The Mejesty It’S Husband

The Mejesty It’S Husband
Alergi yang di Miliki Hanna



🌹Happy Reading BESTie 😘


Di sebuah pesta yang di adakan oleh Hanna di rumah Aldo, dia bebas ingin memakan apa saja yang ada di sana.


Tanpa ada larangan ini itu, seperti yang Momynya lakukan seperti biasanya.


Dia sangat – sangat bosan dengan itu semua, dan sekarang oleh Aldo dia diperbolehkan untuk memakan semua yang dia inginkan.


“Daddy, bolehkah aku memakan es krim itu?’ pinta Hanna pada Aldo, sambil menunjuk ke arah Code yang sedang membawa nampan, berisikan beberapa cup es krim.


“Tentu saja, putri Daddy boleh mendapatkan apa saja yang di inginkan sayang,” tungkas pria itu, yang sepertinya ingin terlihat sempurna di mata Hanna.


Ke dua bola mata Hanna membelak sempurna, dia tidak menyangka akan diperbolehkan memakan itu.


“Yyyeey, thank you Dad, Mommy selalu saja melarang aku memakan es krim buatan dari orang lain, dia selalu membuat es krim itu sendiri atau bibi di rumah yang membuatnya,” Hanna mengomel, sambil menerima es krim yang diberikan oleh Code kepadanya.


“Tenang saja Nona kecil, mungkin Mommy takut, jika es krim itu tidak higenis, tetapi es kirim ini, saya yang membuatnya sendiri Nona cantik, jadi Anda boleh memakannya,” seru Code, dengan suaranya yang terdengar begitu lembut. Dia ingin meyakinkan bahwa semua makanan yang ada di rumah mereka ini, semua terjamin kebersihan serta kwalitasnya.


“Baiklah, aku akan memakannya,” balas Hanna lagi, dengan gerakan tangan yang mulai menyendokkan es krim tersebut ke dalam mulutnya.


Aldo tersenyum bahagia, ketika mendapatkan putrinya merasa nyaman di dalam rumahnya ini. Dia tidak menyangka bahwa anaknya ini begitu dewasa hingga dengan mudahnya menerima alasan yang dia berikan, tanpa adanya drama penolakkan atau apa pun seperti yang dia pikirkan.


“Daddy,” lirih Hanna dengan pelan.


“Ya sayang,” sahut Aldo dengan pelan.


“Uhukkk,,uhhukkk,uhhukk, Daddy, Hanna ingin minum,” Hanna, terus menerus batuk dengan memegang dadanya. Membuat Aldo serta semua orang yang berada di situ merasa terkejut ketika melihat kondisi Hanna yang seperti ini.


“Hanna sayang, Hanna,” panggil Aldo dengan begitu panik, apa lagi ketika Hanna sedikit demi sedikit menutup matanya serta menampilkan wajah yang sangat pucat sekali.


Aldo yang panik langsung, menghubungi nomor Gabrina yang tadi sempat diberikan oleh Brio kepadanya.


****


Di sisi lain, Brina yang baru saja keluar dari lift rumahnya, untuk bersiap – siap pergi ke alamat Aldo yang tadi juga diberikan oleh kakaknya Brio, kini terhenti ketika dirinya berhenti untuk melangkah, di saat dirinya merasakan ponselnya sejak tadi terus berdering.


“Ahhh, siapa sih ini, tidak tahu orang lagi sibuk apa,” keluhnya, sambil melihat ke arah layar ponselnya, terlihat nomor masuk pribadi yang sulit untuk dilacak.


Karena nomor itu sudah masuk berulang kali, Brina memilih untuk langsung mengangkatnya saja.


“Brina – Brina, Hanna,” lapor suara yang begitu sangat di kenali olehnya.


“Aldo, Aldo, Kenapa Hanna, Aldo,” teriak Brina dengan panik.


“Aku tidak tahu, kenapa dia tiba – tiba batuk dan merasakan,, merasakan –“


“Merasakan apa Aldo?!!!!! Kamu jangan bicara setengah – setengah,” bentak Brina, dengan nada yang tidak sabaran.


“Es krim,” lirih Aldo pelan.


Seketika ke dua bola mata Brina membulat sempurna, “Aldo, Es Krim itu mengandung susu sapi, dan kamu memberikannya pada Hanna, apa kamu gila? Ha?”


“Aldo, Hanna mempunyai alergi parah dengan susu sapi, dan kamu malah memberikannya?”


“Aldo, cepat panggil dokter sekarang, kalau tidak dia Nafasnya akan berhenti,” geramnya, karena merasa Aldo sangatlah lama dalam memberikan pertolongan kepada putrinya.


***


Di seberang sana Aldo langsung mematikan sambungan telpon mereka tanpa bicara apa pun, Dia yang mendapatkan jika putrinya menderita alergi parah, seketika menjadi begitu panik, bahkan sangat – sangat panik.


“Code, cepat panggil Rini ke sini, cepat!!!!!” perintah Aldo dengan begitu keras. Bahkan terlihat wajah Aldo yang sangat merah menahan amarah serta rasa khawatirnya pada keadaan ini.


“Yes, My Lord,” jawab Code, yang langsung ikut berlari untuk segera mendatangkan Rini untuk Hanna.


Inilah yang di maksud oleh Aldo, jika semua pelayan di rumahnya itu, memang memiliki kemampuan masing – masing.


Mungkin mereka memang tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah, tetapi ke empat pelayan itu, memang sudah memiliki posisi mereka sendiri.


**To Be Continue.


Hey Teman - Teman, Jangan lupa untuk Like, Komen, Vote dan Hadiahnya untuk karya Mimin ini ya.


Dan jangan lupa untuk Mampir ke karya Mimin yang lainnya ya.


Terima Kasih ,🙏🏻**