The Mejesty It’S Husband

The Mejesty It’S Husband
Peringatan Kematian



❤️ Happy Reading Bestie ❤️


Seharian ini Brina dan Eden sudah berada di Klinik kecantikan, namun anehnya Mommynya membawa pulang mobil milik Brina, dan membiarkan Brina pulang sendiri untuk menunggu jemputan.


“Duhh, lama banget sih.” Keluh Brina, melihat jam tanganya yang sudah menunjukkan angka 6 sore.


Tidak lama kemudian terlihat mobil miliknya muncul di hadapannya. “Kan, Mommy kembali lagi.” Lirihnya pelan, dan langsung masuk membuka pintu mobilnya.


“Kamu!” Tekannya, ketika melihat sosok Aldo yang berada di belakang kemudi mobilnya.


Aldo hanya menaikan sedikit alisnya, karena merasa engga menjawab apa - apa saat ini. “Mommy kemana?” Tanya Brina, yang lalu masuk ke dalam mobil miliknya.


“Tadi Mommy ke kantor, dan meminta pulang bersama dengan Code, sedangkan aku di suruh untuk membawa mobilmu untuk menjemputmu.” Jelas Aldo dengan sejujur - jujurnya.


Brina menganggukan kepalanya pelan, lalu meminya Aldo untuk jalan. “Kita makan dulu ya, aku udah lapar banget soalnya.” Pinta Brina, yang menunjuk ke arah Kanan di simpanganan jalan.


Lagi - lagi Aldo cuman mengikuti saja kalimat Brina, tanpa menjawab sama sekali.


“Kamu kenapa? Kamu terlihat begitu lelah,” Brina, menyadari sikap Aldo yang saat ini terlihat hanya diam saja dan tidak banyak bicara.


Aldo melirik sedikit ke arah Brina, dan lalu menggelengkann kepalanya pelan. “Tidak, aku biasa saja.” Ucap Aldo dengan wajah yang datar.


“Kamu kalau ada masalah cerita saja,” ucap Brina lagi, mencoba perhatian kepada Aldo.


Sontak saja Aldo menyeritkan keningnya bingung dengan kalimat Brina. “Kamu memangnya yakin mau berbagi masalah denganku?” Tanya Aldo sedikit menyindir.


“Tentu saja, Kan aku istrimu.” Jawab Brina tegas. Namun reaksi Aldo hanya tersenyum kecil sembari menggelengkan kepalanya pusing.


**


Setelah itu perjalanan mereka hanya hening saja, hingga mereka telah sampai di sebuah restoran bintang lima yang terdapat di dalam sebuah hotel.


“Kenapa makan di sini?” Tanya Aldo dengan heran.


Brina hanya tersenyum, lalu berjalan lebih dulu dari Aldo menuju Resepsionis untuk Chek in sebuah kamar royal suite.


“Aku hanya merasa bahwa kita akan menginap di sini malam ini.” Ucap Brina, ketika dirinya sudah mendapatkan kunci untuk kamar yang dia minta.


Hotel ini adalah hotel milik Daddynya, jadi dia memang bebas mau Chek in ataupun Chek out. Aldo yang tidak mengerti apa yang akan di lakukkan oleh Brina. Kini hanya mengikuti saja kemana wanita itu melangkah.


Sesampainya di dalam kamar, Aldo yang memang sedari tadi merasa pusing, kini langsung berbaring di atas tempat tidur.


Sedangkan Brina memilih untuk duduk di sofa, dan menatap ke arah Aldo dengan diam.


“Makanan kita akan siap dalam 30 menit,” ucap Brina pada Aldo. Mengingatkan pria itu agar tidak tertidur, karena mereka akan mendapatkan makan malam mereka.


Aldo kembali hanya diam saja, dan sama sekali tidak membuka matanya. Brina yang kesal langsung beranjak dari duduknya dan ingin melangkahkan kakinya keluar.


