The Queen's Destiny Journey

The Queen's Destiny Journey
EPISODE 53



Queen yang merasaka jika tubuhnya dipeluk seseorang langsung membenamkan wajahnya didada bidang orang itu, karena dia sendiri tau siapa orang yang memeluknya, yang tidak lain yaitu Alvarez.


"Akhirnya kamu datang-" lirih Queen pelan, setelah itu langsung terjatuh pingsan dipelukan Alvarez.


"Maaf aku terlambat." ucap Alvarez pelan, sambil mengusap rambut Queen pelan.


Sedangkan Raphael yang melihat wajah dari pria yang memeluk wanitanya langsung merasa geram, dia sungguh marah kepada pria itu karena berani-beraninya memeluk wanitanya, sungguh cari mati.


"Lepaskan." ucap Raphael sambil terus menatap wajah wanitanya yang sekarang ini sedang tertutup lemah, dan itu semakin membuatnya ingin selalu melindungi wanita itu, tapi apa-apaan pria itu, dia sungguh menghalangi jalannya.


Alvarez yang mendengar suara dingin itu, menolehkan kepalanya kearah Raphael dan mendapati ketiga sosok pria tampan, dan satu wanita cantik yang terduduk dilantai sambil terus menangis, dan terus menatapnya seperti ingin meminta pertolongan.


Alvarez yang melihat kondisi wanita itu hanya menaikkan sedikit alisnya aneh, "Bukan urusan ku." batinnya tidak peduli.


Setelah itu dia langsung menatap tajam kearah Raphael yang sedang menatap Mama-nya posesif, "Bayi dari mana ini? Lalu tatapan aneh apa itu?" cibir Alvarez dalam hati.


"Lepas." tekan Raphael sekali lagi, sedangkan Alvarez hanya tersenyum lucu melihat sikap pria itu.


"Memangnya kamu siapa?" sinis Alvarez terseyum smirk, Raphael yang mendengar itu hanya dibuat bungkam.


"Tidak bisa menjawab? Kalau begitu diamlah!" tegur Alvarez menatap Raphael benci.


"Lalu kau siapa wanita itu." tanya Raphael sambil menggenggam telapak tangannya menahan rasa cemburu yang membara.


"Bukan urusan mu." tegur Alvarez sekali lagi, lalu menggendong Queen dan berjalan menuju keluar pintu pesta.


"Apa kau pacarnya?" ucap Raphael menebak walaupun dirinya sendiri sulit mengatakannya, dan itu membuat langkah Alvarez terhenti.


"Pacar?" batin Alvarez semakin dibuat lucu dengan pertanyaan itu, "Kalau iya kenapa? Urus saja urusan mu sendiri." ucap Alvarez tidak menjawab pertanyaan Raphael dengan jelas, dan langsung meninggalkan acara itu.


"Sial, pria itu benar-benar cari mati, awas saja kau!" geram Raphael, "Keanu cepat selidiki siapa pria itu!" perintah Raphael mutlak.


"Lalu bagaimana dengan wanita jelek ini?" ucap Arcas jahat. "Bakar saja." saran Keanu kejam, dan itu membuat Elena semakin gemetar ketakutan.


"Tidak perlu, kau bawa dia kerumah sakit." ucap Raphael setelah itu ikut berjalan keluar pesta, dan berniat untuk kembali ke Kasino-nya.


"Apa dia sudah gila?" gumam Arcas tidak percaya jika wanita yang sudah membuat sahabatnya marah masih dibiarkan hidup.


"Sudah jangan bergumam lagi, kau bawa wanita itu dan pergi kerumah sakit." tegas Keanu meninggalkan Arcas sendiri.


"Aku lagi yang repot." ucap Arcas pasrah, dan langsung membuka jas-nya dan segera menaruhnya diwajah Elena, agar orang-orang yang ada disini tidak tau jika Elena sedang menangis, setelah itu Arcas langsung menggendong Elena dengan tidak Ikhlas, menuju kemobil-nya.


……………………………………


_Rumah Sakit_


Sekarang Elena sudah dirawat dirumah sakit elit, dan sekarang Elena ada diruangan VIP untuk dirawat agar bisa membalikan tulang jarinya yang sempat dibuat patah oleh Raphael.


