The Mejesty It’S Husband

The Mejesty It’S Husband
Rencana Brina pada Marina



❤️ Happy Reading Bestie ❤️


Saat ini, terlihat Brina yang baru saja sampai di rumah sakit, dan dia langsung mencari ruang tempat Aldo di rawat.


Sesampainya di sana, Brina sudah melihat Code yang melayani Aldo kembali. Dan menatap Brina dengan tatapan tajam.


“Aldo.” Seru Brina, ketika melihat suaminya terbaring dengan lemah di rumah sakit.


Namun Code dengan cepat menghalanginya. “Kenapa kamu menghalangiku?” Tanya Brina dengan ketus, pada pelayan suaminya itu.


“Menjauh dari Tuan saya!” Tegas Code, dengan mode yang sangat sulit di artikan. Namun Brina bisa melihat tatapannya itu sangatlah menyeramkan.


Brina sama sekali tidak perduli dengan larangan Code, dia masih memaksa untuk me dekat ke arah Aldo, hingga Code langsung mendorongnya dengan kuat. “Ahhhh,” teriak Brina, takut jatuh ke bawah.


Dan beruntung, tubuhnya di tahan oleh suster yang baru saja ingin masuk. Namun karena melihat perselisihan di dalam ruangan tersebut, suster itu kembali berpamitan keluar.


“Apa - apaan kamu Code! Jaga sikapmu ya! Saya bisa melakukkan apa pun untuk kamu! Yang tidak bisa kamu kira sebelumnya!” Teriak Brina, merasa Code sudah sangat keterlaluan hingga mendorongnya seperti itu.


“Saya tidak akan membuat Anda mendekati Tuan saya! Karena Andalah Tuan saya jadi seperti ini!” Sentak Code, yang terlihat sangat membenci Brina.


Menurut Code, karena Brinalah Aldo jadi tidak mau dengan pengawalannya. Dengan alasan privasinyalah, Aldo meminta untuk Code menjaga jarak dengannya.


“Sakit jiwa kamu!” Tekan Brina, menggelengkan kepalanya, bingung dengan tingkah Code.


Lalu dia masih berusaha untuk mendekat ke arah Aldo, untuk memastikan keadaan suaminya itu. “Jangan mendekat!” Ingat Code lagi, menahan tubuh Brina, untuk yang ke sekian kalinya.


“Lepas Code! Jaga sikapmu! Aku istri Aldo!” Brina sudah merasa sangat emosi sekali dengan sikap Code, dia tidak paham, bagaimana bisa seorang pelayan begitu berani dengan istri Tuannya seperti ini.


“Keluar! Saya bisa menjauhkan Anda dari Tuan saya! Jika Anda menginginkan untuk pisah bersamanya, maka saya yang lebih dulu akan mengurusnya, asal Anda menjauh dari Tuan saya?” Tandas Code, membuat Brina hanya bisa menyeritkan keningnya, tidak menyangka jika Code akan segitu bencinya sama dia.


Dan tak lama kemudian, di tengah perdebatan mereka, terlihat Marina yang datang dengan membawa sebuah keranjang buah dan tak lupa bekal makan siang untuk Aldo. “Kenapa wanita - wanita tak berguna semua ini datang ke sini?” Gumam Code, yang lebih kesal lagi karena datangnya Marina ke sini.


“Kalian lebih baik pulang! Karena Tuanku mau istrihat!” Sentaknya pada Marina dan Brina.


“Tapi? Aku baru datang? Dan kenapa aku di usir?” Tanya Marina dengan bingung.


“Karena kamu itu adalah sebuah serangga yang harus di basmi!” Sahut Brina, yang lebih dulu menjawab pertanyaan Marina.


Marina tertawa mendengar perkataan Brina. “Maaf, kamu menganggap aku seorang Serangga gitu?” Tanya Marina, menanggapi kalimat Brina yang tadi.


Brina menghela nafasnya, lalu dia menatap ke arah Marina. “Wanita pengganggu rumah tangga orang seperti kamu, apa lagi kalimat yang pantas untuk menggambarkannya?” Tanya Brina, dan itu semakin membuat Marina merasa tersinggung mendengarnya.


“Aku tidak menganggu rumah tangga kalian, tapi bukannya emang dari awal rumah tangga kalian emang sudah rusak ya.” Sahut Marina, merasa Brina tidak berhak berbicara seperti itu kepadanya.


Brina tersenyum di buat oleh Marina, lalu dia melihat box lunch yang dibawa oleh Marina. “Ini untuk suami saya ya?” Tanyanya, yang menekan kata suami di kalimat tanyanya tadi.


