The Mejesty It’S Husband

The Mejesty It’S Husband
Eksperiment Berhasil Namun Mommy Marah



🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Setelah menunggu Aldo siap, kini Hanna sudah duduk bersama dengan Grandmanya Eden.


“Hallo, kesayangan Daddy, are you ready to Swimming?” Sapa Aldo, ketika dia melihat putrinya sudah siap dengan mengenakan baju renangnya dan juga kaca mata renanngnya.


“Iam ready Daddy,” sahutnya begitu antusias.


“Hem, Mommy, ini mana? Pelampung untuk Hanna?” Tanya Aldo pada mertunya.


“Pelampung untuk apa? Hanna bisa berenang Aldo.” Jawab Eden, memberitahukan menantunya kalau cucunya itu memang sudah bisa berenang di saat usianya baru 2 tahun.


“Bisa berenang Mommy?” Tanya Aldo lagi.


“Hanna itu adalah anak yang genius Aldo, dia bisa berenang di saat usianya 2 tahun, bahkan sekarang dia sudah bisa menguasi 6 bahasa Negara.” Kini giliran Mario yang bersuara, dan memberitahukan menantunya bahwa cucunya itu adalah anak genius.


Aldo memamg tidak tahu akan hal itu, Brina belum memberitahukannya, selama ini Brina hanya memberitahu yang luar - luarnya saja, seperti Hanna bisa memainkan piano, Hanna memiliki Restoran dan perusahaanya sendiri hanya itu.


“Wajar saja kamu tidak tahu, karenakan kamu belum ada satu tahu bertemu dengan mereka.” Eden menenangkan menantunya itu, kalau ketidak tahuan Aldo itu adalah hal wajar, mengingat mereka bertemu hanya baru beberapa bulan saja.


“Ohh seperti itu, wahhhh hebat sekali anak Daddy.” Puji Aldo pada putrinya.


Lalu Hanna tersenyum menanggapinya. “Ayo Daddy, kita pergi sekarang.” Ajaknya memaksa Aldo untuk pergi saat itu juga.


Dia tidak perduli dengan semua pujian dan semua yang dikatakan oleh para orang tuanya. Yang dia pikirkan saat ini adalah yang penting dia pergi berenang dan menikmati harinya.


“Baiklah, baiklah.” Sahut Aldo, lalu menyimbangkan langkahnya ketika putrinya itu menarik tanganya untuk segera pergi ke belakang rumah yang di mana terdapat pantai di sana.


Hanna bisa melihat seorang pelayan dan begitu banyak makanan baru yang di makan oleh orang - orang itu.


“Pelayan!” Panggilnya, membuat Aldo ikut menoleh.


“Aku mau memesan es krim 2, dan jajanan yang enak - enak!” Pinta Hanna seperti orang dewasa yang sudah bisa memerintah.


Pelayan itu tidak langsung mencatat pesanan Hanna, dia menoleh ke arah arah Aldo sejenak.


“Hiki iā ʻoe ke wehewehe i ka ʻōlelo a kāu kaikamahine? ( apakah Anda bisa menjelaskan apa yang putri Anda katakan)?” Tanya pelayan itu, namun Aldo malah ikut terdiam mendengarnya karena dia tidak mengerti apa yang di katakan oleh wanita pelayan itu.


“ʻaʻole hiki iā ʻoe ke ʻōlelo haole? ( apakah kamu tidak bisa menggunakan bahasa asing?)” Hanna yang mengerti bahasa itu malah menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pelayan itu.


“Ua kauoha au i ʻelua ice cream, a ʻono nā mea ʻai a pau ma ʻaneʻi! wikiwiki!” ( aku memesan 2 eskrim dan semua makanan penutup yang enak di sini! ( cepat!)” perintahnya pada pelayan itu. Dan di dukung oleh anggukan kepala oleh Aldo, seakan - akan dia akan bertanggung jawab dengan pesanan putrinya.


“maikaʻi ( Baiklah )” jawab pelayan itu, yang akhirnya pergi meninggalkan Hanna dan Aldo begitu saja untuk menyiapkan apa yang mereka pesan.


