The Queen's Destiny Journey

The Queen's Destiny Journey
EPISODE 70



Setelah menemukan adiknya, Raphael langsung memberikan perintah kepada anggota pusat perbelanjaan untuk memperbolehkan kembali orang-orang yang ada disana untuk meninggalkan Mall ini.


Mendengar bahwa mereka sudah diperbolehkan keluar dari Mall tersebut, mereka terlihat sangat lega, mungkin karena awalnya mereka berfikir akan terjadi hal yang tidak diinginkan, tapi ternyata mereka malah dapat melihat sesuatu yang sangat mengejutkan.


Mereka juga sama sekali tidak merasa marah karena tidak diperbolehkan untuk keluar, melainkan mereka sangat bersyukur bisa bertemu dengan orang-orang penting seperti Raphael, Devano, dan Felicya.


Lalu bagaimana dengan Queen? Apa orang-orang itu juga merasa sangat bersyukur saat bertemu dengannya? Iya tentu saja, mereka bersyukur karena mereka dapat melihat seorang wanita yang amat sangat cantik, bahkan kecantikan itu sangat langka dibumi ini.


Tapi walaupun begitu mereka sendiri tidak tau siapa wanita cantik tersebut, apalagi mereka dapat melihat jelas jika CEO Besar Sedunia menaruh perhatian kepada wanita cantik itu.


Ada rasa penasaran yang begitu membuncah dihati mereka, tapi apalah daya mereka sama sekali tidak dapat bertanya kepada wanita itu, mengenai hubungan mereka berdua.


……………………………………


"Kevin, ayo pulang." Raphael menarik tangan adiknya sedikit kasar, jujur dia sangat cemburu melihat adiknya dapat memeluk wanitanya dengan sesuka hati.


"Dia memang adikku, tapi aku tetap tidak akan mengizinkannya menyentuh wanitaku!" batin Raphael dingin.


"Kau- Jangan menariknya seperti itu!" marah Queen menepis tangan Raphael kuat, sehingga genggam tangannya terlepas dari tangan mungil Kevin.


"Apa kamu gila?! Dia adik mu, bagaimana bisa kau bersikap kasar seperti itu hah?!" seru Queen menggendong Kevin yang sedang memasang wajah memelasnya keluar Mall tersebut, diikuti juga oleh Devano.


Tapi sebelum menyusul Queen, Deavmo terlebih dulu memberik peringatan kepada Raphael.


"Ingatlah walaupun kau musuhku, tapi aku peringatan untuk lebih berhati-hati dengan wanita itu." bisik Devano menepuk pundak Raphael lalu berjalan menyusul wanita tersebut.


"Dia benar… aku harus lebih berhati-hati dengannya, tapi... adikku juga harus diwaspadai." batin Raphael sedikit cemas, karena dia sendiri sangat hafal dengan sikap adiknya itu.


Adiknya adalah sosok yang juga harus diwaspadai, walaupun dia masih kecil dan terlihat lemah, tapi itu hanya diluarnya saja, sebenarnya dia merupakan sosok yang sangat licik dan bermuka dua, dia sangat hebat dalam mengadu dombakan seseorang.


"Aku akan menyusul mereka, kau pulanglah sendiri." sinis Raphael berjalan cepat meningga Felicya.


"Hemp! Dia selalu seperti itu!" kesal Felicya, "Ya sudahlah kebetulan juga aku ada disini, lebih baik aku berbelanja saja~" sambungnya


Lalu tanpa memperdulikan mereka lagi, Felicya dengan senang hati berjalan memasuki toko-toko yang ada dipusat perbelanjaan ini.


_Ditempat Parkir_


Queen mendudukan Kevin diatas mobilnya tepat dibagian depan, kemudian dia langsung memegang tangan kecil itu lembut.


"Apa kakak mu selalu seperti itu? Apa ini sakit? Apa perlu kakak bawa kamu kedokter?" cerocos Queen khawatir.


"Heheheh...." bukannya menjawab, Kevin malah tertawa pelan saat melihat kakak cantiknya begitu khawatir terhadapnya.


"Eh? Kenapa kamu tertawa?" unjar Queen bingung.


"Aku hanya senang melihat kakak begitu khawatir kepadaku." senyum Kevin imut.


"Ohh okay… jadi jawab pertanyaan kakak, apa dia sering bersikap kasar sama kamu? Apa perlu kakak buat dia lumpuh?" ucap Queen horor.


"Pufft... Ha-haha..." tawa Kevin lucu, "Haha... maaf kak... hahaha...." sambungnya tidak bisa berhenti tertawa.


Queen yang mendengar bocah ini tertawa tiba-tiba langsung paham, pasti anak ini tidak percaya dengan ucapannya jika dia bisa membuat kakaknya itu lumpuh.


"Humph- kau pasti tidak menganggap perkataan ku ini serius bukan?" cibir Queen membalikan tubuhnya sebal.


Kevin yang melihat kakak cantiknya membalikan tubuhnya tidak mau melihat kearahnya langsung panik, "Gawat kakak marah!" batin Kevin sadar.


"Kak bukan begitu, maaf aku hanya merasa lucu saja." jawab Kevin dengan muka memelasnya.


