
🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Mario melihat kembali intraksi antara Code dan juga L’Arc, dia tidak ingin besannya itu terlalu lama menyelesaikan masalah ini.
“Kenapa kamu melakukkan hal ini?” Tanya L’Arc serius, dan menampilakan wajahnya yang sangat tidak bersahabat.
“Yang mulia saya -“
Sreeekkkkkkkkkkk, dalam hitungan detik dan bahkan tanpa mereka sadari pergerakan L’Arc sudah berhasil memotong tangan kanan Code yang tadi memukul Hanna cucunya.
“Aaarggghhh, Yang Mulia, Yang mulia, saya tidak ingin menyakiti Nona Kecil, saya hanya ingin Yang Mulia Aldo paham bahwa dia sudah berubah, dan - dan.”
Sreeeeekkkk, lagi dan lagi pergerakan L’Arc tidak bisa di tebak. dan memotong satu kaki Code dari lutut ke bawah.
Mario yang melihat itu kini juga ikut mengakui bahwa kecepatan L’Arc yang seperti kilat, membuatnya tidak bisa bermain - main.
“Apa posisimu? Kamu lupa jika kamu adalah seorang pengawal yang tidak berhak mengatur siapa yang pantas untukku dan juga putraku!” Tegasnya, lalu menusuk paha Code yang sudah kehilangan kakinya.
“Aaaaarrrgghhhh, yang mulia, yang mulia, ampuni saya yang mulia, saya -“
Sreeekkkkkkkkkk, lagi dan lagi, L’Arc memotong kaki Code, tidak sama sekali membiarkan pengawal pengkhianat itu menjelaskan apa pun.
“Aku akan menyeretnya ke Vila, kamu duluan saja!” Pinta L’Arc pada Mario.
“Tidak, kita akan jalan bersamaan.” Tolak Mario, karena dia mau melihat kematian Code langsung dengan mata kepalanya.
“Lagian, tujuanmu membawa dia ke Vila untuk apa?” Tanya Mario, yang mempertanyakan tindakan L’Arc yang ingin membawa Code pulang.
“Urusanku dengannya sudah selesai, dan karena Hanna adalah anak Aldo, maka Aldo yang harus menyelesaikan sisanya, tetapi sebelum itu dia harus meminta maaf pada Brina dan Aldo.” Jawab L’Arc yang terdengar cukup masuk akal.
“Baiklah, ayo kita pulang.” Ajak Mario, yang sebenanrnya dia cukup kecewa karena tidak mendapatkan kesempatan untuk membunuh penculik cucunya ini.
Namun, ketika dia baru mau berjalan. Mario tiba - tiba menghentikan langkahnya.
“Ada apa?” Tanya L’Arc yang melihat langkah Mario terhenti.
Mario mengambil pistol kecil yang tersimpan di pingganya.
Doorrrr,,dor,door,dorr,door,dorr ada sekitar 6 kali tembakan Mario arahkan pada orang - orang Code yang bersembunyi.
Mario tidak tahu pasti ada berapa anak buah Code, namun dia tidak mau perduli karena yang terpenting saat ini adalah Hanna.
“Hentikan Mario! Suara tembakanmu bisa membuat Hanna semakin ketakutan!” Tegur L’Arc yang melihat mata Hanna terpejam dan gelisah beberapa kali di saat Mario melepaskan tembakannya.
Mengerti akan hal itu, Mario kembali menyimpan pistolnya, dan menggendong Hanna untuk pulang ke Vila.
Sedangkan L’Arc terlihat menyeret Code dengan menjambak rambut pengawalnya itu. Dia tidak perduli darah yang akan berceceran keluar dari kaki dan salah satu tangannya yang hilang.
Dan tentu saja L’Arc tidak lupa menyumpal mulut Code agar pria itu tidak berteriak kesakitan atau apapun.
Code menahan rasa sakitnya yang begitu luar biasa, apa lagi ketika dirinya masuk ke dalam air, semua lukanya terasa sangat perih, L’Arc benar - benar tidak memberikan ampun padanya.
Sesampainya di Vila, Mario dan L’Arc terkejut ketika mereka melihat sebuah aquarium yang sangat besar dan berisikan puluhan ikan piranha.
Mario melihat menantunya Albert yang berdiri di sebelahnya. “Untuk apa ini?” Tanya Mario pada menantunya.
Albert melihat sosok yang di bawa oleh L’Arc tanpa ke dua kaki dan salah satu tangannya hilang. “Ini untuk pertunjukan anak - anak Dad, tapi ini ?” Tanya Albert yang belum tahu masalah yang ada.
“Ini adalah Code mantan pengawal Aldo yang menculik Hanna.” Jelas Mario pada menantunya.
Albert memang tidak membaca pesan istrinya, karena ponselnya mati. Dan dia juga belum masuk ke dalam rumah dan mendengar permasalahn yang ada.
“Lalu di bawa pulang buat apa?” Tanya Albert lagi. Dan lalu Mario menoleh pada L’Arc bersamaan dengan Aldo, Aiden, Arnon, Alson, Eden dan Stella yang keluar.
“Hanna, Hanna sayang.” Seru Eden, langsung mengambil alih Hanna yang ada di gendongan suaminya.
