The Queen's Destiny Journey

The Queen's Destiny Journey
EPISODE 34



Setelah kepergian anak itu, aku menolehkan kepalaku kearah si Tua bangka cabul itu, dan dengan cepat aku membereskan-nya dengan menggunakan sihir Api Hukuman yang sangat panas, dan api itu tidak akan pernah bisa berhenti kecuali menggunakan kekuatan dari mataku, yah mataku bisa berubah-ubah dan memiliki simbol-simbol aneh disetiap perubahan mataku.


Simbol-simbol itu juga penentu fungsi dan kekuatan dari setiap perubahan mataku, dan karena hal itulah si Tua bangka cabul itu lenyap seketika, begitu juga dengan api hukuman yang aku berikan.


Cepat sekali bukan si Tua bangka cabul itu lenyap? Yah tentu saja cepat, itu karena Api Hukuman bukanlah api biasa, melainkan itu adalah Raja diantara sihir api yang pernah ada, dan hanya aku saja yang memilikinya, lagi pula aku jugalah yang menciptakan sihir itu.


Melihat bahwa tidak ada lagi sampah yang mengganggu, akupun membersihkan bekas-bekas cairan yang ada diatas sofa dengan menggunakan mantra pembersih, dan jangan salah aku ini alergi kotor tau, aku sangat sensitif dengan debu, makanya aku gila kebersihan, jadi aku membersihkan-nya menggunakan kekuatanku.


Yah walaupun aku tau jika kekuatan ku dipakai setiap saat akan menghambat diriku mengumpulkan lagi kekuatan ku yang dulu, lalu kenapa? Aku baru saja membunuh seseorang, dan itu lumayan banyak, jadi kekuatan ku akan bertahan 1-2 hari kedepan. Jadi tidak masalah kan?


Setelah semuanya selesai akupun membersihkan diri, dengan mandi cukup lama, sebenarnya bisa sih aku menggunakan sihirku, tapi aku lebih suka mandi dengan air, bukankah itu lebih alami? Dan pastinya lebih menyegarkan tubuh.


Dan sekitarnya 1 jam lebih akupun berjalan keluar kamar mandi, dan mengambil baju dari ruang dimensi ku, eitss jangan mengira aku menggunakan baju kerajaan, aku tak sebodoh itu, jadi aku tentu saja menggunakan baju-baju yang persis seperti yang ada dibumi, tapi tentu saja lebih bagus, karena bahan dan tangan yang membuat baju ini adalah anak-anak ku sendiri.


Akupun dengan cepat mengeluarkan baju santai dan tidak terlalu mencolok, karena seperti yang aku lihat bahwa sebentar lagi akan malam, jadi tidak mungkin aku mengunakan baju yang bewarna cerah, dan aku dengan cepat memakai baju itu, karena setelah ini aku ingin keluar hotel, dan membeli beberapa makanan, tak apakan jika aku sesekali memakanan makanan rakyat biasa?


Karena jujur saja, aku ingin mencoba hal yang baru, begini-begini aku tuh dulu seorang petualangan tau, jadi aku cukup penasaran dengan hal-hal yang belum aku coba, jadi tidak apa aku sesekali memakan makanan yang seperti itu.


Setelah dirasa siap, akupun keluar kamar dan bergegas keluar dari hotel itu dan mengabaikan tatapan memuja orang-orang yang aku lewati, lagi pula aku sudah biasa dengan ini, dan tak perlu waktu lama akupun sudah berjalan diarea luar hotel dan jalanan itu penuh dengan toko-toko makanan, tapi kebanyakan dari mereka menjual makanan penutup, dan makanan berbau daging.


Yah walaupun aku sudah bosan dengan itu, tapi tidak ada masalah jika aku membelinya, bukankah bumbu disini berbeda dengan yang ada di dimensi ku?


Akupun mondar-mandir kesana dan kemari membeli banyak makanan, dan minuman, serta makanan penutup, dan jangan lupakan cemilan yang aku lewati disetiap jalan akan kubeli, tapi aku hanya membeli satu-satu makanan saja, tidak terlalu banyak, jadi tidak berlebihan saat aku membawanya, lagi pula aku tak se-serakah, dan banyak makan tau!


