
Saat ini Queen dan Alvarez berjalan memasuki pintu masuk acara itu, ditemani oleh Bodyguard-bodyguard yang juga merupakan anak didik Queen yang sudah dilatih untuk menjaga keamanan Queen dibumi.
Mereka trus berjalan memasuki pintu masuk itu, namun tiba-tiba saja "Deegg!" suara detak jantung itu mengehentikan Queen, dan entah kenapa dia merasa sangat resah saat ingin memasuki tempat dimana pesta itu berlangsung.
_POV Queen_
Saat aku turun dari mobil dan melihat sekeliling, ternyata banyak sekali orang yang datang ke pesta ini dan itu sungguh melebih perkiraan ku, jadi beberapa saat aku sedikit ragu mau masuk apa tidak, dan tentu saja aku sedikit ragu karena aku tidak suka dengan manusia-manusia itu, mungkin karena kita berbeda apalagi aku masih belum menyesuaikan diri dengan kehidupan yang ada disini.
Namun saat aku ingin berjalan beberapa langkah lagi untuk masuk kedalam pesta itu tiba-tiba saja "Deegg!" jantung ku berdetak kencang secara tiba-tiba dan hanya sekali saja, dan tentu saja itu mengagetkan ku, dan karena itu aku berhenti berjalan dan terdiam ditempat.
Dan disitu juga aku langsung berfikir, apa yang terjadi padaku? Apakah ini sebuah firasat? Aku merasa sesuatu yang aku cemaskan dulu akhirnya datang lagi, sebenarnya apa yang akan terjadi kedepannya? Aku nyakin dengan insting ku yang mengatakan jika akan ada yang mengusik ketenangan ku, tapi apa? Dan siapa?
"Ada apa?" sura itu tiba-tiba mengagetkan ku, aku menolehkan kepala ku kearah Alvarez yang baru saja bertanya, tapi bukan hanya dia saja yang terlihat penasaran, tapi anak-anak ku yang lain yang bertugas sebagai Bodyguard malam ini juga melihat ku dengan tatapan bertanya.
Sekarang aku binggung harus berkata apa, tapi itu hanya beberapa saat, karena aku langsung menjawab pertanyaan yang dilontarkan Alvarez padaku, "Tidak ada." ucap ku singkat dan berusahalah senatural mungkin.
Karena aku tau bocah itu bisa membaca pikiran seseorang dan dapat melihat apa yang seseorang rasakan dengan melihat pergerakan tubuh orang itu sekilas saja, jadi kerena itulah aku berusah senetral mungkin agar tidak ketahuan.
Dan benar saja dia tidak curiga atau bertanya-tanya lagi, dan itu melegakan, jadi kitapun langsung masuk kedalam pesta itu, dan aku melihat banyak pria dan wanita yang sedang berbincang dan ada juga yang sedang memakai cemilan yang disediakan, dan lain-lain.
_Ditempat Raphael berada_
"Hey, Raphael kau kenapaa?" tanya seorang Pria yang tak lain adalah Keanu yang melihat sahabatnya terbengong tidak seperti biasanya.
Namun saat dipanggil, Raphael sama sekali tidak menjawab dan masih tenggelam dalam pikirannya sendiri, tanpa memperdulikan yang lain.
"Ada apa?" tanya Arcas yang saat ini sedang memegang segelas Wine, sambil meletakkan satu tangannya lagi dipinggang seorang wanita yang ada diatas pangkuannya, yang sedang bergulat manja padanya, dan wanita itu adalah seorang model terkenal dari Spayol.
"Entahlah, akhir-akhir ini dia terlihat sangat aneh." balas Keanu melihat kearah Raphael yang masih saja asik dengan lamunannya, namun percakapan mereka dihentikan oleh suara orang-orang yang ada dilantai satu, dan itu sedikit mengganggu kedua pria itu.
"Ada apa disana?" ucap Arcas penasaran dengan suara berisik itu, yang berasal dari lantai satu.
"Tuan~ Sudahlah jangan dipikirkan, main dengan ku saja…" ucap wanita model itu manja, dan meletakkan kepalanya didada bidang Arcas.
"Ck! Kau pergilah." tekan Arcas kepada wanita yang menurutnya kotor, tapi kenapa dia mau menyentuh wanita itu? Tentu saja hanya untuk melihat apakah wanita itu dapat memuaskan-nya atau tidak, tapi sepertinya tidak, buktinya dia sama sekali tidak sabar dan ingin langsung bermain dengan Arcas.
"Tapi~" jeda wanita itu tidak melanjutkan perkataannya, karena mendapatkan tatapan mematikan dari Arcas.
