
❤️ Happy Reading Bestie ❤️
“Ada apa Dad? Kenapa situasinya serius sekali?” Tanya Brina pada Mario, yang masih berdiri membelakanginya.
Mario terlihat menghela nafasnya pelan, lalu dia membalikkan tubuhnya dan melihat Aldo serta Brina yang duduk bersamaan.
“Erlan meninggal.” Ucap Mario, yang membuat Aldo dan Brina terkejut mendengarnya.
“Apa? Daddy bilang apa?” Tanya Brina, ingin Daddynya itu menjelaskan kembali kata - katanya.
“Erlan sore tadi di temukan kecelakaan, dan di saat mayatnya ditemukan, dia di nyatakan meninggal.” Ungkap Mario lagi. Dan itu sudah pasti membuat Brina merasa sangat shock mendengarnya.
Tidak jauh beda dengan Aldo, meskipun dia adalah korban kekerasan dari Erlan pagi tadi. Tapi ketika dia mendengar jika pria itu meninggal, rasanya juga sangat sedih jadinya.
“Tapi bagaimana bisa itu terjadi Dad?” Tanya Brina, masih tidak menyangka bahwa Erlan bisa meninggal secepat itu. Padahal dia saja belum membuat perhitungan apa - apa pada mantan tunangannya yang sudah menyakiti suaminya hingga masuk rumah sakit.
Kembali, Mario menghela nafasnya, lalu menatap ke arah Aldo. Semua ini karena ulah Code.” Jawab Mario, yang sebenarnya merasa tidak enak dengan Aldo.
Mengingat bahwa Code adalah orang kepercayaan Aldo, apa lagi Codelah yang mengurus Aldo dari pria itu di tinggal oleh orang tuanya.
“What? Pelayan itu?” Sorak Brina, mendengar nama pria yang sejak siang sudah menantangnya.
Sedangkan Aldo, terlihat diam saja ketika pelayannya kembali membunuh orang demi menyelamatkannya.
“Kamu tidak beraksi Aldo?” Tanya Mario, melihat menantunya yang diam saja tanpa berkata apa pun.
“Tidak Dad.” Jawabnya sembari menggelengkan kepalanya pelan.
“Apakah berarti kamu tahu bahwa Code tidak baru sekali ini melakukkan hal ini?” Tanya Mario lagi.
Sejenak Aldo kembali diam, dan lalu dia menganggukan kepalanya pelan. “Sering kali, ketika ada seseorang yang mengancam Aldo Dad.” Jawabnya jujur. Karena memang itulah kenyataanya.
“Sedari kecil, Code sudah merawat Aldo, dia hidup bersama dengan orang tuaku sebelum Aldo lahir, dan ketika ke duanya meninggal, Code menggantikan posisi ayah dan juga ibu bagi Aldo, jadi layaknya orang tua yang melindungi anaknya, itulah yang dilakukkan oleh Code Dad, dan saya juga yakin jika Brina dalam keadaan terburuk, Daddy pasti akan melakukkan hal yang sama seperti yang Code lakukkan pada Erlan.” Jelas Aldo, membela pelayannya yang paling setia itu.
Sampai Mario menganggukan kepalanya pelan, mengerti kalau Code adalah manusia yang paling polos dan tidak tahu sebenarnya apa yang ada di balik topeng kebaikan pria itu.
“Apakah sedari orang tuamu meninggal, Code memang sudah mau merawatmu? Atau ada perjanjian atau alasan lain?” Tanya Mario lagi.
Aldo kembali tertegun mendengar hal itu, karena rahasia itu hanyalah di ketahui oleh dirinya dan juga Code. “Tidak perlu ditutupi Aldo, Daddy sudah tahu semuanya.” Ucap Mario lagi, meminta untuk Aldo saat ini bicara secara terus terang saja. Tidak ada yang perlu mereka tutupi lagi.
“Dia akan mengambil nyawaku jika pelaku pembunuhan orang tuaku sudah ditemukan.” Jawab Aldo dengan menundukkan kepalanya.
“Apa?” Tanya Brina, dengan menaikan oktaf suaranya.
Dia terkejut mendengar perjanjian bodoh yang suaminya buat dengan pelayannya itu. Namun, berbeda reaksi dengan Mario, yang malah justru menampilkan senyumnya.
“Dad.” Tegur Brina, ketika di saat seperti ini Daddnya malah tersenyum seperti itu.
Membuat Brina yang sejak tadi penasaraan apa yang sebenarnya terjadipun kini mulai berdiri, dan duduk di hadapan Daddynya.
