The Mejesty It’S Husband

The Mejesty It’S Husband
Raja L’arc Phantominve



🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Note : Mohon maaf ya Teman - teman, para pembaca Mimin yang terhormat. mimin lupa nama bapaknya Aldo siapa. Jadi mimin ganti aja ya. Yang Tahu dan masih ingat bisa komen dong ya. biar Mimin bisa revisi 🙏🏻


Karena kurang percaya dengan apa yang dikatakan oleh mertuanya, kini Mario mengajak Puff untuk bertemu langsung dengan Aldo.


Kini Mario tidak main - main dalam menjaga anak, cucu dan menantunya dari orang gila seperti Code.


Dia melakukkan tindakan cor - coran untuk melindungi keluarganya, dia tidak mau sampai dia harus kehilangan lagi salah satu keluarganya.


“Brina, panggil Aldo turun!” Perintah Mario pada putrinya yang terlihat duduk santai di ruang keluarga.


Brina menolehkan pandanganya sejenak, dia melihat seseorang yang datang bersama dengan Daddynya. “Pelayan!” Panggil Brina, pada siapa saja pelayan yang mendengarnya.


“Ya Nyonya.” Sahut salah satu pelayan yang kebetulan sedang berjalan di sekitaran Brina.


“Pergi ke atas! Panggil Aldo turun!” Perintahnya, yang dijawab dengan anggukan kepalanya pelan.


Begitulah Brina, jika orang tuanya datang menyuruhnya, maka dia akan menyuruh yang lain lagi.


Sementara Aldo di panggil, Mario kini mulai meminta Brina untuk ikut masuk ke dalam ruang kerja miliknya pribadi.


Namun Mario menoleh kembali pada putrinya yang berjalan di belakang. “Aku sudah ngeWa dia kok Dad.” Ucapnya, seakan mengerti arti tatapan dari Daddnya.


Mengerti apa yang di maksud putrinya, Mario kembali melangkahkan kakinya masuk ke dalam, “Duduk!” Pintanya yang terdengar seperti perintah pada Puff.


Setelah Puff dan putrinya duduk, kini giliran Mario yang duduk di kursi singasananya. Dia menarik nafas panjang memperlihatkan wajahnya yang terlihat begitu letih.


Tak lama kemudian datanglah Aldo, dengan wajah lesuhnya. Mungkin saja semalaman dia begadang karena memikirkan hal yang diluar kepalanya.


Merasa semuanya sudah berkumpul dengan lengkap, kini Mario mulai memperlihatkan wajah seriusnya.


“Jujur saja, sebenarnya saya di usia ini sudah sangat - sangat lelah dalam menghadapi semua masalah ini. Saya dan istri saya ingin tenang, ingin hidup dalam kedamaian, tapi karena Aldo adalah bagian keluarga saya sekarang, itu berarti saya harus tetap juga melindunginya.” Ucap Mario pada ke tiga orang yang ada di sana.


Ya, memang benar, di usia Mario yang sudah senja, dia sebenarnya ingin sekali beristirahat, namun selalu saja ada masalah yang mengangu kehidupannya.


“Maafkan saya Dad, karena saya yang menikah dengan Brina, Anda jadi harus turut pusing dengan masalah saya ini.” Sahut Aldo, menundukkan kepalanya, merasa sangat menyesal karena sudah menganggu ketentraman hidup keluarga Jonathan.


“Saya -“ ucap Aldo terhenti, ketika dia terlihat meneteskan air matanya.


Aldo menangis memikirkan nasibnya yang seperti di permainkan oleh takdir. “Saya -“ dia bahkan sampai tidak bisa mengungkapkan kata - kata apapun.


Brina yang ada di sebelah Aldo, kini mencoba mengusap punggung suaminya dengan lembut. “Sudah, Daddy tidak menyalahkan kamu, hanya saja Daddy tidak mengerti kenapa situasinya jadi buruk seperti ini.” Ucapnya, berusaha agar Aldo tidak terus menyalahkan dirinya.


Kembali Mario menghela nafasnya, lalu menatap ke arah Puff yang sejak tadi hanya diam saja memandang Aldo yang tertunduk.


“Apa penjelasanmu dalam masalah ini?” Tanya Mario langsung to the point.


Puff tersentak, ketika pertanyaa Mario kini tertuju ke arahnya. “Saya -“ bahkan dirinya juga merasa sangat gugup ketika berhadapan dengan Mario.


“Saya harus memulainya dari mana Tuan?” Tanyanya bingung.


Mario terus menatap ke arah Puff, sepertinya sudah tidak perlu mengeluarkan kata - kata lagi, agar Puff bisa mengerti sendiri apa yang akan dia ceritakan pada keluarga besar itu.