“Iya, ini untuk Aldo, Suami Sementaramu.” Jawab Marina, tak kalah menyinggung Brina.


“Dia menikahi kamu cuman karena rasa tanggung jawab atas kehamilan kamu ini, gak lebih dan setelah bayi ini lahir, maybe dia bakal pergi ke pelukan aku, because me, cinta pertamanya.” Ucap Marina, berharap dengan kalimatnya, Brina akan merasa sangat - sangat panas.


“Makanya, kalau punya barang itu di jaga! Biar gak gampang di masukin sama orang dan hamil! Nyusahin aja.” Ketus Marina, dan tetap sekali, Brina yang merasa panas, langsung menjambak rambut wanita itu.


“Apa kamu bilang?! Ha?!”


“Aargghh, Lepas Brina! Kamu sudah sakit jiwa ya!” Teriak Marina, merasa kesakitan karena ulah Brina.


Code yang melihat aksi ke duanya, sama sekali tidak melerai, karena dia sepertinya juga tidak perduli dengan hal itu.


Dan karena teriakan Marina itulah, akhirnya Aldo terbangun dari pingsannya. “Brina,” panggil Aldo, menyebut nama istrinya.


Brina menoleh, lalu melepaskan jamabakknya dari rambut Marina. Brugghh, Brina mendorong tubuh Marina, hingga terjatuh beserta dengan lunch box yang dia bawa.


Aldo bisa melihat apa yang di lakukkan oleh istrinya itu pada Marina. Dan memberikan kode pada pelayannya Code untuk keluar terlebih dahulu, membawa Marina pergi.


“Kamu belum tahu! Siapa yang kamu lawan saat ini! Aku akan buat hidupmu menderita!” Ancam Brina, memberikan peringatan kepada Marina, bahwa wanita sampah itu, bukanlah tandingannya.


Dia bahkan bisa membuat Marina menangis dengan jeritan yang mungkin tidak akan pernah dia bayangkan sebelumnya.


“Jangan sentuh dia!” Perintah Brina pada Code.


Dan tak lama kemudian, terlihat beberapa orang yang menjadi pengawal Brina selama ini. “Bawa wanita pergi! Dan kalian bisa menikmati tubuhnya secara bergilir, lagian dia sudah tidak virgin lagi!” Perintah Brina para anak buahnya.


“Brina, jangan seperti itu Brina, dia wanita kamu juga wanita, dan kamu -“ kalimat Aldo terhenti, ketika mendapatkan tatapan tajam dari Brina. Yang menandakan bahwa istrinya itu sudah sangat Marah.


“Brina, Brina, jangan lakukkan ini Brina!” Teriak Marina, namun mulutnya lebih dulu di bekap oleh anak buah dari Brina.


“Bos, setelah kita tiduri, bos mau kita apakan dia bos?” Tanya salah satu anak buahnya.


“Hamilin dia! Lalu paksa dia untuk aborsi, lalu hamilin lagi! Lalu aborsi lagi! Lakukkan hal ini berulang - ulang, sampai dia meminta sendiri kematiannya, tapi jangan berikan kematian dengan semudah itu! Mengerti!” Perintah Brina, yang membuat Code dan Aldo kini saling menatap satu sama lain.


Mereka pikir, Brina hanyalah seorang gadis yang berpikir tentang harta dari orang tuanya. Hidup dengan bergelimangan harta, tidak membuat Brina menjadi penerus kesadisan dari Daddynya.


Namun satu yang mereka tidak tahu, bahwa dari tiga bersaudara, anak Mario yang paling tidak memiliki hati maupun rasa kasihan hanyalah Brina.


Karena dia sudah di manja sedari awal, itu juga bisa memicu sikap buruknya itu. Mario sudah sering kali memberikan pengertian pada anak bungsunya itu. Namun Brina sebenarnya mempunyai sebuah aturan main.


Jika dia meminta sesuatu pada seseorang tapi orang itu tidak memberikannya. Maka Brina pastikan akan ada penderitaan untuk orang itu. Siapapun dia. Tidak akan pernah ada yang bisa menebak apa isi di kepala Brina.


To Be Continue.


Hey teman - teman, jangan lupa ya, untuk Like, Komen, Vote dan jika berkenan memberikan Hadiahnya untuk Mimin. Agar mimin lebih semangat lagi updatenya, biar gakmalas - malasan lagi.


Terima kasih 🙏🏻