Dan saat ini Arcas sedang membayar tagihan rumah sakit untuk Elena, "Huh wanita itu sungguh beruntung!" batin Arcas kesal karena harus mengantar wanita jelek itu kerumah sakit.


Setelah sudah membayar tagihan rumah sakit, Arcas langsung meninggalkan rumah sakit tersebut, menuju ke Kasino Mafia dimana kedua sahabatnya berada.


……………………………………


_Mansion QueenZell_


Alvarez saat ini sedang manaruh tubuh Queen ditumpukan balok es yang amat sangat dingin, sambil menaruh beberapa tetes darahnya kebalok es tersebut, dan itu berfungsi untuk membalikan kondisi Queen.


"Tidurlah sementara Mama~" lirih Alvarez sambil mencium kening Queen yang saat ini sedang terpejam lemah, tapi wajah cantik itu masih terlihat segar.


Setelah itu Alvarez berserta beberapa anak-anak Queen yang lain segera meninggalkan ruangan itu, dan menuju keruangan utama.


Dan saat sudah sampai diruang utama, Alvarez mengumpulkan semua juniornya yang juga merupakan anak-anak dari Queen.


"Kalian semua segera cari tau siapa pria yang ada dipesta itu, aku merasa dia bukan orang biasa, bukan hanya karena statusnya saja, tapi aku melihat ada partikel aneh didalam dirinya, tapi aku tidak tau itu apa, apalagi aku sama sekali tidak bisa menerobos kedalam batinnya." ucap Alvarez serius, karena terlihat sekarang ini tubuhnya sudah berubah menjadi ras aslinya, dan tidak seperti manusia lagi.


"Baik Master." ucap anak-anak Queen yang lain, sambil tersenyum buas. Setelah itu mereka semua segera meninggalkan ruang utama Mansion, dan kembali ketempat mereka masing-masing.


Begitu juga dengan Alvarez, yang tiba-tiba menghilang tapi muncul kembali dipuncak bangunan tertinggi di Mansion, "Kau menajdi buruan ku selanjutnya." desis Alvarez seram sambil menjilat jari telunjuknya, dan itu menambah poin seramnya.


Karena sekarang Alvarez mengubah wujudnya menjadi wujud aslinya yaitu Ras Mutan yang merupakan gen campuran, begitu juga dengan Alvarez yang merupakan campuran dari gen manusia Qi dan juga gen Hewan kuno yaitu Kalajengking Darah.


Dan itu terlihat dari ekor Kalajengking yang keluar perlahan-lahan dari belakang Alvarez.


………………………………………


"Prankkk!!! Brankkk!!" suara barang-barang dibanting itu berasal dari ruangan pribadi dari seorang pria yang tidak lain yaitu Raphael, yang sekarang ini sedang mengamuk karena wanitanya disentuh pria lain.


"Aaaargh!" ringis Raphael, sambil memegang kedua matanya manahan rasa sakit.


Namun rasa sakit itu tidak bertahan lama, dia kembali manatap cermin yang ada dihadapannya, tapi yang dia lihat adalah matanya mengeluarkan banyak darah tapi itu tidak berbau, melainkan terasa seperti air. Hambar!


"Tokk.... Tokkk... Tokk... Tu-tuan~" suara itu membuat Raphael menolehkan kepalanya kearah jendela yang sedang diketuk tapi bukan dengan tangan, melainkan dengan kepalanya.


"Makhluk-makhluk itu kenapa terus mendekati ku, dan terus memanggil ku tuan?" ucap Raphael tidak mengerti.


"Tu-tuan..." makhluk lain kembali muncul tepat dibelakang Raphael.


"BRANKK!"


"Ck menganggu!" kesal Raphael setelah melempar barang-barang yang ada didepannya kearah makhluk-makhluk menjijikkan itu.


Setelah itu Raphael segera keluar dari ruangannya yang sudah benar-benar hancur, menuju keruangan khusus tahanan, dia berniat menyiksa musuh-musuhnya untuk melampiaskan kekesalannya kepada mereka.


