The Queen's Destiny Journey

The Queen's Destiny Journey
EPISODE 61



Setelah itu Queen kembali mengabaikan Arcas, "Katakan dimana!" unjar Queen.


"Aku tidak mengerti apa yang kamu maksud!" jawab Keanu menjelaskan.


"Tidak tau? Benarkah? Baiklah aku ingin bertanya, dimana mahkluk menjijikkan itu! Dimana bangsa kalian sekarang!" unjar Queen.


"Makhluk-" gumam Keanu, "Apa dia mahkluk yang sering mendatangiku? Tapi aku sama sekali tidak mengerti apa maksudnya bangsa? Aku juga tidak tau mahkluk itu apa, dan dimana dia." batin Keanu.


"Aku tidak tau, aku tidak mengerti." jawab Keanu menjelaskan, dan berharap Queen dapat memahaminya jika dia sama sekali tidak mengetahui apa yang dikatakan wanita itu.


"Jangan berbohong kaparat! Cepat katakan, atau kau akan mati lebih cepat!" ancam Queen berusaha tetap tenang.


"Aku sama sekali tidak tau!" nyakin Keanu dengan suara pelan, dia sekarang bisa merasakan apa artinya keputus asaan, karena dia sekarang sudah cukup merasakannya.


Namun saat Queen ingin membuka suaranya lagi, tiba-tiba pintu ruangan ini dibuka oleh seorang pria dan dia adalah Raphael.


Raphael yang melihat jika saat ini ada yang aneh dengan mereka sedikit menaikan alisnya, "Ada apa ini?" tanya Raphael.


Keanu yang melihat sahabatnya kembali hanya bisa menghembuskan nafasnya lega bercampur lelah.


"Cih, kau mengganggu ku!" geram Queen menatap tajam penuh hawa mengerikan yang dia lempar kearah Raphael.


Raphael yang melihat itu terkejut, ada rasa resah didalam dirinya saat menerima tatapan itu, tapi dia berusaha menghilangkannya dan mencari tahu apa yang sedang terjadi barusan.


"Kamu kenapa, sayang?" lembut Raphael mendekati Queen namun langkahnya harus terhenti, saat mendengar perkataan dari wanita yang dia cintai.


"Diam disana, dan jangan memanggilku dengan kata itu! Jika tidak kau akan mati bersama kaparat ini!" unjar Queen tajam.


"Dia kenapa?" batin Raphael syok.


Queen berjalan menghampiri Keanu, dia manarik kerah bajunya kasar, "Cepat katakan dimana!"


"A-aku tidak tau." ucap Keanu pelan karena sudah tidak bertenaga, Raphael yang melihat itu segera berlari dan memisahkan mereka berdua.


Dia langsung memeluk Queen erat, dan manariknya menjauh dari Keanu, "Lepaskan aku sialan! Jangan ikut campur jika kau tidak ingin mati!" seru Queen.


"Tenanglah..." Raphael berusaha menenangkan wanita pujaannya, "Tenang? Kau mana tau apa yang aku rasakan!" seru Queen kesal.


Kemudian Queen langsung memegang kuat pergelangan tangan Raphael dan membantingnya kebawah, dan langsung menindih tubuhnya.


Sedangkan Raphael hanya terdiam, dia sama sekali tidak meringis kesakitan atau mengeluh saat dibanting kuat oleh Queen, dia sama sekali tidak keberatan jika harus dibanting oleh wanitanya, asalkan itu dapat membuatnya lebih tenang, dia rela.


"Manusia seharusnya jangan ikut campur!" sinis Queen mencengkram rahang Raphael kuat dengan sorotan mata mengancam.


"Queen~ Berhenti, jangan lanjutkan lagi! Jangan tunjukkan kebencian mu kepada manusia itu! Aku merasa kau sudah salah orang, bayi-bayi itu bukanlah kedua kaparat yang kamu maksud, berhenti bertindak, lalu apa kamu tau? Kamu secara tidak sengaja mengeluarkan Esensi mu! Cepat tarik kembali dan pulanglah!" bisikan itu tiba-tiba menghentikan pergerakan Queen.


Dan yap! Dia adalah sisi gelap dari Esensi kegelapan yang ada pada Queen.


Saat Queen mendengar suara yang sedang memperingatinya, Queen langsung mengentikan apa yang dia lakukan.


"Huft... maaf sepertinya aku sudah salah orang, maaf mengagetkan kalian, maaf karena sudah membuat kekacauan." ucap Queen meminta maaf kepada ketiga pria tampan itu.


"Cih kenapa aku harus meminta maaf kepada manusia? Beruntung sekali mereka bisa mendapatkan permintaan maaf ku." gerutu Queen dalam hati.


Queen bangun dari atas tubuh Raphael dan menarik semua auranya yang secara tidak sengaja dia keluarkan.


