The Mejesty It’S Husband

The Mejesty It’S Husband
Saran Baik dari Brio



🌹 Happy Reading Bestie 😘


Tidak ingin membuang waktu dengan berpikir panjang, Setelah makan siang selesai, Aldo langsung bergerak cepat untuk kembali ke kantor, agar segera bisa menghubungi Brio. Sosok yang dulu menjadi otak dari kegiatan jahatnya kepada Brina.


Di saat sudah berada di dalam ruanganya, kini Aldo langsung melakukkan panggilan vidio dengan Brio, namun, sudah beberapa kali dia mencoba melakukkan panggilan tersebut, lewat Face time, sama sekali tidak ada respon dari Brio.


Sehingga Aldo, memilih untuk membuka akun whatsaap miliknya, dan segera mengirimkan beberapa foto dokumen yang tadi sempat dia foto terlebih dahulu.


Sekali lagi, Aldo mencoba menghubungi pria itu, “hallo, look at your whatsaap please!” Pinta Aldo, pada Brio, ketika panggilan telpon itu telah tersambung.


Di seberang sana, Brio yang baru saja membuka ponsel miliknya, langsung melihat pesan yang dikirim oleh Aldo.


Awalnya dia begitu terkejut, ketika melihat foto – foto itu, namun di detik selanjutnya dia berusaha untuk tenang, dan membalas panggilan vidio dari Aldo.


“Bagaimana ini bisa terjadi?” Tanya Brio, langsung pada intinya.


“Namanya berhubungan, ya sudah pasti akan jadi.” Jawab Aldo dengan wajah yang datar.


Brio menganggukan kepalanya pelan, membenarkan apa yang dikatakan oleh Aldo.


Dari panggilan vidio tersebut, terihat Brio yang terdiam sejenak, dengan mengetuk – ngetuk pulpen yang sedang dia pegang, sehabis menandatangani berkas pekerjaan.


“Apa yang sedang kamu pikirkan? Tanya Aldo dengan serius. Melihat Brio yang diam seperti itu, membuatnya beranggapan, jika Brio sama sekali tidak mau memberikan solusi apa pun untuk permasalahanya.


“Kamu memintaku untuk berdiskusi, bukan untuk bercerita atau pun curhat mengadu kepadaku bukan?” Brio membalikkan pertanyaanya untuk Aldo.


Menaggapi kalimat Brio, Aldo hanya diam tanpa ingin merespon apa pun lagi. Hingga membuat Brio menjadi kesal kepadanya.


“Jangan lagi, pertanyakan pertanyaan bodoh itu kepadaku!” Tegas Brio yang memang paling tidak suka di desak apa lagi, menayakan kepadanya pertanyaan yang tidak seharusnya di tanyakan. Dia benar – benar akan sangat marah menanggapinya.


Mendengar teguran seperti itu dari Brio, Aldo hanya merespon dengan gelengan kepalanya pusing.


“Harusnya hal seperti ini, kamu langsung tanya dan berdiskusi pada Brina,” pria itu mencoba memberikan saran untuk Aldo.


“Tapi karena adik perempuan aku itu, tidak sama dengan perempuan lainnya yang bisa dengan baik diajak berbicara kepala dingin, jadi sudah tidak ada pilihan lain, kamu harus menikahinya.” Jelas Brio, pada pria yang telah mengahamili adiknya itu.


Dia sangat tahu jelas, bagaimana sifat Brina jika diajak berdiskusi masalah seperti ini. Karena bukannya membicarakan dengan kepala dingin, malah akan menjadi kepala panas, karena perdebatan - perdebatan yang membuat wanita itu selalu saja bisa membela diri dan teguh akan pilihannya yang tentu saja salah.


Dan benar saja, terdengar helaan nafas yang begitu berat, sebagai respon singkat dari Aldo.


Dengan cepat Aldo menggelengkan kepalanya pelan, menolak tuduhan tidak beralasan dari Brio.


“Kalau kamu baru menghamilinya, mungkin saja aku bisa membantumu menghindar dari tanggung jawab, seperti kemarin mungkin ketika hamil Hanna. Tapi sekarang keadaanya sudah berbeda, anak kalian sudah mau dua , tidak ada pilihan lagi sekarang, berat tidak berat, ya kamu harus bertanggung jawab.” Ucap Brio dengan santai, dia sama sekali tidak mau memberikan tekanan pada Aldo.


Karena biar bagaimanapun juga, kehamilan Brina kali ini, dia juga ikut andil menjebak adik perempuannya itu.


Dia yang merencanakan semuanya dengan Aldo tempo hari, sehingga dia juga harus bertanggung jawab untuk membantu keduanya lepas dari masalah ini.


Aldo kembali terdiam ketika mendengar saran dan semua kalimat yang dikatakan oleh Brio. Dan dia tidak menyalahkan apa yang dikatakan oleh pria itu, biar bagaimanapun, anak mereka sudah mau dua, apa lagi yang harus Aldo pikirkan saat ini.


“Tetapi, bagaimana jika Brina menolak aku menikahinya? Brina sudah mengatakan dengan jelas, bahwa dia tidak mau bersamaku.” Adunya pada. Brio.


“Aku akan memberitahu Mommy dan Daddy atas masalah ini, dan Brina tidak akan mempunyai alasan lagi untuk menolaknya, dan menerima keputusan untuk menikah denganmu.” Jelas Brio pada Aldo.


Sejenak Aldo mengingat, bahwa dia sudah mengatakan bahwa dia tidak ingin menikahi Brina di hadapan Mario, apa sekarang setelah semuanya terjadi, Mario masih mau menerimanya?


Tidak ada jawaban apa – apa lagi dari Aldo, Brio memilih untuk mengakhiri panggilan vidio mereka.


Sedangkan Aldo, kembali menimbang – nimbang, saran yang diberikan oleh Brio tadi, dia sangat paham, bahwa Brio saat ini adalah orang yang paling netral.


Meskipun dia adalah kakak kandung dari Brina, pria itu sama sekali tidak membela Adik perempuannya maupun menyalahkan dirinya.


****


Di sisi lain, Brina yang merasa puas ketika melihat ekspresi khawatir yang diperlihatkan Aldo tadi waktu di Café. Semakin membuat dirinya yakin, bahwa sebentar lagi, pasti Aldo akan menghubunginya dan langsung bertekuk lutut kepadanya.


“Olla calon istrinya aja masih kalah cantik sama aku, apa lagi janda gatal itu.” Gumam Brina, merasa akan menjadi pemenang untuk kali ini.


Dan akan dia pastikan, tidak akan pernah ada satupun orang yang bisa mengganggu rencana yang sudah dia buat secara matang.


To Be Continue.


Hey teman - teman, jangan lupa ya, untuk Like, Komen, Vote dan jika berkenan memberikan Hadiahnya untuk Mimin. Agar mimin lebih semangat lagi updatenya, biar hak malas - malasan lagi.


Terima kasih 🙏🏻