The Mejesty It’S Husband

The Mejesty It’S Husband
Sifat Keangkuhan Brina



🌹 Happy Reading BESTie 😘


“Mommy, Daddy,” teriak Brina, tidak sabar menunggu ke dua orang tuanya yang begitu lama itu.


Brina yang sudah siap di dalam mobil, kini merasa sangat frustasi, ketika mendapatkan bahwa Alergi yang dimiliki putrinya kini kambuh kembali.


“Aldo sialaann!!! Bahkan baru satu hari putriku bersamamu saja, sudah sakit seperti ini,” umpatnya, seperti tidak terima dengan apa yang di lakukan oleh pria itu.


***


Setelah melakukan perjalanan jauh ke pusat London, barulah kini keluarga Jonathan telah sampai di kediaman keluarga Phantominve.


Kediaman ini sangatlah dijaga ketat oleh pasukan pengamanan dari LSS , yang diciptakan oleh Earl Sebastian,Kakek dan Ayah dari Aldo.


Keluarga Phantominve ini adalah kaki tangan atau bisa juga di sebut dengan Anji**Ng pelayan Ratu Inggris.


Sehingga, kemanan bahkan skill dari LSS ini juga sangat tidak diragukan lagi.


“Silahkan masuk Tuan, Nyonya, Tuan Aldo sudah menunggu di dalam,” ucap penjaga yang ada di luar rumah pria itu.


Di luar rumah memang terlihat sangat banyak sekali penjaga, tetapi tidak di dalam rumah.


Keluarga Jonathan bahkan tidak melihat sama sekali adanya pelayan berlalu lalang di rumah ini.


“Di rumah ini tidak ada pelayan sama sekali Mom, Dad, bagaimana kita bisa mengetahui, di ruangan mana Hanna berada,” seru Brina, yang nyaris merasa frustasi dengan keadaan ini.


Eden yang sedari tadi berdiri di belakang putrinya itu, tidak banyak mengeluarkan suaranya, karena dia sangat paham, bagaimana khawatirnya Brina saat ini.


“Tunggu sebentar Brina, mungkin bisa saja –“ ucap Eden terhenti, ketika menyadari kehadiran seseorang di sekitaran mereka.


Nampak seorang pria menggunakan jas hitam panjang, layak seperti pemain piano yang sangat begitu rapi. Tetapi tatapan bahkan hawa pria itu, sangat jelas bisa di rasakan, bahwa pria itu sangatlah berbahaya.


“Selamat datang, di kediaman Phantominve, Tuan, Nyonya,” sapa Code yang diperintahkan oleh Aldo untuk menyambut keluarga besar itu.


“Permisi, perkenalkan saya adalah Code, pelayan dari Tuan Aberline,” sapa, yang Menampilkan senyum manis serta ramahnya, di saat keluarga besar Jonathan itu menatapnya.


“Tidak usah basa – basi, katakan sekarang! Di mana cucu saya?!!” sentak Mario, yang sedang tidak ingin bermain – Main, dengan senyuman manis pria itu.


Tetapi sebelum Code sempat membuka suaranya kembali, Nampak dari jauh, sosok yang sedari tadi mereka tunggu kini muncul di hadapan mereka.


“Aldo,” gumam Brina, memandang penuh kilatan amarah kepada pria itu.


“Rupanya kalian sudah datang,” tungkas Aldo dengan begitu tenang, seakan dirinya tidak peduli dengan rasa khawatir dari orang – orang yang berada di hadapannya saat ini.


“Aldo, katakan sekarang di mana Hanna?? Jangan macam – macam kamu!! Nyawa putriku bukan untuk bisa dipermainkan, brengggsekkkk!”


“Nona Brina,” tegur Code, ketika wanita itu ingin kembali mengangkat tangan untuk menampar Tuannya.


Namun, Aldo segera menghentikan pergerakan Code, ketika pelayannya itu baru saja ingin melangkah mendekat ke arahnya.


“Hanna sudah baik – baik saja, dan sekarang dia sudah beristirahat di kamar,” ucap Aldo dengan sedikit menghela nafasnya berat.


Sungguh, dia begitu khawatir, ketika melihat keadaan kritis putrinya tadi.


“Bisakah saya melihat keadaan Hanna,” seru Mario dengan sopan. Yang lalu dijawab oleh anggukan kepala dari Aldo.


“Code, antarkan mereka ke kamar Hanna,” titahnya dengan lembut.


“Baik Tuan,” sahut Code, lalu segera menunjukkan jalan menuju kamar Hanna berada.


Mario dan Eden, bukanlah sosok yang tidak peka dengan keadaan, mereka ingin memberikan ruang kepada dua manusia itu. Dan terlebih lagi yang paling penting dia harus melihat sendiri keadaan dari cucunya.


Melihat hanya tersisa mereka berdua, kini Aldo tidak segan – segan menarik Gabrina, wanita yang sangat keras kepala serta mulut beracunnya itu masuk ke dalam ruang kerjanya.


“Lepaskan akuu!! Aldo! Aku ingin melihat keadaan putriku,” seru Brina dengan berusaha lepas dari cengkraman mantan pacarnya ini.


“Kita perlu berbicara.” Aldo yang begitu tegas, tidak ingin lagi berada di bawah kendali Brina seperti dulu.


Brina memutar bola matanya malas, lalu melipat tangannya di dada, dengan tatapan penuh remeh kepada Aldo.


“Apa kamu pikir, aku mau menikah dengan seorang pria yang nyaris merenggut nyawa putriku, ha!” sentak Brina, memperlihatkan keangkuhannya kembali.


Aldo merespon kalimat Brina itu, dengan sedikit gelengan kepalanya, serta tawa kecil yang sepertinya semakin membuat Brina kesal terhadapnya.


“Dia juga putriku Brina, dan jangan lupa, bahwa kamu sama sekali tidak memberitahukan apa – apa tentang Hanna.” Balasnya penuh ketenangan.


Brina sebenarnya sangat tidak menyukai hal ini, meskipun Aldo merupakan seorang bangsawan, tetapi entah kenapa dia tetap tidak menyukainya.


Mungkin karena kekuatan LSS yang dimiliki oleh Aldo. Di mana pria ini menyimpan semua informasi tentang kejahatan atau apa pun di Dunia.


Tak heran jika Griffin mengenal pria ini. Otomatis membuat Brina berpikir, bahwa Aldo juga pasti mengetahui tentang semua kejahatan Daddnya.


**To Be Continue.


Hey Teman - Teman, jangan lupa untuk Like, Komen, Vote, Hadiahnya untuk Mimin ya, Agar Mimin lebih semangat lagi untuk updatenya.


Dan Jangan lupa untuk Mampir ke karya Mimin yang lainnya ya.


Terima Kasih 🙏🏻**