***


Setelah pelayan itu pergi, barulah Hanna berlari dengan riang ke arah Pantai. Sedangkan Aldo hanya menyusulnya saja dari belakang dan mengawasi setiap pergerakan putrinya.


Hal sesederhana ini mampu membuat Hanna dan Aldo sangat bahagia. Mereka bermain beriang membuat istana pasir, dan beradu ketahana di dalam air.


Namun tatapan Hanna kembali melihat seseorang yang melakukkan sebuah eksperimen kecil.


“Daddy, ayo kita coba itu, coba itu!” Pinta Hanna yang lagi - lagi di jawab dengan anggukan kepala oleh Aldo.


“Baiklah - baiklah, kita beli Coca colanya dulu ya, baru beli mentosnya.” Ucap Aldo, mengajak putrinya keluar dari air dan mendatangi sebuah toko yang tersedia di sana.


“Kita butuh sebotol Coke, lalu dengan mitosnya.” Ucap Also lalu membayar apa yang mereka beli.


Setelah mendapatkan apa yang mereka butuhkan, Aldo kembali membawa Hanna untuk pergi ke belakang rumah.


Dan ternyata mereka tidak hanya membeli sebotol Coke, tetapi 5 botol Coke dan 5 botol sprite.


“Pelayan, minta sebuah wadah yang besar ya,” pinta Aldo, pada pelayan rumah.


“Baik Tuan.” Balas mereka, lalu memberikan sebuah wadah kaca yang bebentyk persegi panjang. Sepertinya itu bekas sebuah Aquarium di kamar.


“Hanna, letakan semua Mitosnya di situ!” Pinta Aldo, mengajarkan putrinya agar meletakan semua mitos itu di bawah.


“Sudah Dad, Sudah Dad, ayo tumpah itu sekarang,” pinta Hanna dengan begitu antusias.


Aldo menganggukan kepalanya pelan, lalu menumpahkan semua soda itu di dalam ember kecil terlebih dahulu, agar mereka bisa menumpahkannya sekaligus.


“Are you ready?” Tanya Aldo pada Hanna.


“Iam Ready Daddy,” jawabnya dengan penuh semangat.


“One,” seru mereka bersama - sama.


“Dua,”


“Tiga.” Teriak Aldo, dan lansung menumpahkan Soda itu dan bersiap untuk berlari.


Dan tak jauh mereka berlari, terlihat sebuah ledakan yang penuh busa keluar dari wadah itu.


“Yeyyyyyyyy,,yeeeyyyyy,” teriak Hanna dengan loncat - loncat bahagia ketika eksperimennya berhasil.


“Astaga, Aldo! Hanna!” Tegur Suara yang membuat ke duanya menoleh pelan dan ketakutan.


“Mommy,” sahut mereka berdua bersamaan, dan melihat sosok Brina yang sedang berdiri di belakang mereka dan terlihat sudah mengeluarjan tanduknya bersiap untuk menyerang.


Aldo dan Hanna yang merasa bahwa ini adalah hal yang sangat buruk. “Lari, Daddy, Lari.” Teriak Hanna, mengajak Daddynya untuk berlari dan menghindari Mommynya yang pastinya akan menyerang mereka.


“Heh, kalian berdua! Jangan lari!” Teriak Brina, meneriaki ke duanya.


Kepala Brina benar - benar sakit menghadapi orang dua ini. Aldo yang diberikan sebuah kepercayaan untuk menjaga Hanna, namun sepertinya suaminya itu mengajak anaknya untuk melakukkan sesuatu hal yang sangat tidak beres.


Tadinya Brina merasa ingin turun dan melihat keseruan antara anak dan suaminya, namun ternyata mereka malah mendengar ribut - ribut dari taman belakang dan melihat Hanna dan Aldo sedang bermain hal yang sangat bahaya seperti itu.


To Be Continue. *


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti **🙏🏻🙏🏻 dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘 *


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh **😭😭😭


Terima kasih🙏🏻🙏🏻