The Mejesty It’S Husband

The Mejesty It’S Husband
Menemukan Code Dalang Penculikan Hanna



🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Setelah mempersiapkan semuanya, kini Mario dan L’Arc mulai berjalan keluar menyusir pantai dengan di dampingi Alson yang akan memperlihatkan di mana tempat mereka menemukan mayat suster dan bodyguard tadi.


“Di sini, di sini Uncle, saya san Uncle Arnon menemukannya.” Seru Alson, menunjukkan tempat yang menjadi titik terakhir mereka kehilangan jejak Hanna.


Mario menganggukan kepalanya pelan, “baiklah, sekarang kamu boleh kembali ke Vila.” Pinta Mario, agar Alson tidak lagi mengikuti mereka.


Alsonpun mengerti, jika kini tugasnya sudah selesai, dan dia harus balik dari pada menganggu ke dua tetuah itu dalam menyelamatkan Hanna.


***


Melihat Alson yang sudah pergi meninggalkan tempat. Mario kini fokus pada L’Arc yang terlihat hanya diam saja dan memandangi sebuah bangunan yang terlihat seperti rumah, namun bisa juga di bilang Gudang.


“Aku yakin inilah tempatnya.” Ujar L’Arc penuh keyakinan.


“Bagaimana kamu yakin jika ini adalah tempatnya?” Tanya Mario pada besannya itu.


Lalu L’Arc menunjuk bangunan itu, “ini adalah ciri khas istanaku, bangunan ini di buat untuk menuju ruang bawah tanah, dan menyembunyikan persembunyian untuk politik - politik atau barang langkah yang ada di kerajan.” Jawabnya, menjelaskan pada Mario, dan mengingatkan Mario jika Code juga adalah pengawal kerajaan.


Mario terdiam, lalu L’Arc menganggukan kepalanya pelan, dia mendekat ke arah bangunan itu dan terlihat bangunan itu otomatis terbuka.


Baik Mario maupun L’Arc, mulai melangkahkan kaki mereka untuk masuk ke dalam, dan terlihat begitu panjang peti yang menjadi pandangan mereka untuk pertama kali.


Ke duanya terus saja berjalan, sampai mereka menemukan sebuah lift. Namun, ketika Mario baru ingin masuk, terlihat L’Arc menahannya. “Jangan masuk dulu!” Ucapnya menahan langkah Mario.


“Kenapa? Kita tidak bisa berlama - lama untuk bersantai, kita ke sini tujuannya mau menyelamatkan Hanna.” Protes Mario, ketika langkahnya di halangi oleh besannya ini.


“Kalau Code mengambil ide bangunan dari istanaku, maka kamu bisa menaiki Lift ini, tapi kamu tidak akan bisa naik lagi, karena seseorang yang mempunyai sidik jarinyalah yang bisa masuk dan keluar dari lift ini.” Ungkap L’Arc lagi.


Mendengar semua penjelasan L’Arc, akhirnya Mario sedikit mulai paham, ternyata kekuasaan L’Arc bukan di dasari oleh kekuatan melainkan dengan kepintaran. Pantas saja Aldo unggul di pelajaran namun kalah di bela diri.


“Lalu bagaimana? Kita sudah berkeliling ke sinu namun kita belum menemukan Hanna maupun pengawal sialan itu?!” Tanya Mario tergesa - gesa, tidak ingin membuang waktunya untuk terus berpikir.


L’Arc melihat kode yang ada di sebelah lift, dan mencoba menekan angka tanggal kematiannya. Dan syukurnya itu terdeteksi.


“Kenapa? Kenapa kamu sangat mudah membuka sandinya?” Tanya Mario sedikit heran.


“Karena tekhnologi ini menggunakan 5 sandi yang berbeda, walaupun tadi bukanlah sandi sebenanrnya, tapi sepertinya Code meletakan sandi lain untuk berjaga - jaga, jikalau dirinya di dalam posisi genting.” Jawab L’Arc lagi.


Dan Mario terlihat seperti orang bodoh yang tidak tahu apa - apa dengan dunia Tekhnologi itu.


Tidak mau banyak berbicara lagi, akhirnya L’Arc dan Mario memberanikan diri untuk masuk ke dalam lift itu.


Mario dengan perasaan Marahnya dan rasanya ingin menghabisi Code, sedangkan L’Arc dengan perasaan tenangnya dan mencoba untuk berdiskusi dengan Code.


Dua perasaan yang berbeda, namun sama - sama berniat untuk menyelamatkan cucu mereka.


