
"Heheheheh~ Benar!! Benar sekali, ini... ini rasanya, rasa ingin membunuh yang sudah lama ku pendam!! Hihihihi... sepertinya kau benar-benar beruntung wanita kecil~ Mari jadi mainan ku!!" tawa Queen menggelegar, bagaikan sebuah melodi kematian. Sangat menyeramkan.
Mendengar tawa itu Hewan-hewan Spiritual Legendaris yang ada disana segera pergi menjauh, dan ada beberapa dari mereka yang meringkuk ketakutan.
"Maut!!" seru Alcifer lemas seketika melihat perubahan Queen, yah itu merupakan perubahan asli yang sangat jarang sekali Queen aktifkan, bahwa setaunya perubahan itu hanya sekali saja Queen pernah menampakkan-nya.
'Regina Mutationem Verum Mortem.' itulah nama dari perubahan asli Queen sekarang. Sesuai dengan nama latinnya, Queen sekarang menjadi Mutasi Ratu Dari Kematian Yang Sebenarnya, atau dengan kata lain yaitu Ratu Kematian Sejati.
Dan dengan segera, Alcifer mengaktifkan pertahanan super kuat untuk mempertahankan dinding dimensi yang ada di kerajaan, karena jika tidak... maka semua alam dimensi juga akan ikut hancur.
Mungkin kalian bisa bilang jika dimensi kerajaan itu, merupakan jantung dari semua alam dimensi.
"SERINNGG.....! CREK~ CREEK~, WUSSSRRR!!!" bunyi segel pertahanan yang Alcifer buat memenuhi seluruh kerajaan, suara-nya yang sangat kuat membuat semua orang-orang dimensi lain mendengarnya.
Terlihat perisai berwarna hijau kebiruan menjulang tinggi kelangit, dan mengagetkan orang-orang itu, mereka dengan segera menghampiri tempat dimana menjadi titik segel tersebut, begitu juga dengan orang-orang yang tadinya sedang bertarung didekat Pohon Roh Kehidupan.
Mereka melesat kesana berharap dapat meminta pertolongan, Galssya sendiri juga berfikir hal yang sama, tapi sayang sekali dia sama sekali tak bisa bergerak, bahwa bernapas saja dia susah. Benar-benar menyiksa!
"Gggrrrtt..... Siapa itu?! Siapa yang mengganggu ku!! Heh pasti kau kan Wanita ja*ang! Kau pasti yang membuat perisai ini? Dasar pengganggu!!!" teriak Queen hilang kendali, dia segera melepaskan sihirnya yang berupa Petir Tujuh Tanda Kematian.
"BLLAAARRRRRRTTTT......BUUMMMM!!!!" bunyi ledakan yang sangat kuat itu, Queen arahkan tepat disamping tubuh Galssya, dia melakukan itu karena tidak ingin membunuh mainan-nya dengan mudah. Heh enak saja!
"Ah-ahh-hhhh.....!!!! Hah... Hahh... To-tolong ampuni aku.." ucap Galssya dengan napas terputus-putus, sungguh dia sangat takut, apalagi melihat lubang bekas sambaran petir itu, uhh sangat besar bahkan hampir sebesar sebuah danau.
"Hhuaaahahahaha!!! Lucu.... Lucu sekali, ayok menangislah... mainan ku~ Hihihihi ini sangat menyenangkan! Wuussss~" ucap Queen girang, lalu melesat kebawah dan mendarat tepat didepan Galssya.
Sekarang penampilan Galssya benar-benar seperti seorang pemulung, lihat saja pakaian-nya yang penuh dengan tanah hidup, yang bergerak kemana-mana bagaikan sebuah lintah, menjijikkan.
Queen yang sudah didepan Glassya nampak sedang memikirkan sebuah rencana, yah itu terlihat dari senyum mengerikan yang sudah berberapa kali dia tampakkan, dan sudah pasti rencana yang Queen buat merupakan rencana yang pastinya sangat menyiksa. Kita lihat saja.
"Hihihi~ Hei Mainan ku! Bagaimana kalo kita pindah tempat? Bukankah disini kita tidak bisa bermain dengan leluasa? Tapi sebelum itu.... aku harus membereskan hama ini dulu, jadi tunggulah disini S.A.N.Y.A.N.G aku tidak akan lama~" ucap Queen lembut, tapi bagi orang yang mendengarnya suara lembut itu sangat mengerikan, bagaikan sebuah bisikan setan.
Setelah itu Queen menolehkan kepalanya tepat dimana menjadi tempat persembunyian Alcifer, "Emm~ Hey hewan jelek, sampai kapan kamu mau menonton, ayolah jangan hanya menonton, mari bergabung... pasti sangat menyenangkan jika memiliki banyak mainan~" ucap Queen seram.
"Wusssstt......Sreekkkk~" Queen melesat cepat kearah Alcifer sambil membawa senjata Sabit Bulan Kematian-nya. Begitu juga dengan Alcifer yang keluar dari tempat persembunyian-nya.
"Sringgttt!!.... Tringgg!! ..... Crakkkk!!" bunyi gesekan senjata mereka, senjata itu terus bergesekan, "Huh! Kenapa tak menggunakan Mana mu, wahai hewan jelek?!" ucap Queen mencemoh.
"Dan... kenapa wanita mengerikan seperti kau juga belum mengeluarkan sihir mu?!" ucap Alcifer sinis, dan terus melanjutkan pertarungan-nya.
10 menit berlalu, tapi belum ada satupun dari mereka yang mengeluarkan kekuatan aslinya, dan Queen yang sudah sangat marah karena waktu untuk bermain dengan mainan-nya terganggu, mengamuk dan mengeluarkan sihir kutukan-nya.
"AGGRRHHHH PENGGANGGU SI*LAN!!! AKU AKAN MELENYAPKAN KALIAN SEMUA!! DASAR HAMA!!!!" setelah mengatakan itu Queen mengucap Mantra Kuno Legendaris "Mia~ Fedele~ Torre~ Rendili~ MORTI....!!!!" setelah mengatakan itu seluruh kerajaan bergetar hebat, dan dinding yang Alcifer buat menjadi hancur tak tersisa.
Lalu tiba-tiba saja muncul salah satu Menara Kaca yang merupakan Menara Khusus untuk membunuh pemberontak dan juga Menara yang memberikan kutukan memebeku hati kepada seluruh rakyat kerajaan.
"Ti-tidak... Jangan! Aku mohon hentikan, RatuNa cepat sadar, jangan seperti ini, ini.. menara itu berbahaya! RatuNa!!" panik Alcifer sambil mengubah penampilan-nya kembali menjadi Hewan, dia dengan segera memasuki portal.
Di dalam portal dia masih bisa melihat keadaan yang ada diluar, begitu juga dengan rakyat yang saat ini sedang berlindung.
…………………………………………
Tolong kasih Like and Komen nya^^
.
.
.
.
.
#Next