The Mejesty It’S Husband

The Mejesty It’S Husband
Jangan Panggil Aku Sayang!



❤️ Happy Reading Bestie ❤️


Sesampainya di rumah, Aldo kembali ke dalam kamarnya, dan melihat Brina yang sedang duduk di depan meja rias untuk menggunakan skincarenya.


“Sayang,” panggil Aldo, namun Brina sama sekali tidak menanggapinya. Wanita itu masih sibuk dengan kegiatannya saat ini.


“Sayang,” panggilnya ulang, namun kali ini dia berusaha memegang bahu istrinya.


Brina sedikit merasa risih dengan sentuhan Aldo, dan memilih untuk menyudahi kegiatan rutinitas malamnya.


“Brina kamu itu kenapa sih? Dari tadi sore kamu hindarin aku, kamu ngomong sama aku, kalau aku ada salah, kalau kamu gak ngomong, aku gak akan tahu salah aku di mana.” seru Aldo, meminta penjelasan kepada Brina tentang sikap diam istrinya itu.


Terlebih tadi Brina malah memperbolehkan dirinya untuk ikut bersama dengan Marina tadi.


“Apa kamu bilang?” Tanya Brina yang akhirnya mau bersuara dan berbicara dengan Aldo.


“Bilang yang mana?” Tanya Aldo, mengulang kembali pertanyaan Brina.


“Kamu tidak tahu salahmu di mana?” Tanya Brina, memperjelas pertanyaannya, agar suaminya yang seperti orang bodoh ini bisa sedikit mengerti.


“Salah aku apa? Aku bahkan memang tidak tahu apa yang sudah aku perbuat, sampai itu di anggap salah dengan kamu?” Aldo benar - benar bingung situasi ini. Dia tidak paham sebenarnya apa yang terjadi pada Brina, dan kenapa sampai harus begitu marah dengannya.


Brina tersenyum dengan begitu manis, meskipun Aldo tahu bahwa senyum itu adalah senyum yang sangat sinis, karena Aldo paham sikap istrinya yang selalu saja tersenyum seperti ini, itu berarti Brina akan memperlihatkan kamarahannya.


“Kamu sadar tidak sih, hubungan kita ini di dasari oleh apa?” Tanya Brina, pada Aldo. Sembari duduk di atas tempat tidurnya, dengan tangan yang menyilang di depan dada, menatap Aldo dengan lekat.


Aldo terdiam, karena dia tidak mengerti sama sekali arah pertanyaan Brina. “Kamu diam, berarti kamu tidak bisa menjawabnya!” Ucap Brina lagi, semakin tersenyum dibuat oleh Aldo.


“Kamu dengar dan ingat baik - baik! Hubungan kita hanya di dasari oleh rasa tanggung jawab akibat ada anak ke dua dari hubungan ini. Bukankah seperti itu yang kamu katakan kepada Marina.” Jelas Brina, membuat Aldo tertegun mendengarnya.


“Tapi -“


“Tetapi, kamu juga harus ingat! Bahwa aku bisa melahirkan dan membesarkan Hanna seorang diri tanpa adanya kamu yang bertanggung jawab.”


“Jadi kamu tidak perlu menunggu aku sampai melahirkan dan akan mengakhiri pernikahaan ini! Atau bahkan kamu mau aku lebih dulu mengakhirnya? Itu bisa secepatnya terjadi.” Brina menekan semua kalimatnya, bahkan dia tidak sama sekali membiarkan Aldo untuk berbicara.


“Sayang, kamu -“ lagi - dan lagi, kalimat Aldo berhenti, ketika Brina mengangkat tanganya dan meminta Aldo untuk diam sejenak.


“Dan satu hal lagi! Jangan panggil aku selain dengan namaku. Mau itu, sweetheart, sweety, Beb, wife, cute, girl, lovely, dan terlebih lagi! Jangan pernah memanggil aku sayang! Apa kamu mengerti?!” Ketus Brina, karena merasa jijik mendengar Aldo memanggil seperti itu kepadanya.


Aldo mengusap wajahnya dengan kasar, dia bingung sedang berada di situasi apa ini sekarang. Dia tidak tahu apa sebenarnya kesalahannya.


“Sudah?” Tanya Aldo, ketika Brina menghentikan kalimatnya.


“Sudah selesai bicaranya? Apakah saya sudah boleh berbicara?” Sambungnya lagi, karena dia tidak mau sampai Brina kembali memotong kalimatnya.


Brina tersenyum iblis, mendengar Aldo yang masih berbicara seperti itu kepadanya. “Kalau kamu marah sama aku, karena Marina tadi memeluk aku, oke aku minta maaf, aku juga tidak tahu kenapa dia datang ke sini, aku tidak menyuruhnya datang ke sini -“


“Tap -“


“Tunggu dulu! Jangan potong kalimatku!” Tegas Aldo, membuat Brina kembali menutup mulutnya, untuk mendengarkan kata - kata dari Aldo.


“Aku tidak menyuruh dia untuk memelukku! Dan aku tidak ada hubungan apa pun dengan dia, sampai - sampai kamu harus menyuruhku untuk ikut bersama dia!”


“Oke, sekarang sepertinya aku tahu kamu marah seharian ini kenapa.” Tandas Aldo yang sepertinya mulai mengingat akar permasalahan mereka.


To Be Continue.


Hey teman - teman, jangan lupa ya, untuk Like, Komen, Vote dan jika berkenan memberikan Hadiahnya untuk Mimin. Agar mimin lebih semangat lagi updatenya, biar gakmalas - malasan lagi.


Terima kasih 🙏🏻