The Mejesty It’S Husband

The Mejesty It’S Husband
Alasan Brio Mengkhianti Keluarganya



🌹 Happy Reading BESTie 😘


Brina yang melihat kekesalan kakaknya seperti itu, kini juga begitu marah ketika belum merasakan alasan yang puas untuk dicernanya.


“Tetapi ini adalah urusanku kak, bukan urusan kakak, Hanna adalah putriku, bukan putri kakak!!”


“Kalau mau, pergi untuk memiliki anak sendiri agar kamu tidak selalu mengganggu Hanna seperti ini!” Ucap Brina, tanpa peduli lagi dengan perasaan kakaknya satu ini.


Sedangkan Eden dan Mario yang mendengarkan kalimat yang keluar dari mulut putrinya, kini hanya bisa menundukkan kepala mereka, karena merasa bahwa Brina sudah sangat keterlaluan.


Berbeda dengan Brio, yang kini terlihat menampilkan senyum mirisnya, dengan sedikit anggukan kepalanya pelan, “Ya, kamu benar, alasan sebenarnya aku membiarkan Aldo menculik Hanna, adalah karena aku bisa merasakan, bagaimana perasaan seorang pria yang kehilangan anaknya,” lirih Aldo dengan pelan.


“Aku hanya ingin yang terbaik untuk kamu dan keluarga ini, kamu pikir apakah bahagia menjadi Hanna, ketika dia melihat orang tuanya lengkap tetapi kamu dengan egoisnya memisahkan antara seorang ayah dan anaknya,” sambung Brio lagi, akan tetapi kali ini dia mulai menaikkan oktaf dalam nada bicaranya.


“Siapa yang kamu bilang ayahnya? Dia bukan –“


“Eh, Aldo tidak pernah menolak kehadiran Hanna sedari awal ya, tetapi kamu yang tidak pernah mengatakan bahwa kamu hamil,” sahut Brio lagi, seakan dia sudah tahu, jika adiknya ini akan berbohong lagi di depan Mommy dan Daddnya.


“Selama ini, Daddy dan Mommy bahkan aku sudah bertanya berulang – ulang kepadamu, siapa ayah dari bayimu. Tetapi kamu malah menjawab bahwa kamu telah dipaksa melakukan hubungan itu dan bahkan pria itu sama sekali tidak mau bertanggung jawab!”


“Tidak bisakah kamu bersikap seperti mendiang Kak Briell yang selalu bijak dalam mengambil keputusan apa pun, yang tidak pernah merepotkan Mommy dan Daddy, seperti kamu.” Tegas Brio dengan telak, yang kali ini mampu membukam semua yang berada di sana.


Ya, sifat Briell dan Brina memanglah sangat berbeda, entah mungkin karena mendiang Briell sudah sedari awal di didik agar bisa mandiri atau Brina yang memang terlalu dimanjakan oleh ke dua orang tuanya, dan membuat dirinya hingga saat ini tidak bisa berbuat apa pun tanpa tangan dari Daddynya.


Melihat semuanya bungkam, Brio yang terlihat sedang mengatur pernafasannya, kini memilih untuk melangkahkan kakinya pergi dari ruangan itu.


Dia sudah begitu muak menghadapi semuanya, mungkin memang cara yang dia lakukan adalah salah, tetapi dia dibalik semua itu, dia hanya berniat agar adiknya itu bisa mendapatkan kebahagiannya yang sempat tertunda karena keegoisannya.


“Brio, tunggu!! Jangan pergi kamu!” teriak Mario, ketika melihat anak laki – lakinya yang paling nakal itu, sama sekali tidak mau menurutinya.


“Sudahlah Mario, sudah tidak ada gunanya bertanya apa pun saat ini, karena kalian sudah mendengar jawaban dari mulutnya sedari tadi.” Seru Eden, yang sedari tadi hanya diam tak bersuara.


Dia bukan ingin menghakimi anak – anaknya, tetapi dia ingin memperhatikan terlebih dahulu situasi yang ada.


“Berhenti saling menyalahkan satu sama lain, Ingat! Jika Brio tidak melakukan hal ini, maka kita tidak akan pernah tau jika Hanna masih memiliki Ayah dan bahkan kejadian dari masa lalu sangatlah berbeda dengan apa yang dikatakan oleh Brina!” jelas Eden, mulai memberikan penerangan kepada suami dan anak bungsunya itu.


“Dan mungkin benar dengan apa yang dikatakan oleh Brio –“


“Mommy tidak membelanya, tetapi, dalam masalah ini Mommy dan Daddy tidak akan membantumu, dan berusahalah untuk menyelesaikan masalah ini dengan pria itu!” ucap Eden dengan tegas kepada putrinya.


“Apa pun nanti hasilnya, maka kamu harus menerimanya, dan Mommy serta Daddy akan mendukung keputusanmu itu, jika memang itu adalah yang terbaik,” sambungnya lagi, dqn kali ini dia sama sekali tidak ingin menerima bantahan apa – apa.


Bukannya dia tega, tetapi dia hanya ingin anaknya ini mampu berdiri dan menyelesaikan masalah yang sudah berlarut – larut ini. Dan mungkin memang benar, bahwa yang bisa menyelesaikan masalah ini hanyalah diri Brina sendiri.


Karena anaknya itulah yang paling mengenal, bagaimana sifat dan watak dari Aldo, serta apa yang diinginkan oleh pria itu kepada putrinya.


“Mommy kamu benar Brina,” sahut Mario, yang sepertinya membenarkan perkataan dari istrinya.


“Daddy tidak membandingkan kamu dengan saudaramu yang lain, tetapi jika bisa, bersikap bijaklah seperti kakak kamu Briell yang memilih untuk menyelesaikan permasalahannya sendiri, dibandingkan harus meminta tolong kepada Mommy dan Daddy,” Kata Mario, yang menyetujui cara istrinya mendidik Brina.


Mungkin memang terlambat saat ini, Namun, jika tidak diperbaiki dari sekarang, maka sampai kapan dia harus mendapatkan putrinya yang selalu saja bersikap seenaknya seperti ini.


**To Be Continue.


Siapa di sini yang Kangen sama Roti sobeknya Daddy Mario 😂, Mimin rasanya pengen spill tipis2 🤣🤣, Mohon mulai hari ini imannya lebih dikuatkan ya.


Daddy Mario**



Si Mommy Cantik



Si Angry Bird Brio



**Hey Teman - teman, jangan lupa ya untuk Like, Komen, Vote dan juga Hadiahnya untuk karya Mimin ini. agar Mimin lebih bersemangat lagi untuk Updatenya.


Dan jangan lupa juga untuk Mampir ke karya Mimin yang lainnya ya.


Terima Kasih 😘🙏🏻**