
🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Brina melihat situasi yang tidak sesuai, akhirnya dirinya tersenyum dan mendekat ke arah kakaknya.
“Kak, sudah dulu ya, kita semua sudah lapar ini, kita makan siang dulu, baru kakak akan ada sesi untuk mengobrol dengan Griffin.” Ajak Brina, menarik tangan kakaknya Briell untuk ke meja makan terlebih dahulu.
“Fin,” ajak Albert, dan mau tidak mau anaknya itu harus mengikuti kemana pun Papahnya mengajak.
Kini seluruh keluarga telah duduk dan mengambil tempat masing - masing di meja makan. “Sayang, hari ini Mommy khusus masakan makanan kesukaanmu, yaitu Bihun goreng serta Curry India.” Ucap Eden, lalu mengambil piring putrinya untuk di sajikan makanan.
“Terima kasih Mommy, I really miss you Mom.” Ucapnya, dan membuat Eden tersenyum bahagia.
“Sama - sama sayang,” balas Eden.
“Sini, untuk yang lainnya Mommy ambilkan jug, Brina, Brio,” pinta Eden, pada ke dua anaknya yang lain.
Brina dan Brio merasa senang, karena walaupun Mommynya lebih sayang pada Briell, namun mereka tidak pernah merasa cemburu, mereka bahkan menikmati masa - masa itu, karena Eden sama sekali tidak pernah membedakan anak - anaknya.
“Oke, semuanya selamat makan.” seru Mario, memulai makannya terlebih dahulu.
“Wah, wah, sepertinya kita akan di tinggal nih.” Seru suara yang berasal dari depan pintu.
Ya, liburan kali ini tidak hanya di hadiri oleh keluarga Mario, tetapi seluruh keluarga Lesham dan Manopo.
Albert berdiri melihat Jenni mamahnya datang, “Mamah,” panggilnya, lalu menggendong tubuh rentah mamahnya yang pasti sudah sangat letih karena perjalanan jauh dari Indonesia ke Hawai.
“Eh, Nak, tidak usah, Mamah bisa -“
“Tidak apa - apa Mah, biarkan kali ini Albert yang merawat Mamah.” Tegasnya, dan merasa Jenni mamahnya sudah tidak boleh membantah.
Dalam situasi ini, sebenarnya Griffinlah yang merasa sangat tidak nyaman, dia benar - benar berusaha untuk mengabaikan sekelilingnya.
“Duduk - duduk, kalin pasti laparkan, ayok makan siang bareng.” Pinta Eden, mempersilahkan semua keluarga untuk duduk.
Itulah makanya dia mempersiapkan maka makan yang super besar untuk hari ini. Tak terkecuali Lyla yang tersenyum pada Historia dan di balas lagi dengan senyum manisnya.
Lain halnya dengan Freya dan Vita, yang menatap asing ke arah Albert dan Briell.
“Siapa wanita itu? Kenapa dia begitu cantik?” Batin Freya, menatap ke arah wanita yang duduk bersebelahan dengan Griffin.
Aiden menyadari arah tatapan istrinya, “dia adalah Briell dan Albert, mereka berdua adalah orang tua Griffin.” Jelas Aiden, membuat Freya terkejut mendengarnya.
“Orang tua Griffin? Bukannya mereka?”
“Ceritanya panjang, nanti akan aku ceritakan.” Ucap Aiden pada istrinya.
Sama halnya dengan Vika, sejak awal masuk ke dalam keluarga itu, dialah yang paling merasa sangat insecure, dan kali ini melihat kehadiran Briell itu semakin membuatnya merasa cetek.
Hawa kebangsawaanan, serta aura yang benar - benar mahal dari wanita itu, membuat siapapun pasti insecure melihatnya.
“Alson, Aiden, apakah kalian tidak ingin memperkenalkan istri kalian padaku?” Tanya Briell, dengan senyum manisnya membuat ke dua pria itu merasa gugup.
Brio yang melihat itu, langsung tersenyum. “Jangan gugup gitu dong kak Aiden, kak Alson, masa lalu kalian telah berlalu dan Kak Albertlah yang jadi pemenangnya.” Singgung Brio, membuat semua orang kini menetap ke arahnya.
“Ma - maksudnya seperti apa?” Tanya Vika langsung dari pada dia penasaraan.
Brio kembali menampilkan senyum manisnya, namun Briell tahu bahwa adiknya ini pasti akan mencari masalah.
