
Setalah Queen menyelesaikan perkataannya, pria itu semakin menundukkan kepalanya merasa bersalah. Queen yang melihat itu sebenarnya tidak bermaksud untuk membuat pria ini terluka karena perkataannya.
"Aku tau… tapi jika aku pindah dimensi dimana Ras Elf berada, mereka akan langsung memburuku karena memiliki darah Ras Elf Sejati."
"Itu sama saja mencari kematian." lanjutnya pelan.
"Huff... memang benar, tapi kenapa kau tidak datang saja ke dimensi Seven Glass Power?"
"Di sana kau aman ditambah kau bisa merawat Artefak tersebut dengan baik jika disana." saran Queen yang ternyata bukannya membantu malah semakin membuat pria itu tertekan.
Mendengar nama dimensi terkuat di seluruh semesta ini disebut oleh wanita yang ada didepannya dengan santai, tubuh pria itu menegang.
"Nona kau sebaiknya tidak menyebut nama dimensi itu sembarangan." pria itu menegur Queen dengan wajah yang tidak bisa ditebak.
Queen yang melihat ketakutan yang dirasakan pria itu setelah mendengar nama dimensinya seketika menggelengkan kepalanya lemah.
Segitu takutnya kah mereka kepada dimensinya sampai-sampai gemetar seperti orang yang ingin diambil nyawanya?
"Tenanglah tidak usah setegang itu, lebih baik kau jawab pertanyaan ku dulu." tegur Queen.
"Baik saya ulangi, kenapa kau tidak datang saja ke dimensi Seven Glass Power?" tanya Queen untuk kedua kalinya.
Pria itu pun langsung menjawab pertanyaan Queen dengan lancar, "Itu karena saya pernah mendengar jika bukan sembarang orang yang boleh mengunjungi apalagi menetap di sana. Terlebih aku hanyalah orang yang berasal dari dunia paling rendah di semesta ini, kekuatanku tidak cocok jika harus tinggal disana." jelas pria itu.
Queen yang mendengar alasan yang sedikit mengganggunya, seketika mengerutkan keningnya bingung.
"Anak muda, dimensi itu tidak pernah menilai seseorang dari kekuatan mereka, kau bisa masuk kesana jika ada keperluan yang sangat penting atau sedang merasa terancam diluar sini."
"Jangan pernah merendahkan diri sendiri, ingat kau adalah keturunan Ras Elf Sejati, kau sekarang adalah Raja diantara para Elf yang ada di semua dimensi. Garis keturunan secara tidak langsung itu sudah cukup membawamu untuk menjadi orang besar." ujar Queen serius.
Disisi lain pria yang dinasehati oleh Queen semakin nyakin jika wanita yang ada didepannya memiliki umur yang jauh diatasnya, melihat saat wanita itu memanggilnya sebagai anak muda.
Ditambah pengetahuan dan perkataan wanita itu sangatlah masuk akal baginya. Sungguh dia sangat tidak menyangka bagaimana bisa cucunya memiliki kenalan seperti wanita ini.
Dia nyakin jika wanita itu bukan berasal dari dunia ini melainkan dunia lain, apalagi wanita itu seperti sangat mengenali dimensi terkuat yang ada di alam semesta ini.
Sedikit terlintas jika wanita yang ada didepannya merupakan salah satu rakyat dimensi Seven Glass Power, namun tidak mungkin orang-orang sehebat mereka menetap disini apalagi berteman dengan manusia yang emosinya tinggi seperti mereka.
"Nona benar seharusnya aku menetap saja disana, namun tetap saja itu beresiko karena jika indentitas ku yang memiliki darah ini terbongkar, saya takut jika Ras Elf akan mendatangi saya."
"Ditambah mereka sangat terobsesi dengan darah leluhur mereka, apalagi semenjak Ras Elf Sejati sudah benar-benar hilang di alam semesta ini mereka semakin gencar sekaligus marah karena tidak menemukan tubuh leluhur mereka dimana-mana."
"Heheh siapa bilang jika Ras itu sudah benar-benar punah sampai ke akar?" kekeh Queen membuat pria itu merubah ekspresinya menjadi bingung sekaligus tercengang.
"Ma-maksud Nona apa?"
"Hahaha aneh bukan? Anak muda kau masih kurang pengetahuan, ah bukan hanya kau saja tapi semua yang ada di alam semesta ini pun juga tidak akan mengetahui fakta ini."
Pria itu semakin tidak mengerti apa yang Queen ucapkan, pria itu seketika memasang ekspresi serius dan menatap Queen membara.
"Nona tolong jelaskan semuanya padaku."
"Heheh pasti kau hanya tau jika kita hidup disatu semesta saja bukan?"
