The Mejesty It’S Husband

The Mejesty It’S Husband
Masalah Yang Lebih Rumit



❤️ Happy Reading Bestie ❤️


Merasa Brina tidak balik - balik ke bawah, Aldo kini kembali melangkahkan kakinya untuk melihat apa yang sedang di lakukkan oleh Brina, sampai dia tidak balik - balik ke bawah.


“Sayang,” panggilnya, ketika dirinya sudah membuka pintu kamar.


“Ohhh, dia sedang tertidur.” Ucapnya lagi, ketika melihat sosok istrinya yang sedang tertidur pulas di atas tempat tidur.


Aldo perlahan berjalan mendekati istrinya untuk melihat wajah cantik itu dari dekat. “Sebenarnya kamu kenapa? Kalau ada yang salah kamu bisa bilang! Jangan jauhin aku seperti ini.” Gumam Aldo, sembari mengelus puncak kepala istrinya yang sedang tertidur.


Aldo sedari tadi merasa gelisah, dan takut jika Brina benar - benar akan menganggapnya sebagai orang asing seperti ini.


Aldo terus menerus berpikir, kesalahan apa yang sudah dia perbuat sampai - sampai istrinya harus marah seperti ini.


Merasa tidak mendapatkan jawaban apa pun, Aldo memilih untuk bersantai di balcon kamarnya. Dia memandangi langit yang masih terlihat tidak menampakkan Bintang sama sekali.


“Mengapa hujan tidak kunjung turun juga?” Tanya Aldo entah pada siapa.


Sepertinya hari ini hidup Aldo penuh dengan tanda tanya, bahkan langit mendung tetapi tidak turun hujanpun menjadi pertanyaan baginya, mengapa dan kenapa.


Tokkkk,,tokkk,,tokkk, suara ketukan pintu membuat Aldo menoleh sejenak. “Siapa?” Tanyanya, namun tidak ada yang menjawab. Sampai orang di luar itu berkali - kali mengetuk pintunya.


Aldo merasa kesal, karena orang itu tidak sama sekali menyahutinya, namun mungkin saja itu adalah hal penting. Dan dengan rasa malasnya, Aldo berjalan membuka pintu kamarnya dan melihat sosok Code yang telah berdiri di sana.


“Ada apa?” Tanya Aldo pada pengawalnya yang paling setia itu.


“Maaf Tuan Aldo, ini saya ingin mengatakan bahwa ada Nona Marina di bawah.” Ucap Code, memberitahukan kepada Aldo.


“Marina?” Tanya Aldo lagi, merasa tidak yakin bahwa yang dibicarakan itu adalah Marina yang dia kenal.


“Iya Tuan, Nona Marina yang kakak kelas Anda,” jelas Code.


“Untuk apa dia ke sini?” Tanya Aldo bingung.


“Di bawah dia terlihat ketakutan dan menangis histeris Tuan,” jawab Code lagi.


Aldo yang merasa panik dengan keadaan Marina, kini langsung turun ke bawah untuk melihat wanita itu.


Sedangkan Brina yang tidak sengaja bangun dari tidurnya karena merasa ingin membuang air kecil, samar - samar mendengar pembicaraan Code dan Aldo.


“Ngapain wanita itu ke sini?” Gumam Brina, yang lalu bangkit dari tidurnya untuk pergi ke toilet sejenak. Lalu dia akan mengikuti Aldo yang turun ke bawah.


***


“Marina? Kamu kenapa?” Tanya Aldo, ketika dia melihat Marina yang sudah duduk di bawah di ruang tamu.


Sontak saja, Marina yang melihat Aldo datang kembali menangis lagi, dan mendekat ke arah pria itu. “Maafkan aku ya Aldo, maafkan aku karena menganggumu malam - malam seperti ini.” Ucapnya pelan, dan tanpa sengaja memeluk tubuh Aldo dengan erat.


“Aku takut, tadi waktu aku di apartemen, seperti ada orang yang datang dan mencekikku, tetapi aku berhasil lari dan - dan -,” ucapnya terhenti karena tidak mampu lagi mengingat sebenarnya apa yang terjadi.


Aldo menatap ke arah Code yang sejak tadi berdiri di depannya. Lalu kenbali menatap Marina. “Sebaiknya jangan seperti ini Marina.” Lirihnya, lalu melepaskan pelukan Marina dari tubuhnya.


Namun, di saat belum sepenuhnya lepas, sudah ada Brina yang lebih dulu melihatnya. “Sudah tidak apa - apa, kalau mau pelukan juga boleh kok.” Seru Brina dengan senyum manisnya. Membuat Aldo menolehkan padangannya, dan semakin cepat melepaskan Marina dari tubuhnya.


