
Masih ditempat yang sama, dimana Queen sedang ditahan diantara kerumunan orang-orang posesif.
Saat ini wanita itu sudah benar-benar pasrah, ia tidak lagi memberontak, wanita itu hanya ingin melihat apa yang akan dilakukan anak-anaknya ini kepadanya.
"Tapi sebenarnya aku mau diapakan?" batinnya.
Walau ia sudah pasrah tapi tetap saja rasa takut yang ada pada diri Queen tetap terasa, bagaimana tidak pemandangan ini benar-benar menyeramkan untuk dilihat.
Saat ini terlihat jika salah satu dari anak-anaknya sedang menyelimutinya bagaikan lumpia, tak hanya itu tangannya juga diikat begitu juga dengan kedua kakinya.
Deg Deg Deg!
Orang-orang yang berasal dari keluarga Alaric yang melihat itu ikut merasakan sensasi berdebar sekaligus ngeri, didalam batin mereka, mereka selalu berdoa agar Queen diberi ketabahan dalam melewati masa-masa ini.
Andai Queen sempat membaca batin mereka, sudah pasti wanita itu akan menyemburkan darah dari mulutnya, bagaimana tidak kata-kata mereka seperti sedang menyudutnya.
"Ka-kalian anak-anak durhaka mau apa hah?!" ujar Queen sedikit panik saat tangan dan kakinya diikat.
"Ratu tenang saja, ini tidak akan sakit." ucap salah satu dari mereka dengan nada lemah yang menambah kesan horor.
"Astaga jangan-jangan mereka ingin membedah mataku!!" batin Queen semakin panik.
Seketika wanita itu memaksa dirinya untuk berdiri, dia tidak bisa membiarkan mata cantiknya dibedah begitu saja oleh mereka.
Saat Queen memberontak lagi, anak-anak Queen dengan sigap langsung memeganginya, bahkan bisa dilihat kalau beberapa dari mereka langsung mengeluarkan Aura Perangnya agar mampu menahan kekuatan Queen yang melebihi kekuatan banteng.
"Akkhhh jangan macam-macam kalian!! Lepas, lepas lepas…!!" Queen berteriak tak mau jika pita yang menutup matanya terbuka.
Anak-anak Queen semakin menekan tenaganya, bahkan Aura mereka sedikit berkobar, sungguh tenaga Queen tanpa magis sudah sangat kuat.
"Hahh... Hahh… Ka-kalian yang menonton tolong aku!!" seru Queen meminta pertolongan, jujur dia sedikit lelah.
Namun bukannya mereka menolong wanita malang itu, mereka malah lari terbirit-birit dan menyembunyikan diri agar tidak ditunjuk oleh Queen untuk menolongnya.
Tak peduli harus menyembunyikan diri dimana mereka harus menghindari aktivitas tak lazim didepannya!
Bahkan Tuan Besar Alaric berserta kedua pria lainnya juga langsung mengambil majalah yang ada di atas meja untuk menutupi wajah mereka.
Queen yang melihat jika orang-orang itu menghindar dari penglihatannya seketika dibuat dongkol, "HUAAA… DASAR KALIAN TIDAK SETIA KAWAN!!" teriak Queen menggelegar.
Karena teriakan tersebut, membuat seluruh orang yang ada di Mansion segera keluar dari tempat mereka masing-masing begitu juga dengan Raphael.
Mereka dengan cepat mengikuti asal teriakan tersebut dan melihat pemandangan yang mendebarkan didepan mereka.
Salah satu dari anak-anak Queen yang baru saja datang bertanya kepada orang yang menahan Queen sekarang ini.
"Ehh ada apa ini?"
"Ratu… Ratu sakit parah!!!" seru orang itu langsung.
Mendengar jika Ratu mereka sakit parah, mereka langsung menatap wanita yang sekarang ini sedang memberontak di atas sofa.
Mereka melihat jika terdapat pita yang menutup mata Ratu mereka, melihat itu ekspresi mereka menjadi suram sama seperti ekspresi orang-orang yang menahan Queen.
"Kami akan membantu membuat Ratu sembuh! Ratu tenang saja, ini tidak akan sakit!" ucap mereka serentak seperti sudah janjian saja.
Mereka dengan cepat langsung membawa benda-benda yang tak ada hubungannya dengan ilmu kedokteran. Sebenarnya ada apa dengan isi otak mereka?!
Setelah itu mereka langsung mendekat Queen, ada beberapa dari mereka yang ikut menahannya dan ada beberapa dari mereka yang berusaha melepaskan ikatan pita tersebut.
"Akkhh jangan! Lepaskan aku dasar kalian bodoh!!"
Queen memberontak dengan seluruh tenaga manusianya, wanita ini tidak akan tinggal diam jika mata cantiknya akan dirusak oleh orang-orang tak ada otak ini.
"Ratu lebih baik anda diam dan menurut saja, kami akan menyembuhkan mata Ratu yang sudah membusuk!"
