
"Sudah selesai?" ucap Queen setelah melihat penampilan adiknya rapih.
"Yak! Sudah kak, ayok berangkat." ucap Pangeran Arbelan sambil menyeret Queen menuju ke kereta dengan semangat yang menggebu-gebu.
"Erlan hati-hati" ucap Queen kesal dengan kelakuan sang adik.
"Ayok kak cepat, aku tidak sabar ingin melihat suasana Ibu Kota pasti menyenangkan!" ucap Pangeran Erlan berlari ke arah kereta yang dilapisi permata kaca berwarna Galaxy yang ditarik dengan Serigala Lembah Angin, yang memiliki elemen angin tersebut.
Ketika mereka sudah naik kedalam kereta, tanpa disuruh kereta tersebut langsung melesat ke arah tujuan yaitu Ibu Kota yang ada didaerah perbatasan Klan Tujuh Harta Kaca dan Klan darah Glamour.
***************
Setelah mereka sampai di Ibu Kota tempat tersebut sangat ramai dan dipenuhi rakyat berlalu lalang menjalani aktivitas.
Ketika kereta yang ditumpangi Queen berhenti, seketika itu juga Ibu Kota menjadi sunyi karena kedatangan rombongan kerajaan, setelah itu semua rakyat yang ada disana langsung berbaris dengan rapih menyambut sang RatuNa serta Pangeran mereka.
Mereka sangat senang ketika melihat rombongan kerajaan, karena sudah sangat lama mereka tidak melihat sang Ratu, karena sang Ratu selalu mengurungkan dirinya di Istana.
"Yeyy! kita sudah sampai." ucap Pangeran Erlan sambil mengangkat kedua tangannya keatas saking senangnya.
"Hmm." balas Queen dengan deheman serta senyum kecil yang nyaris tak terlihat karena merasa lucu dengan sikap adiknya itu.
Dengan tidak sabar Pangeran Erlan membuka pintu kereta dan turun dengan senyum yang terus mengembang, sehingga ada beberapa rakyat yang mimisan serta pingsan karena tidak kuat melihat senyumannya itu.
"Kalian kenapa?" ucap Pangeran Erlan sambil memiringkan kepalanya sedikit karena merasa bingung melihat terdapat bercak darah dihidung para wanita muda dan juga melihat ada beberapa gadis yang pingsan karena ulahnya.
Ketika Pangeran Elan mengatakan itu tidak ada satupun rakyat yang menjawab karena mereka merasa linglung seketika melihat paras sang Pangeran.
"Ck! Anak itu" ucap Queen kesal karena sang adik dengan seenaknya turun dari kereta tersebut sebelum memakai topeng yang dapat menyembunyikan paras mereka.
"Jika saja dia bukan adik ku, sudah ku tarik dari dulu otak bodohnya!" gerutu Queen memaki sang adik terus-menerus.
"Kakak ayok turun, sampai kapan kakak disana." teriak Pangeran Erlan kesal karena dia ingin segera melihat-lihat Ibu Kota.
"Anak itu cerewet sesekali! Ingin rasanya ku robek mulutnya, berisik sekali." gerutu Queen sambil turun dari keretanya dengan menggunakan gaun yang berwarna unggu tua serta hiasan yang melekat dirambut indahnya.
Setelah Queen turun semua rakyat disana kembali sadar dan dengan cepat memberikan salam kepada RatuNa serta Pangeran mereka.
"Hormat hamba, kepada RatuNa pemimpin tertinggi kerjaan Seven Glass Power, serta sumber cahaya untuk para rakyat." ucap rakyat yang ada di sana. Di ikuti dengan salam untuk pangeran mereka "Hormat hamba, kepada Pangeran Utama pemimpin tertinggi ke-2 setelah RatuNa dari kerjaan Seven Galss Power, semoga selalu diberikan kesehatan."
Setelah mendengar perintah dari sang Ratu, mereka yang ada disama bergegas pergi menjauh dari Queen dan Pangeran Erlan karena takut mengganggu perjalanan mereka.
"Kak kita ingin kemana?" tanya Pangeran Erlan.
"Mau melihat pelelangan?" ucap Queen ragu, karena dia sendiri binggung ingin kemana.
"Wahh?! Benarkah! Mauuu aku mau kesana kak, aku belum pernah melihat pelelangan." seru Pangeran Erlan berbinar.
"Ya sudah, sekalian aku ingin melihat apa ada barang bagus disana." ucap Queen sambil memasang tampang liciknya itu.
"Ka.. Kakak kau mencurigakan." ucap Pangeran Erlan curiga dengan ekspresi kakaknya itu.
"Heheh.... Kau tau saja, bagaimana kalau kita datang ke acara pelelangan itu dengan identitas rakyat biasa, bukannya menyenangkan?" ucap Queen menyeringai.
"Hah?!! Kakak serius?" ucap Pangeran Erlan merasa aneh dengan sikap kakaknya yang baru kali ini merencanakan hal konyol seperti itu.
"Tentu." ucap Queen yakin.
"Seterah kakak saja, Erlan hanya mau melihat acara pelelangan itu." ucap Pangeran Erlan lesu.
"Bagus!" ucap Queen licik.
"Ayok kita berangkat." ucap Queen sambil mengubah kembali ekspresinya menjadi tenang.
…………………………………………
Jangan lupa Like and Vote ya guys~
.
.
.
.
#Next