"Sepertinya sudah cukup, baiklah... kita kembali." ucap ku kepada diriku sendiri.


Setelah itu aku kembali ke hotel dan disepanjang lorong hotel tampak sangat sepi, mungkin karena sudah malam juga makanya sepi, dan aku hanya melihat para lelembut berkeliaran dan melayang kesana dan kesini, dan sesekali membungkuk dan terseyum kearahku, ahh insting mereka tajam sekali yah, mungkin mereka tau kalau aku adalah Ratu dari para lelembut didunia ini.


Aku sudah sampai didepan kamarku, dan dengan malas akupun membuka pintu dan menuju kemeja ruang tamu, setelah duduk akupun mengeluarkan makanan yang aku beli dan memakannya, tapi tak semuanya aku makan, aku menyisahkan beberapa dikulkas ok, aku tak serakus itu paham!


Baik, setelah itu aku segera masuk kekamar dan tertidur setelah mengganti baju santai ku dengan baju tidur. Aku tertidur lelap sampai pagi...


………………………………


Cit... Citt... Cittt... suara burung yang sedang menetap disamping jendela ku atau lebih tepatnya dipohon samping kamar ku berada.


"Sudahlah, aku harus cepat kesana..." ucap ku, kali ini serius. Aku langsung saja berdiri dan membersihkan tumbuhkan menggunakan sihir, dan tidak dengan mandi seperti kemarin, mungkin karena aku sedang terburu-buru, kemudian aku mengambil sisa makanan yang kubeli tadi malam, dan memakan-nya.


Setelah semuanya beres, akupun keluar dari kamar dan menuju kemeja resepsionis untuk mengembalikan kunci kamar, setelah itu aku menuju kepikiran mobil, dan seperti biasa, banyak sepasang mata yang melihat ku dengan kagum, tapi aku cuek-cuek saja.


Buukkk...! Suara pintu mobil tertutup, setelah itu aku menyalahkan mesin mobil menggunakan sisa-sisa sihirku saat ini, aku harus cepat sebelum kekuatan ku benar-benar habis, huhuhu aku tak mau mogok ditengah jalan.


Dengan cepat aku keluar hotel itu, tapi tiba-tiba saja aku kembali mengingat kematian manajer cabul itu. "Emm spertinya mereka masih tak menyadari bahwa menejer mereka ilang... selamanya, Hahahah!" ucap ku, lalu tertawa sinis karena bisa-bisa mereka begitu bodoh, ckckck!


Dan sepertinya jalanan berpihak padaku, karena setiap rute yang kulewati selalu lancar, dan tanpa ada kata macet, aku berkendara sambil menyalahkan radio mobil, dan yah seperti yang kalian pikirkan, pasti hal-hal yang ada diradio adalah sebuah berita, atau tidak yaitu musik, dan sesekali pasti ada iklan.


Setelah menyerahkan radio akupun terus saja berkendara sampai aku mendapat siyal dari lelembut yang mengetuk kaca mobilku, akupun segera mengangguk dan memelankan laju mobilku, dan tiba-tiba sebuah portal kaca muncul didepan ku, dan melenyapkan mobil dan tentu saja akupun juga ikut masuk kedalam sana.


Tapi untung saja lelembut yang baru saja mengetuk kaca mobilku membuat sebuah Mata Morgana, sehingga hal tadi tidak terlihat, begitu juga dengan mobilku yang lenyap tiba-tiba, jika tidak pasti akan langsung gempar jika ada yang melihat hal tadi.


Bayangkan saja jika berita itu tersebar sampai keseluruh Negara Italia, bahkan sampai keluar Negara Italia, wahhh aku benar-benar tidak akan membiarkan-nya!


…………………………………


Ok jangan lupa Like, Komen, and Vote ya guys! Dan terima kasih untuk yang sudah ngelike dan ngevote novel Author....


Bye bye^^


.


.


.


.


.


#Next