The Mejesty It’S Husband

The Mejesty It’S Husband
Jangan Bergerak



❤️ Happy Reading Bestie ❤️


Ketika Brina sedang merendamkan dirinya ke dalam bathup, tiba – tiba saja pintu terbuka dan memperlihatkan sosok Aldo yang berdiri di hadapannya.


“Argghhh!! Kenapa kamu masuk?!” Pekik Brina, dengan gerakan kalang kabut untuk menutupi dua asetnya.


Aldo yang melihat tingkah Brina, malah menaikan sebelah alisnya bingung. “Kenapa ditutup?” Tanyanya begitu polos.


Mendapatkan pertanyaan seperti itu, Brina yang kesal langsung menyiramkan air pada Aldo. “Karena ini aset berharga tau gak?!” Balasnya dengan ketus.


“Tapi aset berharga itu sudah pernah aku rasakan,” sahut Aldo lagi, dan kali ini mampu membuat Brina terdiam sejenak.


“Kamu mau apa?!” Tanya Brina, dengan ketus.


Aldo terlihat diam sejenak untuk berfikir, “aku mau mandi sama – sama,” jawabnya dengan santai, lalu mulai terlihat melangkahkan kakinya ingin masuk ke dalam bathup bersama dengan Brina.


“Stop! Kamu mau masuk sini dengan masih pakai baju begitu?tanya Brina serius, dan dijawab anggukan kepala oleh Aldo.


Brina yang sudah lelah bersuara, hanya bisa mengelus keningnya pusing. “Kamu benar – benar tidak bisa membuka bajumu sendiri Aldo? Kamu sudah dewasa, sudah punya anak juga,” ucap Brina, dengan nada yang lelah.


“Kalau tidak bisa berati ya tidak bisa, tidak ada hubunganya dengan sudah mempunyai anak.”


“Kamu ingat, dulukan kamu yang membuka pakainku waktu mau memperkosaku, lalu kemarin juga aku langsung tarik bajuku, sampai semuanya rusak.”jelasnya pada Brina.


Jelas saja, kini Brina menatapnya dengan tatapan tidak percaya. Jadi selama ini, Code berada di balik layar dalam mengurus semuanya.


Brina yang tidak ingin berdebat lagi, kini terpaksa beranjak dari posisinya dan mendekat ke arah Suaminya.


Aldo yang melihat jelas lekukkan tubuh Gabrina tanpa ada penutup seutas benangpun kini terlihat tersenyum tipis, lalu di saat Brina mendekat dia memberanikan diri untuk menarik pinggang wanita itu untuk masuk ke dalam pelukkannya.


“Jangan macam – macam! