The Mejesty It’S Husband

The Mejesty It’S Husband
Masa Lalu Part II Bagian Dua



🌹 Happy Reading Bestie 😘


Di pagi harinya, terlihat Aldo yang sudah lebih dulu bangun dibandingkan Brina.


Aldo yang merasa sangat begitu lelah, akibat olahraga semalam, kini menatap tubuh Brina yang tertutupi dengan selimut itu dengan lekat.


Dia sangat tidak menyangka bahwa hal seperti ini akan terjadi, membuatnya merasa bahwa sudah tidak ada jalan lain lagi, selain dirinya harus bertanggung jawab.


Drrtt,,ddrttt,,drtttt suara ponsel terdengar memecahkan keheningan yang ada.


Aldo melihat sejenak siapa yang menelponya di pagi hari seperti ini.


Dan dia mendapatkan nama Code, yang mengartikan bahwa dirinya harus segera kembali ke rumahnya.


Aldo yang sedari tadi masih duduk di atas tempat tidur, kini mulai beranjak untuk segera membersihkan tubuhnya.


Sedangkan Brina yang sedari tadi sebenarnya sudah bangun, kini baru membuka ke dua matanya, setelah melihat Aldo masuk ke dalam kamar mandi.


“Apa yang sudah aku lakukan?” tanya Brina dalam hati, sembari terus menatap lurus ke arah pintu kamar mandinya.


“Bodohh kamu Brina, Apa kamu lupa, bahwa dia adalah rakyat jelata, anak pungut, bagaimana nanti kalau –“ Brina langsung kembali menutup matanya, ketika mendapatkan Aldo yang baru saja keluar dari kamar mandi.


Untuk saat ini dia butuh menghindari Aldo, sebelum dia mengambil keputusan apa yang bisa menyelamatkan hidupnya.


Aldo yang sedang berpakaian sambil menunggu Brina untuk bangun, tetapi nyatanya wanita itu sama sekali tidak bangun.


“Aku akan terlambat, jika harus menunggu dia seperti ini,” lirih Aldo pelan, dengan menggaruk kepalanya bingung.


Dia ragu, apakah dia harus meninggalkan Brina sebentar untuk mengerjakan tugasnya, atau dia harus menunggu sampai Brina bangun.


“Sudahlah, lebih baik aku pergi saja, nanti aku bisa menemuinya di kampus,” sambungnya lagi, lalu mulai mengambil jaketnya untuk bersiap pergi dari apartemen Brina.


Ckleekkk, suara pintu kamar yang tertutup, bersamaan dengan mata Brina yang kembali terbuka, membuat wanita itu tahu, bahwa Aldo sudah pergi dari apartnya.


**


Sudah dua jam ini, Brina hanya sibuk mondar mandir hingga lupa jadwal kuliahnya, dia terus berpikir bagaimana caranya agar dirinya bisa lepas dari Aldo.


“Astaga Brina, udah jam segini kamu masih belum siap – siap,” suara Alisa terdengar mengejutkan Brina yang sedari tadi tidak fokus dengan sekitarnya.


“What happend? Pagi – pagi udah marah – marah aja kamu,” Alisa yang merasa bingung, kini memilih untuk duduk dulu dan melihat penampilan Brina dari ujung rambut hingga ujung kaki.


Brina yang mendapatkan pandangan penuh selidik dari sahabatnya itu, akhirnya ikut duduk dengan menampilkan wajah penuh bebannya.


“Brina? Is everything okey?” tanya Alisa lagi, namun di jawab oleh gelengan kepala dari Brina.


Alisa Kembali menampilkan wajah bingungnya, sambil menganggukkan kepalanya mengerti.


“Are you, mak Love with him?” tanya Alisa dengan penuh selidik.


Brina yang tahu, bahwa sahabatnya ini, memang sama sekali tidak bisa dibohongi, langsung menganggukan kepalanya sambil menangis.


Alisa tertawa melihat ekspresi Brina yang seperti itu, “Kenapa sampai sejauh itu sih Bina?” tanyanya lagi, namun kali ini malah Brina yang bingung, ketika yang harusnya prihatin dengan keadaanya, kini malah tertawa seperti itu.


“Ya aku itu dalam pengaruh alcohol sia**lan itu tau gak?” jawab Brina dengan nada kesalnya.


“Kalau enggak, mustahil aku untuk mau berhubungan sama anak pungut kaya dia,” terang Brina, yang kembali membuat Alisa semakin tertawa nyaring dibuatnya.


“Ya udahlah Brina, this is London, and you also from Eropa, this not problem,” Alisa, memberikan nasehat terbaiknya untuk Brina.


“Kita hidup dan budaya kita adalah London, di sini Se*x dini dibebaskan sayang,” sambungnya lagi, dan kali ini Brina sama sekali tidak memungkirinya.


“Iya benar sih,” balasnya pelan.


“Tetapi, setidaknya my Virgin yang sudah lama aku jaga itu, setidaknya bisa pecah oleh cowok berkesal dan sederajat, bukan rakyat jelata yang jadi anak pungut kaya Aldo itu,” ungkap Brina, menyatakan apa yang sebenarnya menjadi kekhawatiran untuknya saat ini.


Alisa yang sudah sangat hafal tentang sikap Brina, merasa begitu malas mendengarkan keluh kesah Brina yang sangat mendominasi.


**To Be Continue.


Hey teman - teman, jangan lupa untuk Like, Komen, Vote dan hadiahnya untuk mimin ya.


Dan juga jangan lupa untuk mampir ke karya mimin yang lainnyan.


Terima Kasih 😘**