The Mejesty It’S Husband

The Mejesty It’S Husband
Persidangan Brio



🌹 Happy Reading BESTie 😘


Seharian ini, Aldo berada di dalam ruang kerjanya,menjadi seorang bangsawan sekaligus pemimpin sebuah perusahaan, membuat waktunya benar – benar sangat tersita habis.


“Tuan, saya membawakan teh hijau kesukaan Anda, serta cemilan untuk sore ini, sebelum saya akan menyiapkan makan malam,” ucap Code, sambil menuangkan teh ke dalam secangkir khusus Aldo.


“Apa yang sedang dilakukaan oleh putriku?” tanya Aldo pada Code, tanpa sedikitpun mengalihkan pandangannya dari layar komputer.


“Nona Hanna, sedang membuat Henry, Denna, Rini dan juga Mei bekerja Tuan,” jawab Aldo, dengan setia berdiri di sebelah Tuannya itu.


Kening Aldo berkerut mendengar jawaban dari pelayan setianya satu ini, “Bekerja?” tanyanya untuk meyakinkan diri.


Pasalnya, ke empat orang itu memang di pekerjakan oleh Code, hanya untuk menjaga Rumah dari serangan musuh – musuh yang mengincar keselamatan Tuan Muda mereka, agar peristiwa 20 tahun silam tidak terulang kembali.


Sedang di rumah itu, memang hanya Code sajalah yang mengatur semuanya, mulai dari makanan, penataan rumah serta urusan kantor milik Aldo, semua sudah di tangani dengan baik oleh pria itu.


Mulai dari Aldo berusia enam tahun, Code memang sudah dikontrak mati oleh mendiang orang tuanya.


Dan dia berjanji, akan melayani Aldo sampai pria itu mati.


“Ahhh, sepertinya Nona Hanna tadi sedang berpikir bahwa mereka bisa mengerjakan yang lain, jadi Nona Hanna meminta mereka untuk menyiapkan sebuah pesta Tuan,” jelas Code kepada Aldo.


“Pesta untuk apa?” tanya Aldo lagi.


“Menurut Nona Hanna, Anda baru saja kembali dari Surga, dan sepertinya, dia diajarkan untuk melakukkan sebuah perayaan untuk hal – hal penyambutan Tuan,” sambung Code lagi.


Aldo yang mengerti, kini menanggapi dengan anggukan kepalanya pelan, di iringi dengan hembusan nafas yang sedikit berat.


“Apakah kamu sudah melihat pergerakan dari keluarga mereka?” Aldo merasa penasaraan, apa yang Sedang di lakukan oleh Brina dan keluarganya saat mengetahui Hanna telah diculik.


“Menurut mereka, keluarga Phantominve hanyalah hewan pelayan dari ratu kerajaan, tetapi setelahnya saya belum mendapatkan apa – apa lagi Tuan, yang jelas mereka sudah mengetahui identitas Anda sebagai seorang bangsawan.”


“Dan untuk Nona Olla, saya sudah mengirimnya ke daerah terpencil Tuan,” ucap Code, dengan ekspresinya yang begitu tenang, untuk di pandang.


“Tempat terpencil?” tanya Aldo bingung, pasalnya, sebenarnya dia tidak pernah menyuruh Code untuk menyingkirkan Olla atau apa pun.


Karena sebenarnya, wanita itu sama sekali tidak bersalah, melainkan banyak membantu menyembuhkan luka di hati Aldo, setelah kepergiaan Brina.


“Neraka Tuan.” Tidak ada perasaan bersalah sama sekali dari Code, ketika mengatakan hal demikian.


Untuk sejenak, Aldo merasa terkejut dengan apa yang dilakukkan oleh pelayannya tersebut.


“Code, lain kali, kamu tidak boleh bertindak sebelum ada perintah dariku!” ucap Aldo menegaskan tugas Code yang harus mengikuti perintahnya.


“Yes, My Highness,” sahut Code, lalu segera pergi melangkahkan kakinya keluar.


Aldo menyenderkan tubuhnya di kursi, lalu menumpuk ke dua kakinya, dengan tangan yang menyatu di depan wajah.


“Aku ingin melihat Hanna terlebih dulu, sebelum aku pulang lagi ke London,” gumam Aldo, yang lalu beranjak dari posisinya, untuk melangkah keluar dari ruangannya.