"Baiklah…" lirih wanita itu, dan langsung beranjak pergi meninggalkan Arcas dan Keanu.
"Kau jahat sekali, setidaknya kamu puaskan dulu dia." ucap Keanu menasehati.
"Diamlah! Mana mau aku memuaskan wanita itu!" sinis Arcas pelan, "Cih dasar tidak punya hati!" gerutu Keanu kesal.
Tapi secara tidak sengaja, Keanu dan Arcas melihat kearah lantai satu yang tadinya sangat berisik, mereka melihat ada beberapa orang yang baru saja memasuki pintu masuk utama, dan pada saat mereka melihat wajah dari orang-orang itu, seketika juga mereka tercengang.
"Gi-gila!! Wanita yang cantik!!" seru Arcas heboh saat mendapati seorang wanita yang menurutnya mirip bidadari, dan benar saja, sepertinya dia sudah jatuh kedalam persona wanita itu.
Raphael yang mendengar teriakan sahabatnya itu mersa terusik dan akhirnya tersadar dari lamunannya, tapi yang dia lihat sekarang malah sahabatnya yang terbengong.
"Kalian kenapa?" tanya Raphael tidak mengerti kenapa mereka terbengong seperti itu, tapi dia sama sekali tidak mendapatkan respon dari kedua sahabatnya, "Hey!" tegur Raphael sekali lagi.
"Cantik, wanita cantik!" gumam Arcas pelan.
Raphael yang mendengar gumaman kecil itu semakin dibuat penasaran, "Hmm... Wanita cantik?" ucap Raphael pelan, "Itu... Kamu lihatlah sendiri." jawab Keanu linglung sambil menunjuk kelantai bawah.
Ketika mendapatkan balasan itu, Raphael segera mengarahkan pandangannya kearah tempat yang ditunjuk sahabatnya, dan seketika tubuhnya merasa kaku saat melihat wanita yang dimaksud oleh kedua sahabatnya itu, dia juga merasa seperti terkena setruman listrik, pada saat melihat sosok wanita yang tidak dia kenal sama sekali.
Namun tiba-tiba terlihat seyum misterius yang ditunjukan Raphael, dia menatap wanita itu lekat-lekat dan sedikit ada kilasan tajam yang dia arahkan kepada wanita itu.
Sedangkan Arcas dan Keanu yang sudah tersadar, melihat reaksi yang dikeluarkan oleh sahabatnya kapada wanita itu, mereka saling melirik satu sama lain, setelah itu mengangguk paham dengan reaksi sahabatnya itu.
Sedangkan Queen yang saat ini sudah berapa dilantai dua dan sedang terduduk sambil meminum Wine-nya, merasa bahwa ada yang menatapnya dengan tatapan yang berbeda dari yang lain, dia juga merasa tetapan itu terus mengikutinya, dan karena itulah dia merasa sedikit tidak nyaman.
Maka dari itu Queen dengan wajah yang datar, langsung melirik tajam kearah tatapan itu berasal dan... "Deegg!" lagi-lagi detak jantung Queen berdebar hebat saat tatapan mereka bertemu, begitu juga dengan Raphael.
Raphael yang mendapati bahwa wanita yang mampu menariknya kedalam sebuah pesona, saat ini sedang menatapnya tajam tapi walaupun begitu bukanya marah, tapi dia malah sangat senang karena wanita itu menyadari tatapannya.
"Ternyata insting wanita itu sangat tajam." batin Raphael sambil terus menatap wanita itu dalam, karena sungguh dia sama sekali tidak bisa mengalihkan tatapannya dari wanita itu, dia juga merasa ingin berkenalan dengan wanita itu.
"Emm, karena kau sudah membuat ku seperti ini, jadi kau jugalah yang harus bertanggung jawab." sekilas terlihat tatapan posesif yang terlintas dari lensa mata Raphael.
Berbeda lagi dengan Queen yang tidak merasakan perasaan yang sama seperti Raphael, melainkan dia merasa cemas, gelisah, dan sedikit terkejut dengan pria yang menatapnya lekat itu, dia... Kenapa sangat mirip dengan wajah pria yang dulu dia temui disuatu tempat, tapi dia sendiri lupa itu dimana.
Dan saat Queen melihat tatapan aneh (Posesif) dari pria itu, seketika dia merasa tubuhnya merinding, dengan cepat dia menolehkan kepalanya kearah Alvarez, dan setelah ini dia tidak mau lagi melihat kearah sana, mungkin karena tidak mau melihat pria itu lagi.
…………………………………………
Jangan lupa Like, Komen, and Vote sebanyak-banyaknya ya guys 😉
.
.
.
.
.
#Next