
❤️ Happy Reading Bestie ❤️
Selagi menunggu Hanna yang sedang mandi, Aldo mengecup singkat kening Brina. “Apa masih mual?” Tanya Aldo pada Brina, dan hanya di jawab dengan anggukan kepala oleh istrinya itu.
Aldo menghela nafasnya, “kamu ganti baju aja deh, aku yang akan mengawasi Hanna di sini.” Ucapnya Pada Brina.
“Memang kamu bisa?” Tanya Brina dengan perasaan tidak yakin.
“Bisalah,” jawab Aldo yang terlihat begitu yakin.
“Pasang kancing baju sendiri aja kamu meminta sama Code,” ucap Brina lagi, membuat Aldo menyeritkan keningnya menatap Brina.
“Jangan meragukanku! Kamu terbiasa sekali meragukan orang lain.” Ujar Aldo, dan langsung membuat Brina hanya mampu mengedikkan bahunya singkat.
“We never know,” Brina berucap sembari bangkit dari duduknya.
“Aku ganti baju dulu kalau gitu.” Pamitnya pada Aldo.
“Iya, jangan lama, anaknya sudah mau siap, kamu baru mau ganti baju.” Seru Aldo, namun sama sekali tidak diperdulikan oleh Brina.
****
Sesampainya di depan kamar, Brina melihat ada seorang pelayan yang berdiri dengan nampah yang ada di tanganya. “Kalian sedang apa di sini?” Tanya Brina merasa bingung.
“Kami membawakan tea hangat buatan dari Tuan Code, sesuai permintaan dari Tuan Aldo nyonya.” Jawab mereka dengan sedikit menundukkan kepalanya pelan.
“Oke, kalian boleh pergi sekarang!” Perintah Brina, setelah mengambil segelas tea yang mereka sajikan.
***
Setelah itu barulah Brina kembali melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar. Antara bingung dan tidak ada pilihan lain lagi. Brina tidak tahu harus bagaimana sekarang.
Apakah dia akan pergi ke dokter atau tidak? Tapi bagaimana kalau dirinya sampai ketahuan?
“Sudahlah, pergi saja Brina, kamu mau terus menerus muntah seperti itu?” Tanyanya pada diri sendiri.
Dan akhirnya Brina memilih untuk bersiap untuk pergi bersama dengan Aldo.
Tidak memerlukan waktu lama, kini Brina terlihat berpakaian simple, karena dia takut suami dan anaknya menunggu.
“Mommyyy,” teriak Hanna, ketika melihat Brina yang sedang berjalan menghampiri mereka di meja makan.
“Hallo sayang, sudah siap berangkat ke sekolah?” Sahut Brina, tak lupa mengecup kening putrinya itu.
“I’am ready mommy,” balas Hanna dengan begitu excited.
Brina tersenyum, lalu mencari sosok Mommy dan Daddynya. “Ehm, Mommy dan Daddy kemana?” Tanya Brina dengan salah satu pelayan di situ.
“Tuan Besar dan Nyonya besar tadi pagi keluar Nona, tetapi mereka tidak mengatakan akan kemana.” Jelas pelayan tersebut.
Brina menganggukan kepalanya mengerti. “Okelah kalau begitu, sus siapkan barang - barang Hanna! Dia akan berangkat sekolah sekarang!” Perintah Brina pada Susternya Hanna.
“Oke good,” ucap Brina.
“Apakah semua sudah siap?” Tanya Aldo yang terlihat dari luar, sepertinya dia habis meminta pelayan untuk menyiapkan mobil.
“Sudah Dad, Hanna sudah siap,” serunya, lalu turun dari kursi menghampiri Daddynya.
“Baiklah kita pergi sekarang,” balas Aldo, yang lalu menggendong Hanna dan berjalan ke depan, untuk memasuki mobil yang telah siap.
“Loh kok pakai mobil ini? Mobil Velfirenya mana?” Tanya Brina, ketika mobil yang tersedia hanya sedan Marcedes Benz milik Aldo.
“Katanya 2 sudah dipakai, dan 3 sedang di service,” jawab Aldo, membuat Brina kembali menganggukan kepalanya mengerti.
“Hari ini Daddy yang nyetir ya, Daddy yang nyetirin Mommy dan putri cantik Daddy.” Ucap Aldo pada putrinya.
Lalu dia mendudukan putrinya di kursi Baby memang khusus usia Hanna, dan tak lupa dia memasangkan sabuk pengaman untuk putrinya.
“Sudah?” Tanya Brina, ketika dia sudah duduk dengan rapi di depan, samping pengemudi.
“Sudah,” jawab Aldo, lalu lihat ke belakang menatap Hanna yang di sampingnya ada Susternya.
Tidak menunggu waktu lama, Aldo sudah mengendarai mobilnya, memecah jalan di antara keramaian yang ada.
Beruntungnya pagi ini tidak ada macet atau sejenisnya, dan itu membuat perjalanan semakin cepat sampai di sekolah Hanna.
Aldo turun dari mobilnya, untuk membantu putrinya membuka seat beltnya, lalu Menggendong kembali putrinya itu, untuk menghampiri Mommynya dari luar. “Bye Mommy, i love you.” Muaachhhh, pamitnya pada Brina lalu mengecup singkat bibir Mommynya itu.
“Bye sayang, Mommy menyayangimu,” balasnya dengan penuh senyuman.
Aldo tersenyum, lalu melangkahkan kakinya mengantar Hanna sampai di depan pintu sekolah.
“Hallo Hanna, di antar siapa hari ini?” Tanya Missnya yang merupakan guru sekolahnya.
“Daddy,” jawab Hanna, lalu duduk di kursi kecil yang disediakan.
“Oke, kita cek dulu ya.” Setiap sebelum masuk ke dalam kelas, memang setiap murid harus melewati sesi pemeriksaan dulu, seperti memeriksa tangan, kaki, suhu badan dan lain - lainnya tepat di depan yang mengantar sekolah.
“Oke, kita foto dulu ya,” ucap Miss itu lagi. Guna membuat laporan jika muridnya sudah memasuki sekolah pagi ini.
“Bye Hanna, sekolah yang rajin ya. Bye - bye,” pamit Aldo, ketika Hanna sudah masuk ke dalam kelasnya.
“Lihatin Hanna ya Sust!” Perintah Aldo pada Susternya itu. Sebelum dia kembali melangkahkan kakinya menemui Brina yang menunggunya di mobil.
“Kita ke rumah sakit sekarang ya,” ucap Aldo ketika dia sudah sampai di mobil, dan mau tidak mau Brina hanya bisa menganggukan kepalanya sebagai jawaban iya.
To Be Continue.
Hey teman - teman, jangan lupa ya, untuk Like, Komen, Vote dan jika berkenan memberikan Hadiahnya untuk Mimin. Agar mimin lebih semangat lagi updatenya, biar gakmalas - malasan lagi.
Terima kasih 🙏🏻