The Mejesty It’S Husband

The Mejesty It’S Husband
Masa Lalu Part II Bahagian Tiga



🌹 Happy Reading Bestie 😘


Sudah sebulan berlalu, dan selama itu juga, sikap Brina begitu dingin pada Aldo.


Pria itu sangat tidak mengerti, kenapa Brina kini menjauhinya, apa salah yang dia perbuat? Aldo sama sekali tidak mengerti akan hal itu.


“Brina, Brina, dengarkan aku dulu!!” tegas Aldo, yang kali ini berhasil, menyeret Brina masuk ke dalam ruangan yang ada di kampus mereka.


“Lepas!!! Lepaskan aku!!” paksa Brina, dengan menampilkan wajah yang benar – benar sangat marah menatap Aldo seperti ingin memakannya.


“Kenapa kamu menjauhiku?? Kenapa kamu acuh padaku? Kasih tahu aku jawabnnya, kalau tidak aku tidak akan melepaskanmu,” Aldo terus menekan Brina, bahkan lebih mengencangkan eratannya pada pergelangan tangan Brina.


Tetapi, bukannya menjawab, Brina malah terus menerus mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman Aldo.


“Kamu menyakitiku Aldo, lepaskan!!!” ucapnya tegas.


Dan lagi – lagi Aldo tidak memperdulikannya, dia terus mencengkram pergelangan tangan yang mungil itu, sampai dia mendapatkan apa yang dia mau.


“Lepaskan Aldo!! Kamu menyakitiku!!” kali ini Brina tidak segan – segan berteriak di depan wajah pria itu.


“Aku tidak akan melepaskanmu, sebelum kamu menjawab apa yang aku ingin ketahui!” balas Aldo final.


“Kamu mau tahu jawabannya hem?”


“Jawabannya, aku muak melihatmu, aku muak berada di sisi orang miskin seperti kamu, aku merasa sesak ketika semua orang menghinaku karena aku berhubungan dengan seorang anak pungut seperti kamu!! Dan mulai sekarang! Jangan pernah menampilkan wajahmu, apa lagi tanganmu yang kotor ini menyentuh tubuhku, karena ini sangat menjijikan!!” ungkap Brina, dan seketika dirinya mendapatkan cengkraman Aldo yang mulai melemah, sehingga dirinya bisa melepaskan dengan begitu mudahnya.


Sedangkan Aldo, tiba – tiba saja dia merasa tubuhnya seperti mati, ketika mendengar hinaan tersebut dari Brina.


“Brina, sebenarnya aku –“ ucapnya terhenti, ketika Brina sudah lebih dulu melangkahkan kaki untuk meninggalkannya.


“Sebenarnya aku adalah Aberline, pemimpin kerajaan Phantominve,” lirihnya dengan pelan, tetapi sepertinya semua kebenaran itu sudah sangat tidak berguna.


Awalnya Aldo membuka identitasnya itu sedari lama, setelah kejadian malam indah mereka. Tetapi, setiap Aldo ingin mendekati Brina, wanita itu selalu saja menjauhinya tanpa alasan yang jelas.


***


Di sisi lain, Brina yang baru saja sampai di apartemannya, kini langsung masuk ke dalam kamarnya, dia merasa enggan untuk pulang ke Mansionnya, karena dirinya butuh waktu untuk sendiri terlebih dahulu, dan tidak ingin mendengar suara – suara pelayan yang begitu menganggunya.


Brina mencoba mengatur nafasnya yang sedikit terenggah – enggah, karena akhirnya dia berhasil melepaskan diri dari jeratan Aldo, dan mulai sekarang dia akan menata hidupnya lagi tanpa Aldo, tanpa kisah yang tak sempurna.


Brina menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur, lalu di detik selanjutnya, dia mengambil ponselnya dan melihat layar ponsel itu sejenak.


Namun, tiba – tiba saja Brina terbangun, dan kembali fokus melihat layar ponsel itu lagi.


“Ini udah lebih seminggu dari tanggal bulananku,” gumamnya, dengan wajah yang terlihat bingung.


Lalu dirinya berdiri, berjalan mondar mandir di kamarnya, dengan sedikit mengigit kukunya. Seperti terlihat sangat panik dengan keadaan ini.


Tetapi, sepertinya dia tidak ingin terlalu membuang waktu sekarang, Brina memilih kembali mengambil tasnya dan bergegas untuk pergi lagi keluar.


***


Brina mengendarai mobilnya menuju sebuah apotik yang tidak jauh dari apartnya.


Sempat berdiam diri sejenak di dalam mobil sambil memandangi apotik tersebut. Dia merasa ragu, apakah dia harus masuk atau tidak.


Dan di detik selanjutnya, akhirnya dia memilih untuk masuk ke dalam, dan berjalan ke daerah rak yang menjual alat tes kehamilan.


Di saat Brina sedang berdiri, melihat alat tersebut, terlihat seorang apoteker yang mendatanginya.


“Selamat sore, Nona, ada yang bisa saya bantu?” tanya apoteker tersebut dengan ramah kepada Brina.


“Mana yang brand terbaik dan terakurat dari semua ini?” tanya Brina pada Apoteker tersebut.


“Yang Quick and Sure bagus Nona, banyak yang menggunakannya dalam bentuk Pact, tetapi yang lebih bagus lagi yaitu Clearblue, alat ini bisa menunjukkan usia kandungan dan tingkat keakuratannya 98% Nona,”


“Bagaimana cara menggunakannya?” tanya Brina lagi.


“Tinggal letakkan saja Urine Anda di tempat yang telah tersedia Nona,” jawab Apoteker itu lagi.


“Oke berikan aku dua brand itu, aku ingin beli sepuluh!” perintah Brina dan langsung memberikan sejumlah uang kepada wanita tersebut.


Brina terlihat begitu panik sekali, hingga dirinya tidak bisa tenang, menunggu apoteker tersebut selesai menginput belanjaanya.


“Soory, bisakah kamu lebih cepat sedikit, ini terlalu memakan waktu,” ucap Brina lagi. Dirinya benar – benar merasa risih ketika di ruangan publik, dia membeli sesuatu barang yang menurutnya sangat menjijikan.


**To Be Continue.


Hey Teman - Teman, Jangan lupanya Untuk Like, Komen, Vote dan Hadiahnya untuk Mimin, agar mimin tetap semangat untuk Updatenya


Dan jangan lupa untuk mampir ke karya Mimin yang lainnya ya.


Terima Kasih**.