Begitu juga dengan Raphael yang ikut berdiri lalu merapihkan pakaiannya, dan membenarkan rambut Queen yang sedikit berantakan.


"Sudah tidak perlu." tolak Queen tapi tidak dihiraukan olehnya. Queen menatap manik mata Keanu yang jelas sekali dia terlihat lemah.


"Aku minta maaf karena tindakan ku tadi, wajah mu mirip sekali dengan salah satu dari kedua kaparat yang aku kenal." ucap Queen menunjuk wajah Keanu dengan pandangan datar.


Dia sekarang mengerti jika wanita ini sangat hebat, menyeramkan, dan juga sangat tidak mungkin disinggung, dia bahkan semakin dibuat penasaran dengan identitas asli wanita ini, tapi dia juga tidak ingin mencari tau, karena takut akan membahayakan dirinya.


Karena masalah sudah selesai, Queen berjalan menuju ketempat Keanu berada, setelah dia sudah sampai didepan Keanu, Queen membisikkan sesuatu yang tidak akan pernah dia langgar.


"Jangan katakan apapun yang tadi kau rasakan, jika tidak akan ku buat kau sengsara diantara orang yang pernah kubuat sengsara! Mengerti?!" bisik Queen penuh dengan ancaman.


Keanu yang mendapatkan ancaman itu hanya bisa mengangguk pasrah, dan dia pasti akan menjaga rahasia ini bahkan dari kedua sahabatnya sekalipun.


"Bayi yang penurut~ Kalau begitu diamlah, aku akan memulihkan mu." bisik Queen lagi, lalu menekan urat nadi Keanu dan menarik Qi yang ada disekitar sini memasuki tubuh Keanu.


Dengan cepat Keanu sudah tidak lagi merasa lemas, dia bahkan merasa sangat bertenaga, dia sungguh tidak percaya bagaimana wanita ini bisa melakukannya, tapi yang pasti itu luar biasa. "Terima kasih." ucap Keanu.


Queen hanya mengangguk pelan lalu menatap wajah Raphael yang terlihat sekali sedang cemburu dengan sahabatnya, karena bisa berdekatan dengan wanita pujaannya.


"Aku ingin pulang." pinta Queen kepada Raphael, tapi belum apa-apa sudah ditolak olehnya, "Tidak."


"Kamu belum makan, makanlah dulu dengan kita." unjarnya cepat, "Jika sudah, nanti ku antar kamu pulang."


"Baiklah." akhirnya Queen menerima ajakan Raphael untuk makan bersama.


…………………………


Mereka berjalan menuju ruang makan utama yang ada disini, tidak lupa Queen akan selalu melihat sekeliling, dan sesekali menilai apa saja yang dia lewati.


Arcas-pun juga ikut menjelaskan apa saja yang mereka lihat, mulai dari barang dan ruangan yang mereka lewati akan selalu dia jelaskan.


Berbeda dengan Raphael yang saat ini sedang dilanda kesenangan, namun sebisa mungkin dia tutupi, dia senang karena wanita pujaannya bisa ikut makan bersamanya, apalagi sekarang ini dia sedang mengenggam tangan lembut wanitanya.


Queen sendiri juga terlihat tidak sadar jika tangannya lagi digenggam olehnya, tapi itu tidak masalah yang penting dia bisa menyentuh tangan wanita pujaannya.


Lalu bagaimana dengan Keanu? Dia ada disamping Arcas yang sibuk berceloteh ria dengan Queen, padahal jelas-jelas Queen sudah mengabaikannya tapi dia sama sekali tidak menyadarinya.


Keanu juga ikut terseyum sekilas ketika melihat sahabatnya yang sudah terpikat oleh wanita luar biasa seperti Queen, dan dia bisa melihat jika sahabatnya sedang dalam suasana hati yang baik.


Dia juga melihat sahabatnya mengenggam tangan wanita itu, bahkan genggaman itu mengartikan bahwa Queen adalah miliknya, dan hanya dialah yang bisa mengenggam tangan lembut itu.


Sungguh lucu sekali kedua sahabatnya ini, mereka terlihat sangat antusias menyambut Queen, walaupun dia juga senang tapi rasa ini kalah dengan rasa hormatnya kepada Queen.


"Wanita yang hebat!" batin Keanu menatap sekilas Queen lalu melempar tatapannya kearah lain, mungkin karena dia masih merasa takut kepada wanita ini.


"Wanita ini apa dia masih seorang manusia? Dia bahkan memiliki momentum yang mengerikan, dia juga bisa menyembuhkan ku hanya dengan menekan urat nadiku saja!" heran Keanu dalam hati.


"Lalu dia tau darimana jika didunia ini ada makhluk-makhluk seperti mereka? Lalu apa wajah ku ini mirip dengan wajah yang dia benci? Huft.... ini benar-benar membingungkan ku!" batinnya merasa pusing.


………………………………


Tolong beri dukungan ke Author ya~


.


.


.


.


.


#Next