The Mejesty It’S Husband

The Mejesty It’S Husband
Aku Mencintaimu Mommy



🌹 Happy Reading. 🌹


Setelah dijelaskan, duduk permasalahannya, kini Brina mengerti, bahwa kehidupannya kini tidak boleh egois.


Dia hanya butuh mengurus putrinya dengan baik, agar Hanna yang sama sekali tidak memiliki figure seorang ayah, kini Brina tidak mau jika dia harus kehilangan sebuah Figure ibunya juga.


Bahkan Brina juga sudah secara tegas, menolak perjodohan antara dirinya dengan Erlan.


Dia sama sekali tidak ingin membuat pria baik seperti Erlan harus merasakan sakit karena terus menunggu pembalasaan cinta darinya.


“Hanna, ayo sayang nanti terlambat,” Teriak Brina, ketika dirinya sudah lebih dulu sampai dan duduk di meja makan.


“Selamat pagi Dad,” Sapanya ketika melihat Mario, yang sedang menikmati sarapan paginya.


“Pagi putri cantik Daddy,” Balas Mario, dengan tatapan yang tidak lepas dari ipadnya.


Brina menyeritkan keningnya bingung, pasalnya ini adalah hari pertama Daddynya kembali memimpin perusahaan, tetapi kenapa di pagi hari ini Daddynya sudah sangat sibuk seperti itu.


“Dad,” Panggil Brina dengan lembut.


Namun, Belum sempat Mario menjawabnya, terlihat panggilan telpon yang lebih dulu harus dia angkat.


Brina menatap Daddynya yang mulai melangkah menjauh meninggalkan meja makan.


“Mommy,” Panggil suara merdu, yang membuat Brina langsung menoleh ke arahnya.


“Eh, anak Mommy sudah cantik sayang,” Pujinya pada putri kesayangannya itu.


Eden yang juga baru saja turun, setelah mengawasi baby sister Hanna yang dinilai sangat tidak becus dalam bekerja, langsung melihat intraksi Hanna dan juga Brina secara langsung.


“Pagi sayang,” Sapa Eden pada putrinya.


“Pagi Mom,” Sahut Brina, sambil menyiapkan roti untuk Hanna.


“Hanna mau selai apa hari ini sayang?” Tanya Brina pada Hanna.


“Hann ingin Pizza Mom, boleh?” Tanya Hanna dengan ragu.


“Tidak sayang, Pizza bisa di makan untuk siang atau malam, pagi Hanna tidak boleh makan Junk Food,” Tegas Brina, yang mulai mendidik putrinya, agar tidak terus mendapatkan apa yang dia mau.


“Siang boleh ya Mom, Janji?” Hanna menatap Mommynya dengan penuh harap, membuat Brina yang mendapatkan tatapan seperti itu kini meleyot seketika.


“Baiklah sayang, nanti siang Mommy akan menjemput kamu, lalu kita akan makan pizza bareng sama oma juga ya,” Janji Brina pada putrinya.


Eden yang mendengar itu ikut tersenyum, “Oma boleh ikutkan sayang?” Tanyanya berpura – pura Meminta izin dari Hanna.


“Tentu saja oma, bahkan Oma boleh makan banyak pizza nanti,” Jawab Hanna dengan antusias.


“Aahhh, cucu oma ini, manis sekali,” Eden tidak berhenti memuji kecantikan cucunya itu.


Tidak ingin berlama – lama, Mereka pun kini sama – sama Diam, menikmati sarapan pagi mereka, sebelum akhirnya mereka ingin kembali memulai aktivitas di pagi hari.


****


Brina, Hanna dan juga baby sisternya, kini baru saja memasuki halaman sekolah.


“Ayo sayang, masuk, nanti Hanna akan terlambat,” ajak Brina, ketika baru saja keluar dari mobilnya.


Namun, bukannya merespon kalimat Mommynya, pandangan Hanna kini terfokus keluar sekolah. “Mommy,” lirih Hanna pelan, karena saat ini dia sudah merasa sangat takut.


“Hanna, ada apa sayang?” tanya Brina, dengan nada yang sangat khawatir pada putrinya.


Hanna yang ditanya, langsung menaikkan tangannya untuk menunjuk ke arah luar sekolah. Brina yang merasa penasaran akhirnya juga ikut melihat arah tunjukan dari Hanna.


“Sayang, ada apa sih? Mommy tidak melihat siapa – siapa sayang,” ujar Brina, karena memang Hanna terlihat hanya menunjuk kosong ke udara.


Hanna yang merasa jika sosok yang dilihatnya itu telah hilang, kini kembali menurunkan tangannya, dan beralih menatap ke arah Mommynya.


“Mommy,” panggilnya pelan, membuat Brina yang tadinya berdiri, kini harus menundukkan sedikit tubuhnya, untuk mensejajarkan wajah dengan Hanna.


“Iya sayang,” balasnya pelan.


Dengan pelan, Hanna menempelkan ke dua tangannya di pipi kanan dan kiri Brina, dia mau Mommynya itu menatap ke dalam matanya dengan lekat.


“Mommy, Hanna mencintaimu,” ungkapnya pelan, sontak saja Brina langsung tersenyum, ketika mendapatkan ekspresi gemas dari putrinya ini.


“Hoho, jadi hari ini Mommy sedang mendapatkan ungkapan cinta dari putri cantik Mommy ini?” tanya Brina sedikit menggoda. Dan dengan polosnya Hanna menganggukkan kepalanya pelan.


“Mommy juga mencintaimu sayang, bahkan sangat mencintaimu,” seru Brina, yang juga ikut membuat Hanna tersenyum bahagia.


“Mommy mencintaimu, karena di dalam dirimu, separuhnya terdapat diri Mommy, Dan separuhnya lagi adalah orang yang Mommy Cintai,” ucap Brina di dalam hati.


“Sudah yukk, sayang, Mommy Antar Hanna, sampai di dalam kelas,” ajak Brina, yang kini mulai merangkul pundak Hanna.


Mereka berjalan dengan santai, hingga saat berada di depan kelas, Brina harus bertemu dengan wali kelas Hanna.


“Ahh, Mommy Hanna, kebetulan sekali Anda ada di sini,” seru wali kelas Hanna, yang sepertinya ingin menyampaikan hal penting untuk orang tua dari murid.


Brina tersenyum menanggapi ucapan wali kelas tersebut, “Selamat pagi Miss,” sapa Brina, yang sebenarnya Menyinggung wali kelas tersebut.


“Astaga, maaf Mommy Hanna, saya sampai lupa,” sahut wali kelas tersebut.


“Selamat pagi Mommy,” sapanya ulang, dengan perasaan malunya karena lupa menyapa orang diawal pertemuan.


Brina kembali tersenyum menanggapinya, tanpa ada perasaan tersinggung atau buruk apa pun.


Hanna dengan seragam seekolahnya




To Be Continue.


**Hei teman - Teman, hanya mau mengingatkan untuk Like, Komen, Vote dan Hadiahnya untuk Mimin ya.


Dan jangan lupa untuk Mampir ke karya mimin yang lainnya ya.


Terima Kasih**.