
🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Baik Aldo, Brina dan juga Mario kini terperanjak bingung dengan penjelasan dari Puff. Dan tak lama kemudian, dari luar terdengar suara ketukan pintu dan menampilkan Billy yang ada di sana.
“Tuan, dia -,” ucapnya berhenti, lalu menundukkan kepalanya secara hormat, ketika melihat siapa yang datang.
“Papah.” Gumam Aldo, ketika melihat sosok pria yang selalu dia ingat di kepalanya, dia adalah Raja L’Arc. Raja Inggris yang di kabarkan meninggal beberapa puluh tahun yang lalu.
Mario tercekat tanpa tahu harus berkata apa pun, walaupun dirinya adalah seorang pengusaha yang berhasil menduduki peringkat 3, tetapi tetap saja, rasanya kepalanya tertunduk ketika melihat seorang Raja yang begitu Mulia ada di hadapannya.
Mario menundukkan kepalanya hormat, di ikuti dengan Brina dan juga Puff, sedangkan Aldo kini hanya terdiam saja tanpa bisa mengatakan apa pun.
“Papah? Ta - ta - tapi, bagaimana bisa?” Tanya Aldo pada siapapun yang bisa menjawabnya.
Dan tak lama kemudian, datanglah Griffin dari belakang, “tugasku sudah selesai, aku sudah menemukan apa yang kalian minta, sekarang giliranmu untuk menepati janjimu!” Ucap Griffin pada Mario, sebelum akhirnya dia mau melangkahkan kakinya pergi.
“Kamu akan pergi dengan Grandpa besok pagi ke Cyberaya.” Balas Mario dengan lembut, karena dia yang menjanjikan hal itu pada Griffin.
Selama ini, Griffin belum pernah datang ke Cyberaya, dia belum tahu apa yang ada di sana dan apa yang sedang menunggunya di sana.
Raja L’Arc terlihat berbeda dari yang dulu, jika dulu dia terlihat tampan, muda dan berwibawa, sekarang dia masih tampan tetapi dengan rambut dan Jenggot putihnya.
L’Arc tersenyum, lalu membuka tanganya untuk menerima putranya ke dalam pelukkannya. Aldo melihat ke arah Brina sejenak, lalu istrinya itu menganggukan kepalanya pelan.
Aldo menetesakan air matanya, lalu memeluk tubuh yang sudah rentah, namun masih memiliki darah pikat seorang Raja.
“Papah, bagaimana Papah bisa meninggalkanku seorang diri selama ini Pah?” Tanyanya pada L’Arc.
“Papah meninggalkanmu, agar semua kebenarannya bisa terungkap, jika tidak kita selamanya akan tinggal dengan seorang pengkhianat.” Jawab L’Arc memberikan penjelasaan pada putranya.
“Tidak ada seorang ayah yang tega meninggalkan putranya dengan hidup seorang diri jika bukan tanpa alasan.” Ucap L’Arc lagi. Namun mampu menghilangkan semua pertanyaan yang ada di otak Aldo.
Selama dalam pelukkannya, Aldo hanya terus menangis, dan membuat L’Arc tersenyum pada Mario yang ada di hadapannya. “Terima kasih Mario, karena kamu sudah mengirim utusanmu untuk memberitahukanku bahwa putraku sedang berada di dalam keluargamu, serta situas yang berantakan bisa kamu perbaiki.”
“Sama - sama Yang Mulia, Aldo sudah menikah dengan putri saya, dan sudah sewajarnya saya sebagai orang tua membantu anak - anaknya menyelesaikan masalah - masalah mereka.” Sahut Mario dengan begitu sopan.
Sedangkan Brina sejak tadi hanya diam dan membisu, dia bahkan tidak tahu harus berkomentar seperti apa. Dia bukan Daddnya yang bisa dalam sejenak mengganti sebuah kosa kata dari yang bar - bar menjadi sopan.
“Sudah, jangan menangis! Kamu adalah laki - laki Aberline.” Tegur L’Arc pada putranya yang masih terus memeluknya dengan menangis.
“Aku - aku hanya -“ L’arc tersenyum ketika melihat sifat putranya yang tumbuh memiliki hati yang lembut seperti Therese.
“Papah tahu kamu merindukan Papah, hanya saja, di depan ada istri dan mertua kamu, apakah kamu tidak malu?” Tanya L’Arc dengan melirik ke arah Mario dan juga Brina.
Selama di persembunyian, L’Arc juga sudah merubah sikapnya, dari dirinya yang di sebutkan Raja berdarah dingin, kini dia bisa sedikit mencair dan beradaptasi dengan orang - orang yang bukan bagian dari istana.
Aldo yang mendengar kalimat itu dari papahnya, kini menguraikan pelukkannya, lalu dia melihat ke arah papahnya. “Pah, aku sekarang sudah punya anak satu perempuan Pah, namanya Hanna, dan sekarang Brina juga sedang hamil lagi pah.” Aldo memberitahukan pada papahnya, kalau sekarang dia sudah jadi orang tua untuk ke dua anaknya.
“Oh ya, papah akan bertemu dengan Hanna nanti.” Balas L’Arc tak kalah antusias. Jika dirinya dulu ingin memiliki 3 orang anak, dan karena itu tidak terwujud, kini putranyalah yang menerusknnya.
“Pasti Pah, pasti.” Ucap Aldo, begitu bahagia. Lalu dia menatap ke arah mertuanya. “Terima kasih Dad, terima kasih karena Daddy menemukan Papah dan mengembalikan dia pada aku Dad, hisk, Hisk, Aldo senang sekali Dad.” Ucapnya yang kini ditujukan untuk Mario.
“Sama - sama, lagian tidak perlu mengucapkan terima kasih, Daddy melakukkan ini karena Daddy sudah menganggap kamu seperti anaknya Daddy sendiri.” Sahut Mario dengan tulus. Karena Begitulah kenyataannya, dia akan melakukkan apa pun untuk kebahagiaan keluarganya. Apa pun akan dia lakukkan termasuk membangkitkan yang sudah mati.
To Be Continue. *
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti **🙏🏻🙏🏻 dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘 *
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh **😭😭😭
Terima kasih🙏🏻🙏🏻