“Kamu apa - apaan sih, lepasin!!” Pinta Brina, ketika mendapatkan tangan Aldo yang sudah melingkar sempurna di perutnya.


“Biarkan seperti ini dulu, aku butuh punggungmu untuk bersandar.” Balas Aldo, yang sontak membuat Brina terdiam.


Merasakan punggungnya basah, Brina langsung membalikkan tubuhnya, dan membiarkan Aldo menempatkan kepalanya di pahanya lalu mengelusnya.


“Kamu nangis?!” Tanya Brina, yang bisa merasakan bahwa suaminya ini tengah menangis di pangkuannya.


“Hari ini tepat 15 tahun kejadian kebakaraan yang merenggut nyawa ke dua orang tuaku itu terjadi.” Ungkap Aldo, yang membuat Brina langsung mendapatkan intinya, bahwa hari ini juga adalah peringatan hari kematian orang tua Aldo.


Meskipun jahat, tapi Brina masih mempunyai hati untuk mengetahui betapa sedih hati Aldo ketika dirinya ditinggal pergi oleh orang tuanya.


“Aku sedih, aku marah, aku kecewa pada diriku sendiri, karena sampai detik ini, aku belum bisa membalas kematian mereka, pada orang yang dengan sengaja membakar Istana milik keluarga Phantominve.” Timpalnya lagi, yang kini membuat Brina semakin mengerti, dari mana sikap dingin Aldo selama ini.


Yang ternyata menyimpan sebuah trauma yang sangat menyakitkan. “Memangnya apa yang sudah kamu lakukkan untuk mencari tahu siapa pelakunya?” Tanya Brina, sembari terus mengelus kepala Aldo, agar pria itu bisa merasa lebih tenang.


“Banyak,” jawab Aldo singkat.


Brina terlihat merasa kasihan pada suaminya, ternyata nasib buruk menimpa pria malang itu sewaktu kecil. Dan akhirnya dia paham, kenapa Aldo begitu tergantung pada Code, karena pria itu memang sudah merawatnya sedari kecil.


“Brina, maukah kamu tinggal di Istana milik keluarga Phantominve? mendiang orang tuaku pasti sedih kalau memgetahui istananya mereka saat ini kosong.” Ajak Aldo, menatap Brina penuh harap.


“Aldo, aku -,”


“Aku akan meminta Code untuk mencari banyak kandidat pelayan, agar kamu bisa mengatur istana sebagai layaknya Mamah mengaturnya dulu.” Ucap Aldo lagi, membuat Brina merasa bingung.


Dirinya sama sekali tidak memiliki Etika sebagai bagian keluarga kerajaan, apa lagi mengetahui bahwa ternyata keluarga Phantominve adalah salah satu dari silsilah keluarga pemimpin kerjaan Inggris.


“Aku akan berunding terlebih dahulu dengan Daddy dan Mommy, setelah itu aku akan memberikanmu keputusan.” Jawab Brina, yang belum bisa memberikan sebuah keputusan.


Aldo melirik ke arah Brina, dan lalu menganggukan kepalanya pelan. “Baiklah, aku memberikanmu waktu sampai besok sore untuk berpikir, dan aku harap jawabannya adalah Iya.” Tungkas Aldo, yang lalu bangkit dari pangkuan Brina.


“Besok pagi, kita akan berkunjung ke makam keluarga Phantominve, kamu mau ikutkan?!” Pertanyaan Aldo, yang terdengar seperti perintah.


Brina menjawabnya dengan anggukan kepalanya, karena situasi yang membuatnya bisa menjawab iya saja.


”hufft merepotkan saja.” Batin Brina yang sebernanya kesal, namun tidak mengungkapnya di depan suaminya.


To Be Continue.


Hey teman - teman, jangan lupa ya, untuk Like, Komen, Vote dan jika berkenan memberikan Hadiahnya untuk Mimin. Agar mimin lebih semangat lagi updatenya, biar gakmalas - malasan lagi.


Terima kasih 🙏🏻