Dia tidak ingin menjadi seorang pecundang yang hanya bersembunyi dan menunggu waktunya tiba.


Dia tetap akan kembali dan bahkan ingin langsung bertemu dengan keluarga besar itu semua, dan menyampaikan apa keinginan di hatinya.


Aldo berjalan, melangkahkan kakinya keluar, tetapi, sesampainya dia di luar, dia melihat rumahnya yang sudah seperti taman kanak – kanak, ada balon di mana – mana, ada boneka, ada pita serta banyaknya kain berwarna – warni.


“Oh My Godness,” lirih Aldo pelan, dia benar – benar tidak menyangka, kenapa Hanna bisa berpikir untuk merencanakan semua ini.


“Oh, you So Smart ya Girl,” pujinya pada putri satu – satunya itu.


“Tentu saja, Hanna adalah anak Mommy Brina,” ucapnya dengan penuh bangga.


Aldo yang mendengar hal itu, langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dengan hembusan nafasnya yang tedengar begitu berat, “Aku pikir dari dulu Mommy kamu adalah orang yang paling sering mendapatkan surat SP,” gumamnya pelan, tidak ingin sampai anaknya itu mendengar keburukan mommynya.


Karena merasa bosan, Hanna menarik Aldo untuk keluar rumah, “Daddy, tolong fotokan Hanna di situ dong!” Pintanya pada Aldo.


“Baikalah putri Daddy.” Sahut Brio, sembari mengeluarkan ponselnya dari dalam saku.


Tetapi baru saja Aldo mau memfoto putrinya itu, Code sudah lebih dulu mengambul alih ponselnya. “Biarkan saya saja yang memfotonyanya Yang Mulia.” Ujar Code, yang selalu saja membatasi pergerakan Aldo.


Dan tanpa berpikir panjang apa lagi protes, Aldo membiarkan saja Code yang memotret putrinya itu.


Hanna yang sedang meminta semua pelayan Daddynya untuk berfoto di halaman depan Rumahnya.



Daddy Aldo yang sedang menunggu putri kecilnya selesai sesi foto.



****


Sedangkan di sisi lain, Mario yang di jembatani oleh Brio putranya, setelah dirinya mendapatkan sebuah kenyataan bahwa putranya ini lah yang membantu Aldo hingga bisa membawa kabur cucunya, akhirnya kini bisa langsung bertemu dengan pria itu untuk menyelesaikan masalah mereka terlebih dahulu saat ini.


Braaakkkk, suara gebrakan meja, terdengar begitu nyaring memecah dalam sebuah pertemuan keluarga inti Jonathan.


“Kamu adalah kakak aku, tetapi kenapa kamu tega melakukan itu kepadaku,” Brina yang begitu emosi, ketika mendapatkan bahwa kakak yang seharusnya melindunginya, kini malah berbalik membuatnya menderita.


“Tega apa? Bukankah kamu mendapatkan enaknya,” Brio berkata dengan santainya, tanpa peduli bahwa mereka sedang berada di suasana sulit.


“Brio!!!!” bentak Mario, ketika putranya itu sama sekali tidak pernah serius jika diajak berbicara seperti ini.


“Dad,” sahut Brio, dengan sedikit memperlihatkan rasa kesalnya.


Pasalnya sudah seharian ini dirinya di sidang oleh orang tua dan juga adiknya ini. Bahkan dirinya saja sudah mengakui semuanya dan berjanji akan menjadi jembatan untuk mempertemukan Aldo dengan Daddynya, tetapi masih saja dirinya tidak ada yang mempercayainya.


“Kalian semua itu kenapa? Aku sejak tadi duduk di sini, pertanyaan kalian itu selalu saja berputar – putar di situ, seakan – akan tidak ada pertanyaan lain, selain kenapa mengkhianati Aku? Kenapa begitu tega? Kenapa – kenapa dan kenapa?” umpatnya begitu kesal.


**To Be Continue.


Hey Teman - teman, jangan lupa ya untuk Like, komen, Vote dan Hadiahnya untuk Mimin, agar Mimin lebih semangat lagi untuk updatenya.


Dan jangan lupa juga untuk Mampir ke karya Mimin yang lainnya ya.


Terima Kasih 😘**