“Eden, kamu bawa masuk dulu Hanna ke dalam, mandikan dia biar terlihat segar dan obati lukanya!” perintah Stella sembari mengusap rambut Hanna.
“Baiklah.” Sahut Arnon, lalu masuk ke dalam untuk meminta rumah sakit terdekat mengirimkan dokter terbaiknya.
Sedangkan Stella sendiri kini juga ikut masuk ke dalam untuk membantu Eden mengobati Hanna.
“Apa yang ingin Uncle lakukkan pada pengkhianat itu?” Tanya Aiden, ketika melihat Code masih hidup.
“Aldo, sebagai Daddynya Hanna, kamu harus bisa menyelesaikan hal ini.” Ujar L’Arc yang berbicara pada putranya.
Namun Aldo hanya diam saja terpaku, dia tidak berani mengatakan apapun, apa lagi memegang pedang Papahnya.
“Papah boleh melakukkan apapun, tetapi Aldo tidak berani.” Tolaknya, merasa tidak berani melakukan apa pun kepada pria yang sudah merawatnya 13 tahun ini.
“Aldo!” Sentak L’Arc marah. Karena dia tidak ingin anaknya terlihat sangat lemah.
“Kamu itu laki - laki! Kalau pedang maupun pistol saja kamu tidak berani pegang! Bagaimana kamu bisa melindungi anak dan istrimu!” Makinya pada putranya.
L’Arc tidak ingin melihat putranya yang terlalu lemah, dan bisa jadi hal seperti ini akan terulang kembali. Tidak menutup kemungkinan dan musuh mereka tidak hanya satu yaitu Code. Begitu banyak musuh mereka dan dengan Aldo yang seperti ini? Bagaimana dia bisa melindungi keluarganya?
“Pah, tapi -“ Aldo benar - benar tidak berani, sedari dirinya hidup dengan Code dia tidak pernah memegang senjata manapun dan Codelah yang memegangkannya untuknya.
Codelah yang akan melindunginya jika ada seseorang yang berniat menyakitinya.
Plakkkkkkk, L’Arc menampar Aldo dengan begitu keras, tujuannya agar anaknya itu tersadar jika dirinya tidak bisa bergelut dengan perasaan takutnya.
“Kamu jangan terlalu bodoh dan lemah Aldo! Kamu jangan selalu bersembunyi di belakang! Tunjukan, bukan kamu tidak perlu menunjukkan kekuasaanmu sebagai Raja selanjutnya, tunjukan saja tugasmu sebagai seorang Ayah yang melindungi anaknya dan menghukum seseorang yang sudah menculik anakmu.” Tegasnya pada Aldo.
Mario bahkan sampai melongo melihat L’Arc yang memberikan tamparan pada Aldo.
“Sudahlah Uncle, melakukkan hal seperti ini tidak akan mudah untuk Aldo, apa lagi pria itu pernah merawatnya dan di anggap sebagai pengganti Anda semasa Anda tidak di sisinya, wajar jika Aldo terasa berat untuk melakukkannya.” Seru Aiden, yang tidak tega jika L’Arc terlalu keras pada Aldo.
“Benar sekali Uncle, karena tidak hanya Aldo saja yang lemah, tetapi saudara kembar saya yang di sana juga lemah dan sama sekali tidak bisa membunuh orang lain.” Tungkas Albert yang menunjuk pada Alson yang berdiri tidak jauh dari mereka.
”kami akan melatihnya dengan perlahan.” Timpal Aiden lagi, yang akhirnya membuat L’Arc sedikit mereda.
Byurrrr, suara cempulang air yang terdengar membuat semua menoleh ke belakang. Di sana Albert sudah memasukan Code dalam kolam piranha yang tadinya untuk pertunjukan anak - anak. Namun malah dia gunakan untuk membunuh Code.
Ya, masih pertunjukan sih. Hanya saja objeknya berbeda.
“Albert?” Tegur Mario, mempertanyakan kenapa menantunya itu melakukan hal itu.
“Masalah ini cukup sampai di sini Dad, kami semua lapar dan makan malam tadi pasti terhentikan, sudah cukup drama ini dan ayo kita kembali fokus dengan keluarga kita.” Ajak Albert yang tidak mau drama ini sampai di lihat oleh banyak orang.
Akhirnya semuanyapun masuk ke dalam rumah, kecuali Aldo, dia masih melihat Code yang sepertinya sedang mengatakan sesuatu namun terhalang dengan sumpalan kain di mulutnya.
Aldo tahu bahwa Code sedang kesakitan, namun Aldo tidak bisa melakukan apapun. Aldo merasa sangat bersalah, karena Code melakukkan ini mungkin bukan karena keinginannya melainkan karena Aldo yang bersikap tidak adil padanya.
“Maafkan aku.” Lirihnya pelan, menempelkan tangannya pada kaca aquarium itu.
Aldo melihat dengan jelas bagaimana piranha itu memakan tubuh Code yang hanya tersisa sedikit.
Aldo meneteskan air matanya, karena merasa bahwa Code adalah pria baik dan tidak berhak mendapatkan perlakuan seperti ini.
To Be Continue. *
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti **🙏🏻🙏🏻 dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘 *
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh **😭😭😭
Terima kasih🙏🏻🙏🏻