“Gimana mau jelasinnya ya, intinya dulu kak Aiden, kak Alson itu saling menyerang untuk mendapatkan Kakak aku yang paling cantik itu, dan pada akhirnya Kak Albert yang mendapatkannya.” Jelas Brio dengan sejujur - jujurnya.
“Brio!” Tegur Briell, dengan tatapan tajamnya.
Sontak saja, mendengar hal itu, Freya dan Vika semakin merasa bahwa mereka tidak ada apa - apanya dengan Briell.
“Sudah, itu sudah masa lalu, sekarang kalian bahagia dengan pasangan kalian masing - masing.” Tegur Eden, merasa jika suasana mulai terasa dingin.
Namun, sejak tadi Albert merasa jika dirinya sedang di pantau oleh seseorang yang tak lain tak bukan adalah Aldo.
“Kenapa kamu melihat kakak iparku seintents itu?” Tegur Brina, ketika menyadari suaminya tidak memakan - makanan di piringnya, tetapi hanya fokus dengan raut wajah kakak iparnya.
Aldo menghela nafasnya dan berdiri dari duduknya. “Kak Albert makan apa?” Tanyanya berbasa - basi, namun dengan cepat dia mengambil piring makan milik Albert yang baru saja di sediakan oleh Briell.
Karena duduk mereka yang berhadap - hadapan, memudahkan Aldo untuk mengambil makanan milik Albert itu.
“Hey!” Tegur Albert, ketika piringnya di angkat oleh Brio.
“Aldo! Apa yang kamu lakukkan ya ampun?!” Brina langsung stress melihat suaminya yang mengangkat piring makan milik kakak iparnya.
“Aldo, kamukan ada! Kenapa kamu mengambil makanan suamiku!” Tegur Briell pada suami adiknya.
“Sudahlah, percuma kamu tegur juga, pagi ini piringnya Daddy juga di ambil olehnya, 3 piring Daddy ambil, 3 piring juga dia ambil.” Seru Mario, membuat Brina hanya bisa menyengir dan meminta maaf pada kakaknya.
“Maaf ya, maaf kak, katanya ini kerena efek dari ngidam kak, maaf ya.” Brina merasa malu sekali, kenapa juga suaminya harus ngidam hal yang sangat konyol seperti ini.
Briell menatap risih ke arah Aldo, lalu dia kembali mengambilkan piring untuk suaminya. “Kamu makan yang ini aja sayang.”’pinta Briell, ketika dia menyiapkan lagi makanan suaminya.
Namun baru saja Albert menyendokkan sesuap nasi ke mulutnya, piring itu sudah kembali berpindah ke depan Aldo.
“Aldo!” Tegur Brina, kembali meminta maaf pada kakak dan kakak iparnya.
“Dia tidak akan berhenti, sampai kamu tidak ada di hadapannya.” Seru Mario lagi, memberikan peringatan kepada menantunya jika Aldo tidak akan berhenti mengambil piring Albert sampai dia merasa puas.
“Sudahlah, sini aku suapin saja.” Tandas Briell, merasa kesal dengan suami adiknya.
Albert hanya diam menganggukan kepalanya saja, dan menerima suap - suapan dari istrinya.
“Ahhh, Griffin Aahh!” Paksa Briell ingin menyuapi anaknya.
Griffin menggelengkan kepalanya pelan. “Tidak perlu, aku punya -“
“Ahhh!!!!” Tekan Briell, dan terasa aura yang begitu menyeramkan membuat Griffin mau tidak mau membuka mulutnya dan menerima suapan dari mamahnya.
“Brina.” Tegur Eden pada putri bungsunya.
“Itu Hanna ngantuk sepertinya, coba liat!” Tunjuk Eden pada Hanna yang sedang memejamkan matanya.
“Hahahaha, Hanna,” panggil Brina, sembari menggelus kepala putrinya.
“Ihh, malas banget dia makan,” sahut Vita merasa gemas dengan ponakannya itu.
“Hahahah, Hanna, ya ampun malah tidur, Hanna.” Panggilnya lagi, sembari menoyor kecil kepala putrinya.
“Lagi Rin toyor lagi Rin.” Seru Brio merasa seru melihat ponakannya di bangunin.
Namun dengan keadaan mata yang terpejam, Hanna tertawa membuat yang lainnya ikut tertawa. “Hahaha rese banget sih, sama kaya Daddnya Rese ih, suka ngerjain orang.” Seru Brina, menggelengkan kepalanya melihat keluakuan anak dan suaminya yang membuatnya sakit kepala.
To Be Continue. *
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti **🙏🏻🙏🏻 dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘 *
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh **😭😭😭
Terima kasih🙏🏻🙏🏻