The Mejesty It’S Husband

The Mejesty It’S Husband
Masa Lalu Part II Bagian Satu



🌹 Happy Reading Bestie 🌹😘


FLASH BACK ON


Sudah lima bulan ini, hubungan antara Aldo dan Brina terlihat semakin membaik, Brina yang tadinya hanya ingin berhubungan sehari saja dengan pria itu, kini tanpa sadar dirinya terjebak dengan perasaannya sendiri.


Apakah ini Cinta? Apakah Brina mencintai Aldo? Dirinya sendiri tidak bisa menjawabnya sama sekali.


Apa lagi, di setiap harinya mereka selalu bertemu tanpa pernah absen sama sekali, seperti malam ini, Brina yang baru saja pulang dari party temannya.


Aldo merasa kesal, karena Brina masih tidak mau mendengarkannya sama sekali. Dia sudah sering kali melarang Brina untuk meminum Alchol dengan jumlah yang banyak, tetapi gadis itu sama sekali tidak bisa dilarang, karena semakin dilarang, oleh Brina malah akan semakin dikerjakannya.


“Aldo,, hemmm, stoppppp!!! Aku pengen muntah,” teriak Brina, ketika dia merasa tubuhnya bergoncang kuat karena Aldo yang menggendongnya bagaikan karung goni.


“Brina,, Brina stopppp!! Jangan muntah dulu. Ini sudah mau sam –“


“Hueekkk,huueeekkk,” tanpa mendengarkan larangan Aldo, Brina langsung memuntahkan semua isi perutnya tepat di baju Aldo.


“Brinnnaaa,” Umpat Aldo, benar – benar Merasa capek menghadapi sikap Brina selama ini.


Aldo tidak ingin lagi tubuhnya menjadi tempat penampungan untuk Brina, akhirnya dia memilih untuk segera mempercepat langkahnya agar bisa meletakan Brina di apartemennya.


Beruntung dirinya memang Dia sudah tahu Pasword apart milik gadis ini, kalau tidak kemana dia akan membawa Brina yang dalam kondisi mabuk seperti ini.


“Ahhhh menyebalkan sekali,” ucap Aldo yang, akhirnya berhasil meletakan Brina di kamarnya.


Lalu dia pergi ke kamar mandi untuk segera membersihkan tubuhnya, sembari menunggu orang suruhannya membawakan baju ganti untuknya.


Tingg,, tonggg, suara bel apartemen berbunyi, Aldo yang mendengarkan suara itu langsung bergegas membuka pintu tersebut.


“Masuklah,” ucapnya pada seorang pria yang terlihat memakai jas berwarna hitam, dengan tatapan tajam ke arahnya.


“Baik, Tuan,” ucap pria yang merupakan asisten pribadi dari Aldo.


Lalu kemudian Aldo berjalan masuk ke dalam salah satu kamar yang berada tepat di sebelah kamar Brina untuk mengganti pakaiannya.


“Malam ini saya menyiapkan Salmon, slide daging serta kentang yang di siram dengan saus keju Favorite Anda Tuan,” Seru pelayan tersebut, sambil menyiapkan semua yang dibutuhkan oleh Tuannya.


Aldo yang sedari tadi hanya diam, kini mulai duduk di meja makan milik Brina, ketika pelayannya telah menarikkan kursi untuknya.


“Code, apakah kamu membawa Denna turut bersama mu?” Tanya Aldo pada pelayannya tersebut.


“Iya Tuan, dia ada di luar,” Jawab Code, sambil mempersiapkan teh khusus untuk tuannya itu.


“Denna, gantikan pakaian untuk Brina! Pastikan dia nyawan menggunakannya,” Perintah Aldo pada pelayan wanitanya itu.


“Baik, Tuan Aberline,” Balas Denna, dan langsung bergegas masuk ke dalam kamar Brina.


“Tutup mulutmu! Dan layani aku!” Perintah Aldo lagi.


“Baik, My Lord,” Jawab Code, yang pasti sudah tidak akan berani membantah lagi.


Keinginan dan perintah dari Aldo memanglah yang paling mutlak untuk kehidupannya. Bahkan jika Aldo meminta nyawanya saja, pasti dia akan segera memberikannya kepada Tuannya satu itu.


***


Setelah semuanya selesai, serta Aldo yang selesai menghabiskan makan malamnya yang terlambat karena ulah Brina.


Kini Aldo meminta untuk Code dan Denna segera pulang balik, agar Brina tidak melihat keberadaan orang lain ketika bangun nanti.


Aldo yang merasa lelah, kini hanya diam saja terduduk di sebuah kursi tinggi yang berada di balcon.


Dengan kaki yang bertumpuh, serta tangan yang menopang kepalanya, Aldo merasa bingung dengan semua ini.


Kenapa semua teman – temannya bahkan Brina sendiri, terlalu membanggakan sebuah kedudukan CEO atau pemimpin sebuah perusahaan, sungguh sangat meresahkan sekali dunia ini.


“Apakah aku harus membeli perusahaan juga?” tanyanya pada diri sendiri.


Dan di saat dirinya diam merenungkan nasib dirinya sendiri, tiba – tiba saja ada seseorang yang menyentuh tubuhnya dari belakang.


“Kenapa kamu bangun?” tanya Aldo dengan sinis kepada Brina yang sepertinya mulai kembali sadar.


Brina yang melihat ekspresi Aldo, kini mulai bertingkah iseng, dengan duduk di pangkuan Aldo, dengan posisi ke dua kakinya melingkar di pinggang pria itu, sehingga ke duanya terlihat dalam posisi yang sangat intim sekali.


“Brina, jangan bermain – main denganku!!!” Aldo memberikan peringatan kepada wanita yang mulai bergoyang – goyang tidak jelas ini.


“Kenapa? Bukankah kamu juga menginginkannya?” ucap Brina, seperti menantang Aldo untuk melakukan hal tersebut.


Brina yang hanya menggunakan sebuah dress tidur, langsung menariknya ke atas untuk membukannya. “Kamu dengan berani mengganti pakaianku dan melihat seluruh tubuhku kan, hem,” ucap Brina lagi.


“Nampaknya kamu salah paham,” seru Aldo menyadarkan Brina dari hal kegilaan ini.


“STttttt,” Brina lagi – lagi Tidak mendengarkan Aldo, hingga akhirnya dia kembali memancing hasrat Aldo, hingga mereka melakukan hal yang tidak seharusnya pada Malam itu.


**To Be Continue.


Hey Teman - Teman, cuman mau ingatin, untuk Like, Komen, Vote dan Hadiah untuk Karya mimin ini ya. agar mimin terus semangat updatenya.


Dan jangan lupa untuk mampir ke karya Mimin yang lainnya ya.


Terima Kasih 🙏🏻😘**