu hanya bisa menahan amarahnya, karena melihat kedua sahabatnya sangat semangat ketika membicarakan wanitanya, jelas-jelas barusan mereka sedang mencurigai wanita itu.


…………………………………


Jangan lupa Like, Komen, and Vote lagi ya guys


.


.


.


.


.


#Next