The Mejesty It’S Husband

The Mejesty It’S Husband
Kelakuaan Anak dan Bapak



🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Setelah perdebatan yang cukup panjang, akhirnya kini seluruh keluarga kini telah berada di dalam pesawat untuk melakukkan perjalaan ke Hawai.


Termasuk Griffin dan Historia yang di paksa ikut, kini mau tidak mau dia menurutinya.


Ketika di dalam pesawat semuanya sibuk dengan kegiatan mereka masing - masing, tatapan mata Brina, kini mencari sosok Suami dan putrinya yang tidak ada di depan bagian pesawat.


“Mom, Dad? Ada liat Aldo sama Hanna tidak?” Tanya Brina, khawatir kalau ke dua manusia itu akan melakukkan hal - hal yang aneh lagi.


“Tidak, Mommy tidak melihatnya.” Jawab Eden, lalu menoleh pada suaminya yang juga menjawab dengan gelengan kepalanya pelan.


“Tadi Hanna bilang pingin ke kamar kecil, tetapi sampai sekarang dia tidak balik.” Sahut L’Arc yang sedikit mendengar perkataan Hanna yang meminta Daddnya menemani dirinya ke kamar kecil.


“Ke kamar kecil? Dari kapan pah?” Tanya Brina pada mertuanya.


“Sepertinya sudah 20 menitan.” Jawab L’Arc dengan melihat jam di tanganya.


Brina menoleh ke arah Eden, lalu segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar di mana di sana terdapat kamar mandi yang cukup luas.


“Hahahaha Daddy, lucu.” Suara Hanna samar - samar terdengar, membuat Brina semakin curiga dengan apa yang sedang di lakukan oleh dua orang ini di dalam.


Perlahan namun pasti, Brina membuka pintu kamar mandi yang tertutup rapat, lalu dia menghirup aroma yang begitu wangi.


“OH MY GOD.” Terriaaaakkkk Brina, ketika melihat Aldo dan Hanna yang memainkan Masker dan semua make up skincarenya yang dia simpan di atas Bathup.


Sontak saja, mendengar teriakan Brina, seluruh orang yang ada di luar tergesa masuk ke dalam, khawatir ada apa - apa dengan Aldo dan Hanna.


Tetapi, ketika mereka melihatnya, mereka hanya bisa menupuk kening mereka sembari menggaruk kepala mereka pusing.


Aldo dan Hanna menggunakan Masker wajah milik Brina satu badan dan bahkan menggunakan masker - masker itu pada semua boneka milik Hanna.


Sepertinya mereka sedang bermain salon - salonan namun membuat Brina menangis melihatnya.


“Tidak mau berhenti kalian?! Ha?! Berhenti sekarang!” Sentak Brina pada dua orang yang menghabiskan makser wajahnya yang sangat limited edition itu.


Brina menggelengkan kepalanya pusing, lalu dia melangkahkan kakinya keluar, membiarkan dua orang itu membersihkan tubuh mereka masing - masing.


Sedangkan L’Arc kini terpaku dalam diamnya, dia sedang berpikir, mengapa anaknya selalu saja berulah dari semenjak pertama mereka bertemu? Apakah anaknya itu mengidap kelaianan atau bagaimana?


“Kenapa Anda terdiam seperti itu?” Tanya Mario pada L’Arc yang tiba - tiba saja diam, tanpa merespon apa pun.


L’Arc menggelengkan kepalanya pelan, namun dia juga begitu penasaraan dengan keadaan putranya.


“Anu -“ lirihnya lagi, membuat Mario kembali menoleh ke arahnya.


“Hemmm, apakah Aberline?” L’Arc ragu menanyakan hal itu pada Mario, namun belum saja dia menyelesaikan kalimatnya. Mario sudah lebih dulu tersenyum.


“Jangan Khawatir, ini hanya sementara saja, mungkin hanya dalam kehamilan di tahap awal, Aberline adalah anak yang kuat kok.” Mario paham dengan rasa khawatir yang di miliki L’arc.


Dia juga mungkin jika berada di posisi L’Arc yang bertemu anaknya di usia dewasa, pasti berpikir hal sedemikian rupa.


L’Arc menganggukan kepalanya paham, sejujurnya dari awal dirinya berada di lingkunhan keluarga Mario, dia sudah merasa sangat tidak nyaman.


Dirinya yang sedari kecil jarang bergaul, ketika mendapatkan keluarga besar seperti ini, rasanya dia ingin sekali menghilang.


“Ketika kita sudah tidak lama bertemu dengan seseorang yang kita cintai, pasti akan terasa seperti kita adalah orang asing bagi mereka.” Gumam Mario, membuat L’Arc menoleh ke arahnya.


Lalu kembali dia menoleh ke arah Griffin yang sejak tadi hanya diam dan memejamkan matanya.


L’Arc paham, jika keluarganya dan keluarga besannya sangat berbeda, namun dia juga bersyukur karena Aldo ternyata tidak mengikuti jejaknya yabg menikahi seorang pelayan.


Tidak lama yang lainnya saling diam, kini Brina akhirnya keluar dengan membawa Aldo dan Hanna.


“Duduk kalian berdua!” Perintah Hanna, pada dua orang yang sudah membuatnya merasa sangat - sangat emosi itu.


Hanna menundukkan kepalanya, baru pertama kali ini dia di marahin oleh Mommynya dan itu terasa sangat menyakitkan.


Sedangkan Aldo, terlihat santai, bahkan dia sama sekali tidak perduli dengan makian istrinya.


“Sabar Brina, mungkin saja Aldo hanya sedang mengajak Hanna bermain agar tidak bosan.” Eden menenangkan putrinya, agar tidak terus - terusan memarahi Hanna dan juga Aldo.


Brina menghela nafasnya kasar, dia mengatur perasaan kesalnya, bahkan dia sampai menguncir rambutnya yang sejak tadi dia gerai. “Panas banget, panas.” Umpatnya masih dengan perasaan kesalnya.


Namun, Aldo dan Eden hanya bisa menghela nafasnya saja, karena mereka tahu, kalau Brina menguncir rambutnya seperti itu, berarti dia sudah bersiap dalam menghajar seseorang.


To Be Continue. *


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti **🙏🏻🙏🏻 dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘 *


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh **😭😭😭


Terima kasih🙏🏻🙏🏻