Mendengar itu Queen seketika membeku, enak saja mereka mengatakan jika matanya membusuk, mereka kira dia kena kutukan?!
"PIKIRAN BODOH MACAM APA ITU HAH?!! Mataku tidak membusuk!!" jelas Queen.
"Kami tidak akan percaya, jika Ratu memang tidak sakit kenapa Ratu memakai penutup mata?"
"Hahh? Alasan gila macam apa itu?!" ucap Queen tidak percaya.
Saat Queen sedikit lengah, dengan cepat mereka menarik pita tersebut lawan arah sehingga ikatan tersebut semakin kencang bukannya terlepas.
SREK!
"………" anak-anak Queen.
"Si… Si-siapa pun tolong bawa aku pergi!!" batin Queen berteriak menangis, lalu dibalas cekikikan oleh sisi lain Queen yang ikut prihatin dengan Tuannya.
Beberapa saat suasana di sana yang tadinya berisik seketika sunyi. Tepat pada saat itu Alvarez baru saja sampai dan tidak tau apa yang terjadi saat ini.
Pria itu memang tidak mendengar adanya keributan dari luar Lift karena Lift tersebut kedap suara sehingga suara dari luar Lift tidak akan terdengar dari dalam.
Alvarez menatap mereka dengan wajah bodoh, pria itu memiringkan kepalanya bingung dengan kesunyian ini.
Dengan bingung pria itu membuka suaranya untuk bertanya, "Ada apa ini? Kenapa disini sangat berantakan?!
Queen yang mendengar suara itu langsung menatap wajah bocah yang akan menjadi penolongnya dengan bahagia, "Oh my friend!" batin Queen girang.
Melihat anak-anaknya sedikit lengah, Queen langsung mendorong mereka yang tadi menahannya dengan tenaga kuda.
Saat mereka sedikit terjungkal oleh dorongannya, Queen langsung berdiri dari sofa tersebut. Saat ia ingin menghampiri Alvarez untuk meminta pertolongan tak sengaja dia terpeleset karena selimut yang saat ini sedang menggulungnya bagaikan lumpia.
Tepat pada saat ia terpeleset, ada salah satu dari anaknya yang berusaha menjangkau tali pita yang melekat diwajahnya.
SREET…
Wanita itu terjatuh di pelukan seseorang, dengan tali pita yang sudah terlepas akibat tarikan maut anaknya yang tak segan-segan.
Namun sepertinya wanita itu tak menyadari jika penutup matanya sudah terlepas, "Aduhh…" lirih Queen memegangi kepalanya pusing.
Sesaat wanita itu menyadari jika dia sedang berada didalam pelukan seseorang, ia pun segera berdiri dan menatap pemilik tubuh tersebut.
DEGH!
Bukan hanya Queen saja yang terkejut dengan pemilik tubuh dari orang yang menangkapnya dengan tidak elit, melainkan mereka semua juga ikut terkejut saat Queen mengangkat kepalanya dan memperlihatkan sepasang mata cantik tapi juga aneh dan langka.
Sepertinya akhir-akhir ini mereka sudah banyak melihat hal-hal yang ada diluar nalar, itulah batin orang-orang yang berasal dari keluarga Alaric.
Sedangkan untuk anak-anak Queen, meraka langsung menutup mulut mereka bukan karena takut jika mata Ratu-Nya dilihat oleh manusia karena takut terjadi keributan, melainkan mereka menutup mulutnya karena sangat senang ketika melihat mata indah itu lagi.
Saking senangnya mereka tidak bisa berkata-kata dan terus menatap lensa mata Queen berbinar kagum.
"Ehh?" lirih Queen saat dia menyadari ada yang aneh disini.
"Ada yang tidak benar, ehh! Tunggu jangan-jangan…… mataku!" ujar Queen langsung meraba area wajahnya dan mendapati jika menutup matanya sudah terlepas.
Wanita itu langsung mencari pita nya beserta orang yang menarik pita tersebut, "Wahh…… ternyata si kam*ret ini yang melakukannya!" batin Queen menatap tajam wajah orang itu.
Ternyata yang menarik pita nya adalah wakil dari Alvarez yang sekarang ini sedang tersenyum berbinar menatapnya, sedangkan untuk orang yang menangkap tubuhnya dengan tidak elit adalah……
"What?! Kenapa harus pria ini!" batin Queen seketika ambruk kelantai, sungguh hari yang sial.
Tidak hanya Alvarez saja yang mengalami kesialan dihari ini tapi dia juga ikut kena sial bahkan lebih parah dari bocah tersebut.
Harga dirinya sedikit retak sekarang, adakah orang yang bersedia mati untuk dia jadikan pelampiasan? Hahh... mungkin hanya orang bodoh melebihi orang bodoh yang akan bersedia melakukan itu.
………………………………………………
Jangan lupa LIKE and VOTE 🥺
(Bagi yang mampu aja ya)
.
.
.
.
#Next