“Aku mau, Daddy bicara dengan berterus terang! Apa pun yang Daddy tahu! Jangan bermain tebak - tebakan dengan kami!” Tegasnya, merasa Daddnya sedang mempermainkan mereka.
Mario sendiri sebenarnya bingung mau mengatakan semua kebenaranya dari mana. Dia khawatir kalau hubungan Aldo dan Code terlalu erat sampai Aldo menutup mata atas semua kesalahan yang Code perbuat.
“Daddy hanya ingin memberitahu kamu Aldo, jika pelaku dari tragedi kebakaraan di Istana kamu pada saat itu, semua di sebabkan oleh Code, dialah pelakunya.” Ucap Mario, dengan wajah seriusnya. Dia tidak sedang bermain - main, sampai Aldo dan Brina kini sama - sama terdiam mendengarnya.
Bahkan Brina dengan perlahan bangkit, dN membiarkan Daddynya Mario dan juga Aldo berhadap - hadapan.
Aldo mengerjapkan matanya sejenak, dia merasa sedang mendengar seseorang berbicara buruk tentang Code, namun Aldo terdengar seperti dengunggan biasa.
“Aldo tahu, mungkin Daddy masih sakit hati karena Code yang bunuh Erlan, tapi itu bukan berarti Daddy bisa menuduh Code yang menjadi pelaku pembunuhan orang tuaku Dad.” Protes Aldo, merasa tidak terima kalau mertuanya menuduh pelayan kesayangaannya yang sudah dia anggap seperti orang tuanya sendiri itu.
“Lagian, Code itu adalah pelayan kami turun temurun Dad, dia sangat menyayangi Papah, dan tidak mungkin mau membunuh Papah dan Mamah.” Timpalnya lagi, memberitahu pada Mario, bahwa itu semua informasi yang sangat salah.
“Dia memang menyayangi keluarga kalian, bahkan dia sangat menyayangi kamu Aldo, tapi dia tidak suka jika keturunan bangsawan seperti kalian menikahi gadis biasa seperti Mamah kamu. Yang berasal dari gadis biasa keturunan China.” Jawab Mario, menjelaskan apa yang terjadi pada saat itu.
“Kesetiaan mereka pada Papah kamu, membuat mereka tidak mau kalau Papah kamu goyoh dan tunduk pada manusia lain apa lagi wanita biasa seperti Mamah kamu.”
“Tetapi, kesetiaannya Code bukan berarti menjamin Code akan menerima apa pun semua keputusan Papah kamu, sedari awal pernikahaan sampai kamu berusia 12 tahun, tidak pernah Code berhenti untuk membunuh Mamahmu, namun semuanya selalu selamat karena Papah kamu yang tidak pernah beranjak dari sisi mamahmu. Itulah sebabnya kenapa pada saat itu ketika Papah kamu sedang keluar, Code mengambil kesempatan untuk membakar Istana kalian, tetapi perhitunganya salah, ternyata Papah kamu balik ke Istana karena mengambil barang yang ketinggalan, dan berusaha menyelamatkan mamah kamu di saat api sudah mulai membesar. Namun, takdir bekehendak lain, api yang besar melahap ke dua tubuh mereka, dan membuat ke duanya mati di tempat.” Mario mulai menjelaskan satu persatu tragedi yang terjadi pada saat itu.
Dia mendapatkan informasi yang sangat - sangat bisa dibuktikan keakuratannya.
“Daddy, tahu dari mana semua kejadian itu?” Tanya Aldo, mulai mempercayai semua yang dikatakan oleh Mario.
“Keluarga Phantominve mempunyai 3 orang pelayan Raja, yaitu Code, Pufff, dan Ceyday, tetapi Ceyday telah meninggal di tangan musuh, sedangkan Puff saat ini sudah bahagia dengan keluarganya.”
“Tragedi kehancuran Istana Phantominve pada tahun itu, tidak menyisahkan apa pun selain dua orang itu, yaitu Code dan Puff, tidak seperti Puff, Code memiliki ambisius yang lebih tinggi, sehingga mampu membuat hal seperti demikian.” Jelas Mario lagi. Dan kali ini Aldo hanya mampu terdiam, dia tidak tahu mana yang harus dia percaya. Kesetiaan Code yang ternyata palsu selama bertahun - tahun ini, atau dia harus percaya dengan Mertuanya yang baru saja masuk ke dalam hidupnya. Semuanya terlihat sangat ambigu, membuat dia tidak tahu harus mengambil pilihan yang mana, percaya atau tidak.
To Be Continue. *
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti **🙏🏻🙏🏻 dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘 *
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh **😭😭😭
Terima kasih🙏🏻🙏🏻