"Raphael ada apa dengan mata mu?" tanya Arcas setelah sudah sampai ke Kasino itu dan mendapati sahabatnya sedang berjalan menuju keruangan bawah tanah, "Lalu dimana Keanu?" tanya Arcas lagi.


"Tidak tau." jawab Raphael singkat dan kembali berjalan di ikuti oleh Arcas menuju ruang khusus tahanan.


Saat diruangan itu, terdengar suara orang-orang menjerit, dan itu benar-benar sangat kencang, "Apa mereka tidak capek berteriak setiap hari?" kesal Arcas sambil menutup telinganya karena terganggu.


"Tanya saja pada mereka." ucap Keanu tiba-tiba muncul dari belakang Arcas dan Raphael.


"Eh... sejak kapan kau disini? Sudah seperti setan saja!" heran Arcas menatap sahabatnya yang satu ini.


"Setan yah?" ucap Keanu melirik kearah Raphael, setelah itu terseyum misterius kearah Arcas, yang malah semakin dibuat aneh.


"Aku terkadang merasa ada yang tidak beres dengan kedua orang ini, mereka kadang-kadang suka berbicara dengan bahasa aneh, tapi pas ditanya mereka tidak tau, seperti orang kesurupan saja." batin Arcas melihat kedua sahabatnya yang sudah berjalan duluan.


…………………………………


"Aku sedikit mengetahui kemunculan bulan Galaxy itu, dan sedikit tau siapa pria yang merebut wanita mu." ucap Keanu pada Raphael.


Mendengar itu Raphael langsung memberhentikan langkahnya, "Oh benarkah?" balasnya menatap wajah Keanu.


"Yah tapi untuk sekarang aku hanya mengetahui sedikit saja, apalagi dengan kemunculan bulan itu." jawab Keanu lagi.


"Nanti kita bicarakan." saut Raphael kembali berjalan memasuki ruang khusus tahanan lebih dalam.


Setelah mereka sudah sampai disana, Raphael duduk dikursi mewahnya sambil melihat para tahanan itu yang sedang disiksa oleh para Mafioso-nya.


"Aku sedkit bingung dengan kemunculan makhluk-makhluk itu." gumam Raphael, "Mereka selalu datang disaat aku sedang marah." gumamnya lagi.


"Kau benar, mahkluk itu juga selalu datang kepada ku, bahkan saat aku sedang berlatih dan tangan ku tergores belati, mahkluk itu akan datang dan tiba-tiba menjilat luka itu cepat, tapi anehnya luka ku langsung sembuh." binggung Keanu, dan sedikit takut dengan sosok menyeramkan dan menjijikkan itu.


"Mereka jelek." hina Raphael, "Benar." balas Keanu menimpali karena memang penampilan makhluk itu benar-benar menyeramkan dan menjijikkan.


"Lalu kemana kamu tadi?" tanya Raphael menatap Keanu yang sedang merenung.


"Aku tadi didatangi oleh makhluk itu, mereka terus mengatakan 'Berhati-hatilah dengan mereka' tapi aku sama sekali tidak mengerti, aku terus berjalan mengabaikan mahkluk aneh itu, tapi mereka sekali lagi mengatakan 'Mereka berbahaya, jangan terlibat dengan mereka' dan walaupun suara mereka tidak jelas dan pelan tapi aku bisa mengerti." jelas Keanu sambil menunjukan raut wajah yang benar-benar terlihat kebingungan.


"Tapi mahkluk itu memang selalu melindungi dan menjaga kita, apa perkataan makhluk itu bisa dipercaya?" gumam Raphael menimbang-nimbang kembali ucapan itu.


"Sepertinya memang benar, tapi aku tidak tau siapa yang dimaksud mahkluk itu." balas Keanu, "Kita saja juga tidak tau siapa mahkluk itu."


"Tapi entah kenapa aku merasa mereka tidak akan membahayakan kita, akupun juga merasa familiar dengan makhluk-makhluk itu." ucap Raphael menyakinkan sahabatnya jika mahkluk itu tidak akan mencelakai mereka.


"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Arcas dengan wajah dingin, yang sudah dari tadi ada diantara mereka, tapi mereka sama sekali tidak merasakan kehadirannya.


…………………………………………


Jangan lupa Like, Komen ya guys


.


.


.


.


.


#Next