
❤️ Happy Reading Bestie ❤️
Sesampainya di rumah, Aldo mencari keberadaan anak dan istrinya.
Aldo seharian ini berada di kantor, dia baru balik ke rumah tepat di jam 7:30pm.
“Hallo sayang,” sapa Aldo pada Hanna, yang terlihat sedang menikmati makan malamnya.
“Hallo Daddy,” sapa Hanna balik, lalu mendapatkan sebuah kecupan singkat dari Aldo.
“Kenapa Hanna baru makan jam segini sust?” Tanya Aldo pasa Susternya Hanna.
“Nona Hanna baru bangun Tuan, di saat yang lainnya sudah selesai makan, makanya Hanna baru mendapatkan makan malamnya Tuan.” Jawab Suster Hanna, memberikan penjelasan kepada Aldo.
“Baiklah kalau begitu,” balas Aldo, lalu beralih kepada putri kecilnya.
“Anak Daddy makan yang banyak ya sayang, nanti Daddy berikan hadiah.” Ucapnya pada Hanna.
“Oke Daddy.” Sahut Hanna, yang langsung menganggukan kepalanya.
Aldo tersenyum dengan respon putrinya, lalu dia kembali mengecup kening Hanna. Sebelum dia kembali melangkahkan kakinya untuk melihat keadaan istrinya.
Perlahan Aldo membuka pintu kamarnya, dan mencari kemana sosok istrinya. “Sayang?” Panggil Aldo mencari Brina yang sepertinya tidak ada di kamar.
Aldo kembali memanggil dan mencari ke seluruh ruangan yang ada di kamarnya, namun dia tidak mendapatkan istrinya berada di dalam kamar.
Seharian ini juga Brina di chat tidak di balas dan di telpon tidak di angkat, membuat Aldo merasa khawatir dengan keadaan istrinya.
Karena Aldo baru saja pulang kerja, pria itu memilih untuk mandi terlebih dahulu, baru akan mencari di mana istrinya berada.
****
Ketika Aldo sudah selesai mandi, dia segera menyisiri ruangan di rumah itu untuk mencari istrinya, dan ternyata dia menemukan Brina sedang bersantai bersama dengan Mommynya di pinggir kolam.
“Sayang, ternyata kamu di sini, aku dari tadi cariin kamu di mana - mana.” Tegurnya, membuat Brina dan Eden menoleh bersamaan.
Brina yang tadinya tersenyum bercerita bersama Mommynya. Tiba - tiba saja senyum itu hilang ketika melihat kedatangan Aldo.
“Ada apa?” Tanya Brina, ikut membuat senyum Aldo di saat tadi menemukan Brina kini perlahan menyusut.
“Tidak ada.” Jawab Aldo, kembali memaksakan senyumannya.
Brina meresponnya dengan menganggukan kepalanya pelan. “Kamu kenapa tidak mengatakan telponku dan juga membalas chatku?” Tanya Aldo, lalu Brina menampilkan senyuman palsunya.
Lalu tidak lama Brina telihat beranjak dari duduknya. “Mau kemana?” Tanya Aldo, ketika melihat istrinya mau melangkahkan kakinya untuk pergi.
“Aku ingin melihat ponselku yang dari tadi aku tinggal di kamar, kamu di sini saja dulu.” Jawab Brina lalu pergi meninggalkan Aldo dan Eden berdua.
Aldo membalikkan tubuhnya dan kembali melihat langkah istrinya yang sudah kian menjauh.
“Kalian sedang ada masalah ya?” Tanya Eden tiba - tiba, membuat Aldo kembali membalikkan tubuhnya dan melihat mertuanya sedang duduk di kursi santai.
“Tidak Mom, kami sedang tidak ada masalah.” Jawab Aldo dengan santai. Karena memang dia merasa sedang tidak ada masalah dengan istrinya.
Eden tersenyum menanggapinya, memang Brina tidak ada menceritakan apa - apa kepadanya. Tapi dia adalah Mommy dari Brina, tentu saja dia tahu ketika respon Brina seperti tadi, itu berarti menganggap suaminya adalah orang asing baginya.
“Brina itu adalah anak yang susah sekali dekat dengan seseorang, dia memang dari kecil hidup dengan segala sesuatunya harus ada.”
“Tetapi, kalau boleh jujur, jika Brina dengan sikapnya yang ketus dan berbicara dengan tidak menggunakan Filter, itu berarti dia sudah menganggap orang itu dekat dengannya dan bahkan sudah merasa bahwa orang itu penting, tetapi jika dia berbicara seperti kamu barusan, itu berarti dia menganggap kamu adalah orang asing baginya.”
“Aldo, Brina tidak memperlihatkan sikap jahatnya kepada semua orang, terutama Erlan, meskipun pria itu sudah menjadi tunangan Brina dulu, tetap saja Brina berbicara seperti orang asing, dingin dan akan bertanyanya seperlunya.”
“Tetapi kemarin Brina tidak seperti itu denganmu, dan sekarang baru Brina menganggapmu seperti itu. Makanya Mommy tanya, apakah Brina ada punya masalah besar denganmu? Sampai dia menganggapmu adalah asing baginya?” Eden menjelaskan semua sikap dan sifat putrinya yang harus diketahui oleh suaminya.
Aldo yang mendapatkan penjelasaan seperti itu dari ibu mertuanya, pasti juga akan bertanya - tanya, apa masalah mereka berdua? Kenapa Brina memasukan dirinya ke dalam kamus orang asing? Padahal dia adalah suami Sah Brina? Dan ayah dari anak - anaknya Brina.
“Jujur saya tidak tahu Mom? Kami seharian ini tidak ada bertengkar dan tidak ada juga beradu mulut.” Jawab Aldo jujur, karena memang itulah yang terjadi kepada mereka seharian ini.
Eden menganggukan kepalanya pelan. “Baiklah, Mommy mengerti,” balas Eden, karena dia juga tidak akan terlalu ikut campur dengan apa yang terjadi dalam rumah tangga putrinya. Dia akan membela ke duanya dan juga tidak akan memberatkan ke duanya.
“Tetapi, sedari tadi aku memang menganggap bahwa sikap Brina berbeda.” Batin Aldo, yang masih kepikiran penjelasaan Mommy Eden tadi.
Eden yang melihat Aldo sedang diam, kini memilih untuk pergi, untuk membiarkan Aldo dengan pemikiraanya terlebih dahulu saja.
Melihat mertuanya yang sudah pergi, Aldo merentangkan tubuhnya di kursi santai, lalu melihat ke arah langit yang menampilkan langit yang gelap tanpa bintang.
“Sebenarnya ada apa? Aku juga tidak tahu.” Gumamnya, terus menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada istrinya? Dan kenapa bisa istrinya berubah hanya dalam waktu setengah hari saja?
To Be Continue.
Hey teman - teman, jangan lupa ya, untuk Like, Komen, Vote dan jika berkenan memberikan Hadiahnya untuk Mimin. Agar mimin lebih semangat lagi updatenya, biar gakmalas - malasan lagi.
Terima kasih 🙏🏻