Pria itu terdiam sejenak lalu membalas ucapan Queen, "Bukankah memang begitu Nona?"
"Hahhh semua itu salah, sangatlah salah." Queen menghembus nafasnya lalu menggelengkan kepalanya sebagai tanda jika jawaban pria itu salah.
Queen mengembuskan nafas panjang lalu kembali berbicara, "Sebenarnya tanpa kalian sadari kita itu hidup di dunia paling terkecil atau terendah diantara alam semesta lain."
"Jadi intinya di kehidupan ini ada banyak semesta, aku tidak bisa mengatakan jumlahnya ada berapa yang terpenting di kehidupan ini ada banyak semesta, didalam sebuah semesta terdapat banyak dimensi, didalam sebuah dimensi terdapat beberapa planet, dan didalam sebuah planet terdapat jutaan orang yang hidup didalamnya."
"Tapi di dimensi ini planet yang layak ditinggali hanyalah bumi bukan, begitu juga dimensi lainnya yang tidak semaunya bisa ditempati."
Saat Queen menjelaskan fakta tersebut pria itu hanya bisa tercengang sekaligus terkejut setelah mendengar kenyataan yang mengejutkan ini.
Bagiamana bisa ada banyak semesta di kehidupan ini? Dan apa tadi yang wanita ini ucapakan, semesta terkecil dan terlemah?
Bukankah dengan kata lain orang-orang yang tinggal di luar semesta ini jauh bahkan sangat jauh lebih kuat dengan orang-orang yang hidup di alam semesta ini?!
Seketika tubuh pria itu lemas saat membayangkan bagaimana jika ada orang yang menerobos masuk kedalam semesta ini dan membuat kekacauan?
Mungkin hanya sang RatuNa saja yang bisa membereskan orang-orang itu, tapi bagaimana jika orang luar tersebut datang ditempat yang jauh dan jarang didatangi oleh orang dimensi Seven Glass Power seperti bumi.
Dengan kata lain orang-orang yang ada disini hanya bisa pasrah akan kematian mereka.
Queen yang melihat ketakutan yang amat luar biasa dari dalam diri pria itu yang sedikit membangkitkan iblis hati didalam dirinya, langsung menepuk pundaknya menghisap energi jahat tersebut.
"Bodoh! Apa yang sedang kau takuti anak muda? Jangan terlalu menunjukkan emosi kesedihan, ketakutan, dan kemarahan mu, itu akan memancing iblis hati didalam dirimu." tegur Queen mencengkeram kuat pundak pria itu.
"Ah maaf saya tidak menyadarinya." jawab pria itu gelagapan dan langsung mengatur emosinya.
"Lain kali kau harus mengendalikandirimu, aku akan memberikan sedikit informasi jika Ras Elf Sejati sangatlah sensitif dengan unsur kejahatan, mereka yang sudah merasakan hal tersebut bisa saja hilang akal dikarenakan iblis hati didalam diri mereka."
"Ras Elf Sejati memang lebih unik jika dibandingkan dengan Elf biasa maupun Elf kelas tinggi, mereka mahkluk yang berunsur murni dan suci jadi kau tau kan kenapa sangat mudah bagi mereka untuk membangkitkan iblis hati didalam diri mereka?" jelas Queen panjang lebar.
Mengetahui kebenaran tersebut pria itu semakin dibuat kalang kabut, dia tidak tau lagi seberapa luasnya pengetahuan wanita ini, sampai-sampai hal seperti ini yang seharusnya hanya Ras itu sendiri yang tau wanita ini pun mengetahuinya.
"Katakan padaku apa yang membuatmu setakut itu?"
"Itu... saya hanya takut jika orang yang ada diluar semesta memasuki semesta ini, bukankah kata Nona semesta kita merupakan semesta terlemah? Berarti orang-orang di alam semesta lain jauh lebih kuat daripada orang-orang yang ada di alam semesta ini." gugupnya.
"Pufft… Hahaha aduh... kau benar-benar."
"Dengar ya walaupun mereka sangat kuat bahkan kekuatan mereka mungkin lebih kuat dari Tujuh Penjaga Menara Kerajaan Seven Glass Power, akan tetapi mereka tetap tidak bisa masuk begitu saja tanpa seijin penguasa semesta ini."
"Jika pun mereka memaksa mereka harus melewati Hukum Dao Ruang antar semesta terlebih dahulu sebelum masuk."
Mendengar penjelasan itu pria tersebut menjadi tenang kembali, namun dia masih bertanya-tanya siapakah penguasa semesta ini?
……………………………………………………
Yang baik hati Like ya '-'
.
.
.
.
#Next