The Mejesty It’S Husband

The Mejesty It’S Husband
Perkumpulan Keluarga Besar



🌹 Happy Reading Bestie 😘


Seperti yang dinginkan oleh Mario tadi, kini semua yang sudah dinanti, telah hadir dan duduk rapi di meja makan.


Mario, memang sengaja menyiapkan party dinner di dekat kolam renang, agar suasana pembicaraan nanti tidak terasa kaku dan tegang. Apa lagi di antara mereka, ada sosok Grifrin yang bisa membuat suasana hangat menjadi dingin seketika.


Terbukti saat ini, di saat yang lainnya tengah berbahagia, menikmati kebersamaan mereka, yang jarang mempunyai waktu berkumpul seperti ini, berbagi makanan di atas. Griffin yanh duduk tepat di sebelah Mario, kini hanya diam saja, dengan tangan yang saling menggengam tepat di depan wajah, dengan meja yang menjadi tumpuan, tanpa sedikitpun ada niat untuk mengajak salah satu dari mereka yang ada di sana untuk berbicara atau sekedar basa basi.


Tengg,,tengg,tengg, suara gelas yang dibunyikan. Agar mereka semua menatap kea rah Mario.


“Perhatian semuanya, izin meminta waktunya sebentar ya.” Seru Mario dengan raut wajah bahagianya.


Ketika semuanya telah menatap kea rah dirinya, barulah Mario kembali meletakan gelas dan sendok yang tadi dia gunakan untuk memukul gelas tadi.


“Saya mengumpulkan kalian semua di sini, sebenarnya untuk merayakan kebahagian saya. Atas pernikahaan putri bungsu saya, Gabrina Jonathan dengan Aberline Phantominve yang biasa kita panggil dengan sebutan Aldo, yang merupakan keturnan bangsawan dari keluarga Phantominve.” Ucap Mario menatap putri dan menantunya dengan tatapan yang begitu hangat.


“Welcom, to Our family,” timpal Eden, yang juga ikut memandang kea rah Aldo.


Plokkk,,plokkk,,plokkk,,plookk, suara ricuh tepukan tangan terdengar begitu meriah, di susul dengan ucapan selamat dari mereka semua.


“Terima kasih, terima kasih banyak semuanya, terima kasih.” Sahut Brina, dengan senyuman yang begitu manis, dan pastinya tidak akan pernah ada yang mengira bahwa senyuman yang tepancar itu, adalah sebuah senyuman palsu.


“Terima kasih, terima kasih.” Aldo juga ikut menimpali.


“Mari bersulang semuanya.” Seru Alson, yang merupakan anggita keluarga yang paling terlihat bahagia di acara itu.


Baginya, Brina adalah adik iparnya yang juga harus dia jaga, setelah perginya adiknya Albert.


Sontak saja, semyanya mengangkat gelas mereka yang berisikan whisky itu masing – masing, terkecuali Griffin yang tetap diam di tempatnya, tanpa ada ketertarikan sama sekali di acara ini.


Jika bukan karena paksaan dari Mario dan Brio, tentu saja dia tidak akan pernah mau berada di dalam situasi ini.


Cherrrsss,,cherrsss,,cherrss, tengg,tengg,,tengg, suara penyatuan gelas yang begitu khas dari perkumpulan ini, membuat suasana menjadi semakin hangat.



“Dan di acara ini juga, saya ingin mengatakan hal penting kepada kalian semua, jika saya Mario Jonathan, pemilik seluruh saham di kerajaan bisnis Amo’s Group, menyatakan untuk pensiun dari dunia bisnis, dan akan menyerahkan tanggung jawab perusahaan kepada tiga pewaris yang sudah saya tunjuk, serta mendapatkan pembagian saham yaitu, Brio Jonathan memiliki saham 35%, Aldo Phantominve 25% dan yang terakhir Griffin Emilo Jonathan Manopo, memiliki saham sebesar 40%, dan Saya juga telah membagikan perusahaan dengan mereka bertiga yang akan menjadi Ceo di perusahaan yang berada di bawah naungan Amo’s Group.” Ungkapnya, dengan begitu bangga memperkenalkan tiga pewarisnya yang akan meneruskan kerjaan bisnis yanh selama ini telah dia bangun dengan penuh perjuangan.


Bagi Mario, ini sudah saatnya, bagi generasi – generasi keturunannya, yang melanjutkan perjuangnya dalam mengelolah kerajaan bisnis ini.


Dan Mario juga, sudah menilai pembagian ini sangatlah adil, mengingat jika dari awal seharusnya Griffinlah yang memegang saham terbesar di perusahaannya.


Tentu saja Brina yang mendengar namanya tidak disebut, tiba – tiba saja berdiri dari duduknya. “Daddy, apa Daddy tidak salah? Aku anak Daddy loh, bukan Aldo, tapi kenapa Daddy memberikan saham sebesar 25% itu kepada Aldo? Kenapa tidak padaku atau Hanna Dad? Dia bahkan –“ Brina belum sempat menyelesaikan aksi protesnya, Brio sudah lebih dulu menyenggol kakinya, serta menarik tanganya untuk kembali duduk.


“Jaga sikapmu! Atau tidak semua yang ada di sini akan tahu, jika hubungan kalian tidak baik – baik saja.” Bisiknya, memberikan peringatan pada adiknya.


“Tidak bisa, ini tidak bisa, kalau aku cerai dari Brio, otomatis aku kehilangan saham 25% ini, dan –“ batinnya berkecamuk, memikirkan bahwa ketika mereka pisah, maka pasangan baru Aldolah yang akan menikmati harta Daddynya.


“Saya tidak berhak menerima ini semua, Tuan Mario, lebih baik berikan saja sahamnya pada Brina, karena dia adalah anak Kandung Anda.” Ucap Aldo, yang masih terasa kaku dalam hubungan mertua dan menantu.


Dia merasa sangat tidak enak, dengan keadaan ini, apa lagi Brina sampai protes di depan orang banyak karenannya.


“Daddy begitu yakin, bahwa Aldo pasti akan menjaga serta, bertanggung jawab dengan apa yang daddy berikan kepadanya.” Mario berkata, untuk menenangkan putrinya, dari racsa cemas yang berlebihan. Tanpa tahu, bahwa putrinya sedang pusing serta takut jika ada orang lain yang menikmati harta yanh harusnya menjadi miliknya.


“Apa yang dikatakan oleh Daddy kamu itu benar, Brina, apa lagi Aldo adalah suami kamu, jadi Aunty rasa, tidak ada yang perlu dikhawtirkan lagi.” Suara Stella ikut memberikan Nasehat, karena dia juga merupakan salah satu dari tetua di sana.


Brina sama sekali tidak perduli, dia benar – benar marah, karena Daddynya begitu berani memberikan Aldo saham perushaann yang tidak seharusnya diberikan kepada orang asing.


To Be Continue.


Hey teman - teman, jangan lupa ya, untuk Like, Komen, Vote dan jika berkenan memberikan Hadiahnya untuk Mimin. Agar mimin lebih semangat lagi updatenya, biar gak malas - malasan lagi.


Terima kasih 🙏🏻