Queen melirik malas kearah Kevin, "Haiss... lucu dimananya? Pasti karena kamu tidak percaya bukan?" ucap Queen masih merasa sebal.


"Tidak! Aku sangat nyakin kakak punya kemampuan untuk itu." jawab Kevin tersenyum hangat yang mampu memadamkan kekesalan Queen.


"Lagipula aku sangat nyakin jika tebakan ku tidak akan pernah salah, kakak cantik ini sangat pantas untuk diwaspadai. Wanita yang mempunyai hawa berbahaya bukankah menarik?" batin Kevin terseyum diam-diam.


"Hari ini sepertinya sangat menguntungkan bagiku!" senang Kevin dalam hati bersorak gembira karena dapat mengadu dombakan kakak cantik itu dengan kakaknya yang sangat pengaturan tersebut.


"Jadi…?" ucap Queen masih menunggu jawaban anak kecil yang didepannya ini.


"I-iya kak... kakakku sangat kasar kepadaku, dia juga suka mengatur ku, apalagi aku sama sekali tidak dizinkan keluar dari rumah... karena itulah aku takut jika ada banyak orang disekitar ku, karena aku tidak pernah bertemu dengan orang-orang, aku selalu dikurung dan dipukul oleh kakak serta semua pembantu dirumah ku..." sedihnya, tapi memiliki jiwa yang licik.


"Apa ini tidak terlalu dibesar-besarkan? Huft.... anak ini aku tidak menyangka dia sangat pintar membalikkan fakta dan licik dalam mengadu dombakan seseorang." batin Queen sudah tau sifat Kevin yang sebenarnya, bahkan dari awal bertemu.


"Tapi… karena aku dapat melihat kau sangat ingin mengadu dombakan aku dengan pria itu, akan kuturuti…" ucap Queen menarik ujung bibirnya tersenyum sekilas.


"A-apa?!! Kakak mu itu sudah sangat keterlaluan! Kevin, kamu tenang saja akan kakak balas semua perbuatan pria sialan itu!" murka Queen palsu.


Kevin hanya bisa terseyum riang karena sangat senang jika rencananya akan berhasil dengan lancar.


"Kakak inilah balasan dari ku karena kau sering membuat ku kerepotan harus menemani wanita tunanganmu itu!" ucap Kevin dalam hati.


Tak berapa lama datanglah kedua pria tampan yang terlihat sedang berjalan cepat kearah sini, seperti sedang berlomba siapa yang akan lebih dulu sampai disana.


Dan ternyata kedua pria itu sampai secara bersamaan, kilas petir dari tatapan mereka terasa sangat sengit, mungkin karena mereka tidak menginginkan hasil yang seri.


"Kenapa kamu disini?" tanya Queen kepada Devano, karena dia berfikir jika bocah ini sudah pulang duluan.


"Tentu saja untuk melihat Bidadari terlebih dahulu sebelum pulang." goda Devano masa bodo dengan tatapan rivalnya yang menyalang kepadanya.


"Tidak tau malu." batin Queen, Raphael, dan Kevin bersamaan.


"Sial sekali, kenapa sih aku selalu dikelilingi oleh orang-orang gila??" heran Queen, "Terlebih lagi mereka semua pria!" unjar Queen dalam hati.


"Kakak aku mau pulang." Kevin berbisik kepada Queen, "Oh? Baiklah ayok pulang." jawabnya.


Langsung saja Queen mengeluarkan kunci mobilnya dan ingin berjalan kearah pintu mobil, namun dia dihalangi oleh pria menyebalkan ini.


"Pulanglah dengan ku." pinta Raphael, "Huh, aku tidak mau!" sinis Queen menolak, namun tiba-tiba tubuhnya diangkat oleh pria itu dan dibawa pergi keluar area parkiran tersebut.


"Hey pria gila lepaskan aku! Woahhh Kevin kemari... susul aku okay!" seru Queen dengan tubuh yang masih diangkat secara paksa oleh Raphael.


"Baj*ngan itu..." gertak Kevin seram, dan cukup mengagetkan Devano yang masih ada disana.


Kevin melompat turun dari atas mobil Queen dan berlari menyusul kedua orang itu, tapi tidak lupa dia sedikit menabrakan dirinya kepada Devano.


"Heh!" dengus Kevin mengejek.


"Ehhhh??? Apa dia anak yang tadi kami temukan? Bukankah dia sangat cengeng? Imut? Kekanakan? Tapi-" tiba-tiba dia menghentikan perkataannya saat menyadari sesuatu.


"Tidak heran jika dia adik dari musuhku, sama-sama berbahaya! Tapi wanita itu juga terlihat berbahaya, jadi apa tidak apa dia bersama kedua orang itu?" bimbangnya.


"Hahh sudahlah, aku nyakin wanita itu tidak akan kenapa-napa, melihat dari sikap pria itu yang sangat perhatian kepadanya… lebih baik aku pulang saja." Devano langsung meninggalkan tempat itu dan menuju ketempat parkiran lain tempat dimana dia menaruh mobilnya.


…………………………………………


Hello guys, Author Up lagi, sorry karena dari kemarin Author jarang Up >_>


.


.


.


.


#Next