The Mejesty It’S Husband

The Mejesty It’S Husband
GrandLa Milik Hanna



🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Ke esokan paginya, hari ini mereka berencana untuk berlibur bersama ke Indonesia. Aldo dan L’arc yang belun pernah sama sekali ke Indonesia, kini merasa tertantang untuk pergi ke Negara itu.


“Yeyyyy, holiday.” Teriak Hanna dengan begitu riang, ketika Mommynya memakaikan baju terbaiknya.


“Iya sayang, kita Holiday.” Sahut Brina, merasa sangat senang karena sudah lama juga dia tidak holiday bareng keluarganya.


Namun berbeda di sisi lain, di meja makan di saat mereka sedang breakfast bersama. Mario merasa sangat kesal sekali, karena setiap dia mengambil makanan, selalu saja Aldo merampasnya dengan paksa.


“Ini sudah piringku yang ke empat, kamu mau apa lagi?” Tanya Mario dengan sinis, ketika Aldo melirik ke arah piringnya.


Eden tertawa dengan begitu keras melihat ekspresi wajah dari menantunya dan suaminya yang sedang berebutkan makan. Sedangkan L’arc yang sedari dulu hidupnya sangat serius, kini juga ikut tersenyum ketika anaknya di marahin oleh mertuanya.


Mendapatkan tatapan tajam dari mertuanya, Aldo memasang wajahnya melas. “Aku lapar.” Jawabnya dengan lemas.


“Ha?” Mario terkejut mendengarnya, lalu dia menghela nafasnya kasar.


“Lapar apa? Kalau sedari tadi kamu sudah mengambil makananku.” Sentak Mario dengan kesal.


“Harusnya aku yang lapar.” Mario yang kesal, memilih untuk mengangkat piringnya lalu pergi ke sofa ruang keluarga untuk berpindah makan.


Melihat mertuanya yang pindah, Aldo kembali merasa sangat sedih. “Ini, ambil punya Papah saja.” Suara L’arc tiba - tiba terdengar membuat Aldo menoleh sejenak.


“Hari ini mau makan punya Daddy pah.” Ujarnya menolak pemberian Papahnya.


“Aldo sedang mengidam, jadi keinginanya pasti akan aneh - aneh.” Seru Eden, memberitahukan L’arc lebih dulu, sebelum pria itu merasa tersinggung dengan penolakan putranya.


L’arc menganggukan kepalanya paham, dia juga tidak mempermasalahkan penolakan putranya.


Tidak lama kemudian, Hanna dan Brina turun dari atas, terlihat mereka yang sudah siap untuk berangkat.


Eden dan L’arc menoleh ke arah Hanna dan Brina, lalu Eden tersenyum dan berdiri dari duduknya.


“Itu adalah Hanna, anak Aldo.” Eden memberitahukan pada besannya tentang Hanna.


L’arc tersenyum, lalu berdiri dari duduknya dan beranjak mendekat ke arah Hanna. “Hallo, cucu GrandFather,” sapa L’arc pada Hanna.


“Mommy.” Lirih Hanna pelan, dan lansung menghindar ke belakang tubuh Brina. Dia bersembunyi karena takut pada L’arc.


Aldo yang melihat intraksi papah dan anaknya itu, akhirnya bediri dan mendekat ke arah putrinya.


“Sayang, jangan takut Nak, dia adalah Ayah dari Daddy, yang berarti dia sama seperti Grandpa Mario yang merupakan Papah dari Mommy, jadi beliau adalah Granpa L’arc sayang.” Jelas Aldo pada Hanna, dia tidak ingin anaknya takut pada papahnya, karena itu bisa membuat papahnya merasa sangat sedih.


Hanna menoleh sejenak, lalu dia melihat ke arah wajah L’arc, “ayah Daddy, berarti Grandpa Seperti Grandpa Mario,” ucapnya mengulangi kata - kata Daddynya.


“GranpaLa.” Lirihnya pelan, memanggil sebutan L’Arc yang sudah dibuat olehnya.


L’Arc tersenyum, lalu memeluk tubuh Hanna dengan erat. “Iya sayang, ini GrandpaLa.” Sahut L’Arc dengan perasaan bahagianya.


Semenjak dirinya kematian Therese, L’Arc merasa sangat begitu sedih. Apa lagi dia harus mengasingkan diri terlebih dahulu dan baru kembali di saat anaknya bahkan sudah mempunyai anak juga.


“Jadi sekarang aku punya dua Grandpa?” Tanyanya pada Mommy dan Daddnya.


“Iya sayang, GrandIodan GrandLa.” Jawab Brina, sembari mengelus puncak kepala anaknya dengan lembut.


“Lalu? Grandma? Apakah Hanna juga mempunyai dua Grandpa Mom? Dad?” Tanyanya lagi, lalu hanya di balas senyum manis oleh Aldo.


“Tentu saja sayang, tetapi GrandSa, sudah berada di dalam pelukan Tuhan.” Jawab Aldo lagi, dan Hanna menganggukan kepalanya mengerti.


L’Arc menatap ke arah Hanna dengan tatapannya yang begitu lekat, cucunya ini seperti rengkarnasi dari mendiang istrinya. Jiwanya yang pemalu tidak seperti mamahnya Brina.


“Baiklah,” seru Hanna, lalu menarik tangan L’Arc.


“Mau kemana sayang?” Tanya Brina, ketika meluhat putrinya menarik tangan mertuanya.


“Kita mau liburan bareng Mommy, ayo kita pergi.” Ajaknya, membuat Brina dan Aldo kini saling menatap satu sama lain.


Eden tersenyum lalu kembali mendekati cucunya, “kita akan liburan, tetapi kita mau sarapan bareng dulu ya, Kan Hanna belum breakfast.” Ucap Eden memberikan peringatan kepada Cucunya.


Hanna memayunkan bibirnya, merasa bete karena liburannya harus di tunda lagi. “GrandLa, ayo temanin Hanna makan.” Kembali ajaknya, menarik tangan L’Arc untuk duduk di sebelahnya.


“Hehehe iya - iya, Grandla akan menemanimu.” Sahut L’Arc, yang lalu menarikkan kursi untuk cucunya.


Eden, Aldo dan Brina, kini tersenyum melihat intraksi Hanna dengan L’Arc, tadinya Brina berpikir jika Hanna akan kesulitan untuk menerima mertuanya, tetapi tidak terlalu buruk, karena putrinya itu mulai terbiasa melihat orang - orang baru.


Sedangkan Mario kini masih asik dengan makananya, sembari menonton di ruang keluarga. Dia makan dengan tenang karena tidak ada gangguan dari Aldo.


To Be Continue. *


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti **🙏🏻🙏🏻 dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘 *


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh **😭😭😭


Terima kasih🙏🏻🙏🏻