“Untuk apa ke sini?” Tanya Brina tanpa berbasa - basi.


Brina tersenyum tipis, lalu dirinya memilih duduk di sofa, dengan menatap Marina serta Aldo yang masih berdiri tidak jaug dari tempat duduknya saat ini.


“Kamu mau minta perlindungan dengan siapa?” Tanya Brina lagi, memperjelas jawaban Marina yang terdengar sangat ambigu.


Marina menoleh ke arah Aldo, membuat Aldo menyeritkan keningnya bingung. “Kalau kamu mau minta bantuan Aldo, berarti kamu tidak seharusnya ke sini Marina.” Tegas Brina, dan kembali berdiri untuk melihat Marina serta Aldo dari dekat.


“Ini rumah keluarga Jonathan, bukan Aldo, jadi kamu salah datang ke tempat ini.” Tekannya sekali lagi, lalu beralih menatap ke arah Aldo.


“Kamu bisa membawa wanita ini pergi dari rumahku, dan bahkan kamu juga bisa ikut sekaligus!” ucap Brina lagi, namun yang kali ini di tujukan kepada Aldo suaminya.


“Brina, ini -“ kalimat Aldo terhenti, ketika Brina mengangkat tanganya dan mengisyarat Aldo untuk menghentikan kalimatnya.


“Aku muak melihat wajahnya, bawa dia pergi dari sini!” Perintah Brina, kepada bodyguard- bodyguard rumahnya. Membuat Aldo semakin bingung di situasi ini.


“Aldo, tolong saya Aldo, aku datang ke sini karena emang cuman kamu yang aku kenal, gak ada lagi.” Terika Marina, di saat bodyguard Brina mulai memaksanya keluar.


“Brina, jangan seperti ini, kasihan dia.” Mohon Aldo, meminta agar Brina berhenti mengusir Marina dengan cara paksa seperti itu.


Brina menatap Aldo dengan tatapan dinginnya. “Kalau kamu mau ikut dia ya silahkan saja,” ucapnya, membuat Aldo lagi - lagi tidak bisa mencerna apa maksud dari perkataan istrinya ini.


“Brina, aku suami kamu loh.” Elaknya, mengingatkan Gabrina bahwa dirinya adalah suaminya.


“Iya aku tahu, kamu suami aku.” Sahut Brina dengan senyum manisnya.


“Tetapi kamu hanya akan menjadi suamiku sampai bayi ini lahir.” Tekan Gabrina, lalu menghilangkan senyum itu dari wajahnya.


Aldo menggelengkan kepalanya tidak mengerti denfan apa yang sedang dikatakan dengan istrinya itu.


“Aldo.” Panggil Marina lagi, namun dirinya sudah terlanjur di lempar keluar oleh Bodyguard’s Brina, dan juga Code yang mengikutinya.


Melihat Marina yang sudah keluar dari rumahnya. Brina merasa sangat malas sekali berada di ruang tamu, dan memilih untuk balik ke kamarnya.


Sedangkan Aldo, kini merasa sangat bingung, apakah dia harus menolong Marina, atau dia mau mendatangi Brina ke kamar.


Tetapi sepertinya Aldo merasa kasihan pada Marina, sehingga memilih untuk menyusuli wanita itu, dibandingkan menenangkan atau menanyai apa yang sebenarnya terjadi dengan istrinya.


“Marina,” panggil Aldo, lalu menghentikan langkah wanita itu yang sudah berjalan masuk ke dalam mobilnya.


“Aldo, hisk.” Tangisnya, dan merasa senang ketika Aldo menghampirinya.


“Aku akan mengantarkan kamu ke apartemen ku, kamu bisa memakai itu sementara untuk berlidung.” Ucap Aldo dengan lembut.


Brina yang sudah berada di kamarnya, lalu beralih ke balcony. Alih - alih dia ingin mendapatkan ketenangan. Dia kembali melihat Aldo yang sedang di luar bersama dengan Marina. Bahkan masuk ke dalam mobil wanita itu.


Bukannya Marah, Brina malah terlihat tersenyum melihat Aldo yang pergi dengan wanita itu. Namun, walaupun wajahnya tersenyum, tetapi tangannya menggengam besi pagar Balcon dengan keras meluapkan amarahnya.


To Be Continue.


Hey teman - teman, jangan lupa ya, untuk Like, Komen, Vote dan jika berkenan memberikan Hadiahnya untuk Mimin. Agar mimin lebih semangat lagi updatenya, biar gakmalas - malasan lagi.


Terima kasih 🙏🏻