***


L’Arc berusaha mencari ke sana dan kemari, begitupun dengan Mario, Namun mereka terlihat sama sekali tidak menemukan Code dan juga Hanna.


Mario mulai merasa frustasi, namun tidak dengan L’Arc yang terlihat masih sangat tenang, dan terus mencari Code dan Hanna.


“Sepertinya mereka tidak di sini.” Ungkap Mario, yang juga di jawab dengan anggukan kepala oleh L’Arc.


“Sepertinya begitu, kalau begitu kita coba keluar dan mencarinya di dalam hutan.” Seru L’Arc lagi. Dan Mario kini kembali mengikutinya.


Mario mengakui bahwa Code benar - benar sangat pintar. Pria itu benar - benar berani menculik Hanna di saat semua keluarga sedang berkumpul. Dan sekarang menyekap Hanna yang pastinya sudah jelas membuat dirinya harus menyetor nyawa.


Mario sudah pasti tidak akan pernah memaafkan pria itu, dan dia pasti akan memotong tangan Code yang sudah begitu berani memukul cucunya.


****


Padahal ke duanya terlihat sangat hening, dan tidak ada bersuara memanggil Hanna.


Namun, tiba - tiba saja, Mario mendengar suara air yang menandakan bahwa mereka dekat dengan sungai dan meminta L’Arc juga ikut mendengarnya.


“Kita coba menyusurinya dulu.” Ucap L’Arc pada Mario.


Mereka berdua kembali menyusuri hutan dan menemukan sebuah sungai. Mereka menyeberangu sungai itu, dan kembali memasuki hutan lebih dalam lagi.


“Hiskkkk,,hiskkk,” suara tangisan terdengar begitu samar.


Mario sangat mengenali suara itu, “itu, itu suara Hanna.” Lapornya pada L’Arc dan mencoba mencari sumber suara.


“Di sana,” ucap L’Arc menunjuk arah barat daya dari mereka.


Mario menganggukan kepala, lalu mulai berjalan mengikuti suara yang semakin lama semakin jelas.


Di saat sudah mau sampai, lagi - lagi L’Arc menahan langkah Mario. “Ada apa lagi? Ini kita mau menyelamatkan Hanna!” Kesalnya pada L’Arc yang terlihat ragu menghukum pengawalnya yang sudah berkhianat itu.


“Biar aku yang mengurus Code, kamu bawa Hanna saja, dan fokus menyelamatkan Hanna.” Pinta L’Arc pada Mario.


Awalnya Mario terlihat ragu mengiyakan permintaan besannya yang satu ini. Namun, Mario juga yakin setelah semua kesakitan yang L’Arc dapatkan sampai dia harus kehilangan Theresa tidak mungkin jika L’Arc mau memaafkan Code.


Dan akhirnya Mario memilih tidak mau memperpanjang diskusi mereka dan membiarkan saja apa yang mau di lakukkan oleh besannya itu.


Setelah mendapatkan persetujuan dari Mario, kini mereka kembali berjalan dan melangkahkan kaki mereka untuk menemukan Hanna.


****


“Hanna,” teriak Mario, ketika melihat Hanna yang sedang duduk dengan tangan dan kaki yang terikat serta mulut yang di sumpal di samping perapian


“Beraninya kamu!!!!” Mario ingin menyerang Code yang duduk di depan Hanna.


L’Arc menahan, dan mengingatkan Mario tentang perjanjian tadi.


Code yang melihat wajah L’Arc kini terkejut sekaligus bingung. “Ya - ya - yang mulia.” Ucapnya, lalu berlutut menyembah L’Arc seperti sedang menganggungkan L’Arc sebagai raja.


Mario yang melihat hal itu langsung menolong Hanna dan membuka semua ikatan yang membuat tangan dan kakinya memar.


Hanna menangis, namun tidak bersuara, membuat Mario merasa khawatir dengan Hanna yang seperti ini.


“Sayang - sayang, sayang, GrandIo ada di sini menyelamatkan Hanna, nanti kita pulang ya sayang, kita pulang ketemu Mommy dan Daddy.” Sahut Mario berusaha menenangkan cucunya. Mario menggendong Hanna, dan merebahkan kepala cucunya itu di pundaknya.


Di lihat dari sikap Hanna, Mario khawatir jika cucunya ini akan trauma dengan kejadian ini.


To Be Continue. *


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti **🙏🏻🙏🏻 dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘 *


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh **😭😭😭


Terima kasih🙏🏻🙏🏻