The Queen's Destiny Journey

The Queen's Destiny Journey
EPISODE 24



"Aku berharap bahwa simbol dan petir ini dapat menyatukan jiwa ku dan jiwa kakak ku, dan aku juga berharga jika petir ini dapat menghidupkan kakak ku kembali... Aku berharap." ucap Pangeran Erlan dalam hati sambil memejamkan matanya.


"ZUZZTTT....... BLLAAAAARRRRRTTT!!!" sambaran petir yang begitu kuat dapat mereka rasakan, orang-orang yang ada disana sangat panik dengan keadaan RatuNa dan Pangeran mereka.


Setelah 20 detik berlalu, cahaya serta kumpulan asap putih menghilang begitu saja, bagaikan tak pernah terjadi sama sekali.


Namun yang pertama kali mereka lihat ada tubuh Pangeran Erlan yang menghilang perlahan lahan menjadi transparan, dan benar saja mereka yang ada disana dengan cepat menghampiri mereka berdua.


"Pa-pangeran ada apa dengan tubuh mu? Apa karena petir tadi?! Ta-tapi kenapa pangeran tak mengelak!" seru mereka cemas.


"Aku berhasil.... Kalian semua tenang saja ini bukan masalah besar, jadi jangan khawatirkan aku..." ucap Pangeran Erlan sambil tersenyum hangat.


"Apa maksud anda Pangeran?" binggung mereka. Namun sebelum bisa menjawab pertanyaan itu, tubuh Pangeran Erlan sudah menghilang.


Mereka yang menyadari hal tersebut semakin dibuat panik dengan menghilang-nya Pangeran mereka, namun kepanikan mereka dihentikan oleh keterkejutan yang luar biasa.


Bagaimana tidak terkejut, RatuNa mereka yang jelas-jelas dalam fase hidup dan mati, sekarang sudah membuka matanya lebar-lebar, bukannya ini gila?!


"Uhhh... kepala kuh?! Eh... tunggu ada apa ini? Bu-bukannya seharusnya aku sedang dalam fase tidur panjang?" merasa ada yang ganjal Queen-pun segera menolehkan kepalanya kearah kanan-kiri, dan betapa terkejutnya dia bahwa tempat ini masih sama dengan tempat terakhir kali dia menutup matanya.


Begitu juga dengan semua rakyat yang merasa ganjal dengan keadaan yang terjadi sekarang ini, mereka mulai berfikir kalau simbol, petir, dan menghilang-nya Pangeran Erlan, ada hubungannya dengan masalah ini?


Jika benar begitu mereka sekali lagi merasa resah karena takut bahwa pemikiran mereka benar adanya. "Apa yang terjadi padaku? Kenapa aku sudah terbangun? Lalu dimana Pangeran Erlan?!" ucap Queen tiba-tiba memecahkan lamunan mereka.


Saat ditanya tentang hal itu, semua orang menjadi kaku, ....sunyi.... itulah yang terdiri saat ini, Queen yang melihat hal itu tiba-tiba merasa tak enak, dia merasa bahwa ada seseorang yang berhaga baginya, telah menghilang untuk selama lamanya.


"Kenapa kalian diam?! Jawab aku!! Apa sekarang kalian menjadi tuli hah?!!" amuk Queen kesal dengan kebisuan yang terjadi.


"Pangeran Erlan tadi ada disini RatuNa, tapi..... tiba-tiba saja Pa-pangeran hilang entah kemana...." ucap salah satu penjaga menara pemberontak.


......Sunyi......


Kesunyian tiba-tiba melanda mereka semua, Queen saat ini sedang menundukkan kepalanya, dan orang-orang yang ada di kerajaan tak berani membuat suara sedikit-pun, sekarang ini mereka benar-benar sangat takut dengan keterdiaman Queen.


"Salah satu dari kalian maju, dan kemari!" ucap Queen tegas dengan tatapan tajam serta dingin. Saat melihat tatapan itu rakyat yang ada disana enggan untuk maju, tapi karena takut membuat RatuNa mereka marah, salah satu dari mereka memberanikan dirinya untuk melangkah maju.


Setelah Queen dan orang itu berhadapan, Queen langsung mengangkat jarinya kedahi orang itu, Queen menyalurkan sedikit eneng QI nya dan melihat ingatan beberapa jam yang lalu.


Namun tiba-tiba saja Queen menarik kembali jari tangannya, dan terduduk lemas, dia sekarang mengetahui fakta yang benar-benar menyakitkan batinnya.


"Hah.. aku... menangis? Ba-baru pertama kali aku menangis.... hah... kenapa sangat sakit...? Erlan maafkan kakak... maaf~" lirih Queen sambil menangis tertahan.


Setelah itu Queen memberikan perintah kepada para rakyat yang ada disana untuk kembali ke Paviliun mereka masing-masing, begitu juga dengan Alcifer yang kembali ke dalam portal.


Dan sekarang yang tersisa hanya Queen dan ketujuh penjaga menara saja. "RatuNa mari kita kembali, jangan bersedih seperti ini, saya yakin bahwa Pangeran pasti tidak menginginkan-nya!" ucap mereka ketujuh penjaga menara.


"Hiks... Baiklah... kau benar dia pasti tidak mengharapkan-nya, aku tak boleh seperti ini, huh... mari kembali." lirih Queen dengan pandangan kosong.


Walaupun dia berkata seperti itu, tapi tetap saja dia tak bisa melupakan kesedihan ini, begitu juga dengan para rakyat.


***************


Setelah 2 hari berlalu, Queen memutuskan untuk membuat sebuah pemakaman yang mewah khas seorang Pangeran, untuk tempat peristirahatan terakhir adik tercintanya.


Yah walaupun Pangeran Erlan meninggalkan mereka, tanpa meninggalkan tubuhnya, tapi tak apa Queen akan membuat kematian Pangeran Erlan seperti kebanyakan orang yaitu dengan cara melakukan pemakaman.


Dan pada saat acara pemakaman itu sudah dimulai, suasana yang ada disana benar-benar sunyi tetapi tidak dingin, karena Queen sebisa mungkin membuat dirinya terseyum dengan lembut dan hangat.


Akan tetapi walaupun senyum itu hampa, dia akan berusaha melakukan-nya apapun untuk adik tercintanya.


Acara pemakaman-pun berlangsung dengan tenang, tetapi penuh dengan luka dihati mereka.


……………………………………………


Jangan lupa Like and Komen ya


.


.


.


.


.


#Next