The Mejesty It’S Husband

The Mejesty It’S Husband
Niat Jahat Code



🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Setelah perdebatan yang panjang, akhirnya Therese dan Raja L’Arc terlihat sedang menikmati makanan mereka di Taman Paviliun.


Tidak ada yang istimewa, namun terlihat Therese masih begitu takut dengan sang Raja.


“Kenapa kamu tidak menghabiskan makananmu?” Tanya L’Arc pada Therese yang terlihat hanya diam dan mengaduk - aduk makananya.


Therese terdiam, bahkan mulutnya terasa beku karena tidak tahu harus menjawab apa. Dan tentu saja L’Arc merasa marah lagi karena Therese tidak menjawabnya.


Lagi dan lagi L’Arc mengeluarkan pedangnya, namun hanya menempelkannya saja di leher Therese.


Code yang duduk tidak jauh dari posisi mereka, kini tersenyum sembari membaca bukunya. “Salah menjawab, pasti kamu akan mati.” Batinnya, menunggu saat - saat yang sangat menyeyangkan baginya.


“Jawab!” Sentak L’Arc lagi, membuat Therese bingung harus berkata seperti apa.


Dengan cepat Therese menggelengkan kepalanya pelan. “Tidak - tidak Yang Mulia, saya hanya merasa makanan ini tidak cocok dengan lidah saya.” Jawabnya dengan jujur.


L’Arc yang mendengar itu, langsung menurunkan pedangnya. “Saya dari kecil hanya terbiasa makan - makanan yang sederhana Yang Mulia, makanan paling mahal yang saya makan adalah ayam, kalaupun mau makan ayam keluarga saya harus menabung lebih dulu, jadi ketika saya di suguhkan daging dengan Kwalitas yang sangat mahal, sepertinya perut saya menolaknya Yang Mulia.” Jelasnya lagi, dan kali ini L’Arc cukup terdiam tanpa mengatakan apa pun untuk membalas perkataan Therese.


“Mulai saat ini kamu harus biasakan!” Tegasnya membuat Therese terdiam dengan ke dua matanya yang mengerjap - ngerjap tidak karuan.


Sedangkan Code sudah merasa kepanasaan karena Sang Raja tidak jadi membunuh wanita pelayan itu.


Code berdiri dari duduknya, namun terus memperhatikan Therese dari jauh. Code melihat Sang Raja yang sudah lebih dulu berdiri dan meninggalkan Therese di meja makan sendiri.


“Sepertinya ini adalah saatnya.” Gumam Code, lalu mendekat ke arah Therese dengan niat membunuh wanita itu.


Namun, ketika dia baru saja sekali melangkahkan kakinya, tiba - tiba dia terhenti ketika membanyangkan wajah Rajanya yang pasti akan sangat marah kepadanya.


“Ahhhh sial.” Umpatnya lalu kembali masuk ke dalam Istana untuk menenangkan pikirannya.


Sedangakan di meja makan, Therese kembali bergeming dengan perasaannya sendiri, apa lagi ketika Sang Raja tadi pergi, beliau mengatakan agar Therese menyusulinya ke kamar.


“Apa yang harus aku lakukkan sekarang? Kenapa Raja memintaku ke kamarnya?” Batin Therese bertanya - tanya, ketika dia berpikir untuk tidak mau menuruti kemauan sang Raja, namun dia juga tidak mau mati.


Sudah 10 menit Therese berkubang dengan pikirannya, dan akhirnya dia memilih untuk bangkit dan melangkahkan kakinya menuju kamar Sang Raja.


“Kenapa kamu berdiri di sana? Apakah aku menyuruhmu menjadi patung di sana?” Tanya L’Arc lagi.


“Baik Yang Mulia.” Jawab Therese, dan mulai memberanikan dirinya mendekat ke ranjang tempat di mana Sang Raja sedang berbaring dengan buku yang sedang dia baca.


Therese kembali menggulung - gulung tanganya di ujung bajunya. Dia merasa takut sekali dengan situasi ini. “Aku tidak harus mengatakan atau memerintahkan lagi kamu untuk duduk kan!” Perintah L’arc lagi, namun diabaikan oleh Therese, perasaan takutnya membuat dirinya tidak bisa berpikir dengan begitu jernih.


L’Arc menghela nafasnya, lalu meletakkan bukunya di atas mejanya, dan melihat Therese masih saja berdiri di sana.


Dengan gerakan cepat, L’Arc menarik tangan Therese hingga terjatuh di atas tempat tidurnya.


“Aaahhhhh, Yang Mulia! Saya mau di apakan?” Teriaknya, meronta ketika dirinya sudah berada di dalam pelukan Sang Raja.


“Sstttttt.” L’Arc menyuruh Therese untuk diam, dan seketika Therese terdiam karena tidak mau dirinya mati karena membuat Sang Raja marah.


“Kamu tahu, hanya dirimu dan tubuhmu ini saja yang baru ada di atas tempat tidurku selain aku sendiri, belum ada wanita yang pernah menidurinya.” Ungkap L’Arc namun membuat Therese malah menyeritkan keningnya bingung.


“Iya maaf Yang Mulia, kalau begitu saya akan berdiri sekarang.” Balas Therese, dan kembali mencoba untuk lepas dari kakungan sang Raja.


L’Arc tersenyum ketika Therese yang sudah ada di dalam pelukkannya, malah terus menerus meronta untuk lepas.


“Kalau kamu tahu, kamu adalah wanita yang beruntung, kenapa kamu tidak diam sekarang dan menikmati posisi langkah ini?” Tanya L’Arc dengan wajahnya yang menahan kesal karena Therese yang terus menerus meronta walaupun gerakannya pelan. Namun L’Arc masih bisa merasakan kalau Therese meminta untuk dilepaskan.


“Karena saya tidak ingin dalam posisi ini Yang Mulia, posisi ini terlalu Ekstream untuk saya dan saya hanyalah seorang pelayan Yang Mulia, saya tidak bisa seperti ini.” Jawabnya dengan jujur, karena dia memang benar - benar merasa kurang nyaman dengan posisi yang begitu dekat dengan kulit Sang Raja.


To Be Continue. *


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti **🙏🏻🙏🏻 dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘 *


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh **😭😭😭


Terima kasih🙏🏻🙏🏻