
🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Ketika mereka sedang menikmati sarapan mereka, terlihat Griffin yang baru saja turun bersama dengan Historia.
Semalam waktu mereka sampai, Historia memang sangat lelah dan langsung tidur. Sedangkan Griffin yang lapar memilih untuk makan terlebih dahulu namun mala di ganggu oleh Aldo.
“Kalian sudah bangun?” Tanya Eden, pada Griffin dan Historia.
Historia menganggukan kepalanya pelan, namun dengan masih menggunakan baju tidurnya.
“Kalian kenapa masih menggunakan baju tidur? Kenapa kalian belum bersiap - siap?” Tanya Brina pada ponakannya itu.
“Memangnya kita mau kemana?” Tanya Griffin, sembari mengambilkan makanan ke dalam piring istrinya.
“Tadinya kita mau ke Indonesia, tapi sepertinya kita akan pergi Hawai saja.” Jawab Brina, lalu duduk di samping Historia, mengusap lembut perut bumil itu.
“Sudah berapa minggu?” Tanya Brina, karena dia baru di beri tahu oleh Mommynya tadi pagi kalau Historia sedang hamil.
“Baru mau masuk minggu ke 7 sih Aunty.” Jawabnya, dengan gugup.
“Aku juga sedang hamil,” balasnya lagi, lalu Historia berbalik mengelus perut Brina.
“Wahhh, serasi dong ya jadinya.” Ucap Histo begitu bahagia.
“Fin, kamu tahukan kalau Hawai adalah negara tempat kamu dilahirkan?” Tanya Eden, lalu Griffin menggelengkan kepalanya pelan.
Karena memang belum ada yang memberitahukannya, sedangkan akte kelahirannya memang sudah sengaja di buat dengan kelahiran Italia.
“Hemm, begitu.” Eden menganggukan kepalanya mengerti, lalu dia merasa bingung ingin bercerita mulai dari mana.
“Jadi, setelah kita seluruh keluarga merayakan Baby Gendre reveal, Mommy kamu Briell ingin melakukkan perjalanan Baby Moon ke Hawai, tempat tragedi kelahiranmu itu terjadi.” Ungkap Griffin, yang lalu dengan santainya Griffin mengunyah roti yang baru dia buat.
“Aku tidak tertarik dengan Negara itu.” Respon Griffin kembali begitu dingin, membuat Historia yang ada di sampingnya itu kini menoleh ke arah suaminya.
“Kalau Grandma sedang berbicara denganmu, tidak bisakah kamu menjawabnya dengan santai saja, bicara ketus seperti itu buat apa?” Tanya Historia pada Griffin, membuat pria itu akhirnya menghela nafasnya panjang.
“Kami berdua akan beristirahat di rumah saja Grandma, jadi kita tidak pergi.” Griffin memperbaiki kalimatnya agar terdengar baik, agar istrinya tidak terus memprotes.
Eden tersenyum, karena sepertinya Griffin sudah mempunyai orang yang mau mengatur hidupnya.
“Tetapi, di sana ada yang ingin menemuimu,” ungkap Eden lagi, membuat Griffin menyeritkan keningnya bingung.
“Siapa Mom?” Tanya Brina, lebih dulu mewakili pertanyaan ponakkannya itu.
Namun belum Eden menjawab, lagi - lagi Aldo membuat ulah, dengan mengambil makanan putrinya.
“Aldo!” Tegur Brina dan Eden, ketika Aldo malah mengambil makanan Hanna yang lainnya.
Aldo yang merasa ketangkap basah, lalu terdiam dan berusaha mengunyah makanan yang ada di mulutnya. “Iya - iya sayang, Gimana dong Daddy lapar sayang.” Aldo berusaha menenangkan putrinya.
“Lapar apa? Kamu sudah mengambil makananku 3 kali,” seru Mario, yang akhirnya balik dengan membawa piring kosongnya.
Aldo terlihat bete, karena dia merasa di pojokkan saat ini, “ini sayang, GrandLa baru ambilkan dari dapur, ini masakan GrandLa loh, L’Arc yang memang sengaja meninggalkan Hanna untuk memasakan lagi Nuggets dan juga Sphaggti untuk cucunya, di kerjutkan dengan seluruh orang yang sedang memarahi Aldo.
Melihat sepering Nuggets yang datang, ke dua mata Aldo kini semakin berbinar dan mulai megambil garpunya. “Mau apa? Ini untuk Cucunya papah!” Tegas L’Arc, menatap ke arah Aldo dengan sinis.
“Papah, Aldo mau dua deh, dua saja.” Tawarnya, meminta makanan putrinya lagi.
“Daddy, itu punya Hanna, Daddy makan yang lain masih banyak makanan orang dewasa Daddy.” Pekik Hanna, menggeser tangan Daddynya yang sudah bersiap mengambil Nuggets miliknya.
Brina beranjak dari tempatnya, lalu memisahkan antara anak dan bapak yang sedang berdebat itu. “Kamu sudah makan Aldo! Jangan ganggu putrinya sedang makan! Kita udah mau pergi!” Tandas Brina dengan penuh tekanan.
“Dulu aku di saat hamil Hanna, ngidamnya gak seperti kamu loh, aku biasa saja, gak muntah -“
“Hueekkkk,,huekkkk,” terdengar suara Aldo yang tiba - tiba saja mual di saat Brina menegurnya.
“Aldo, are you okay?” Tanya Eden, mengusap punggung belakang menantunya.
“Huekkk, tidak tahu Mom, tiba - tiba saja aku, Huekkkk,huekkk.” Aldo dengan cepat berlari ke toilet yang ada di lantai bawah, membuat semua orang di situ merasa sangat khawatir melihatnya.
“Ternyata ada lagi orang aneh dengan alasan kehamilan.” Gumam Griffin pelan, namun masih terdengar oleh Historia yang berada di sampingnya.
Griffin merasakan hawa yang sangat membunuh, dan tentu saja itu berasal dari Historia istrinya yang sepertinya sudah mengeluarkan tanduknya dan siap menyerang.
“Eh, bukan, bukan begitu maksudnya.” Griffin mencoba untuk membela diri, membuat Historia kembali fokus dengan makanannya yang ada di piring, sembari terus memperhatikan Aldo dan Brina yang sibuk karena kemauaan Aldo yang sangat mengesalkan.
To Be Continue. *
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti **🙏🏻🙏🏻 dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘 *
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh **😭😭😭
Terima kasih🙏🏻🙏🏻