***


FlashBack On


L’arc Phantominve adalah seorang Raja yang memegang kendali di Inggris.


Pada suatu hari, Raja terlihat sedang berkeliling di sekitaran istananya, dia mengecek segala kemakmuran dalam rakyatnya.


Ketika L’arc berjalan, dia melihat seorang pelayan yang membelakangi dirinya. Lalu L’arc dengan sengaja mendorongnya tanpa melihat ada sebuah besi besar dan membuat pelayan itu tertusuk oleh Besi itu.


“Yang Mulia.” Tegur beberapa pelayan yang ada di belakangnya.


L’arc menoleh dengan tatapannya yang begitu tajam. “Aku lapar, aku ingin makan sekarang! Bawakan aku makanan!” Perintahnya pada beberapa pelayan.


Namun, karena keterkejutan mereka dengan apa yang terjadi, membuat para pelayan itu terbengong melihatnya. “Kenapa? Kenapa Raja kita semakin hari semakin kejam seperti ini?” Batin salah satu dari mereka.


“Astaga, Oryza,” teriak Cytan yang merupakan seorang penasihat Istana yang melihat anaknya Oryza seorang kepala pelayan dalam keadaan sekarat.


“Tolong bantu, organ dalamnya sudah pecah!” Pinta Cytan pada beberapa pelayan yang lain.


Sreeeeekkk, sebuah pedang yang sejak tadi berada di dalam sarungnya, kini tekeluar dan memenggal kepala dari Cytan. dan kembali membuat semua pelayan di situ merasa terkejut di buatnya.


“Jangan sampai aku mengulangi kata - kataku! Aku lelah! Aku ingin makan saat ini!” Ucapnya lagi, pada seluruh pelayan yang ada.


Namun tidak ada satupun yang bergerak,L’arc melihat ke arah kanan dan kirinya, yang terdapat dua mayat yang baru saja dia bunuh. “Tempat ini sangat - sangat menjijikan.” Sambungnya lagi, dengan raut wajah yang sangat terlihat tidak senang.


“Kamu!” Panggilnya pada pelayan yang paling depan bernama Serdar.


Serdar terkejut ketika namanya di panggil, dia menoleh dengan perasaan takutnya. “Bersihkan ini!” Perintahnya, menunjukkan pedangnya yang terlihat kotor karena darah penasihat istana tadi.


Tetapi, Serdar sama sekali tidak beranjak dari tempatnya, dia masih merasa sangat takut dengan L’arc setelah melihat dua mayat yang meninggal di depannya.


“Yang Mulia, biar saya saja yang melakukkannya, kebetulan saya mempunyai sapu tangan Yang Mulia.” Tawar salah satu pelayan yang berdiri di belakang, melangkah maju ke depan dengan wajahnya yang menampilkan senyum manisnya. Sepertinya pelayan itu sedang ingin mencari muka dengan Sang Raja.


Sreeeekkkk, lagi dan lagi, pedang itu kembali mengiris kepala pelayan tersebut, membuat Serdar merasa lebih takut lagi pada L’arc. “Jangan sampai aku mengulangi kata - kataku! Aku berbicara denganmu!” Tegasnya pada Serdar.


Dan mau tidak mau Serdar maju dan membersihkan pedang milik L’arc itu dengan tubuh yang gemetar karena perasaan takutnya.


Dia takut, kalau - kalau Rajanya tidak puas dengan hasil pembersihaanya dan malah membunuhnya.


“Mana makanan yang tadi aku minta?” Tanyanya sekali lagi. Membuat para pelayan di situ merasa bingung sendiri ketika Raja mereka mengulang kembali permintaanya itu.


“Lewat sini Yang Mulia.” Suara seorang pelayan Raja yang paling setia kini terdengar.


L’arc serta para pelayan yang ada menoleh dan melihat siapa yang ada di sana.


Mereka mendapatkan 3 pelayan Raja yang paling setia, Code, Puff, dan juga Ceyday di sana.


“Seperti biasa Yang Mulia Raja, Kami bertiga adalah kaki tangan Anda, segala sesuatu yang Anda inginkan, Anda bisa memintanya kepada kami.” Ucap Code dengan menundukkan kepalanya Hormat pada L’arc.


“Anda tidak memerlukan pelayan lainnya selain kami, karena kami bisa mencarikan ataupun memberikan apapun yang Yang Mulia inginkan.” Sambung Puff dengan ramah.


L’arc menghela nafasnya kasar, tadinya dia hanya ingin melihat kwalitas pelayannya yang lain, namun ternyata semuanya pada tidak bisa apa - apa, sehingga hanya tiga pelayannya itulah yang paling bisa di andalkan.


To Be Continue. *


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti **🙏🏻🙏🏻 dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘 *


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh **😭😭😭


Terima kasih🙏🏻🙏🏻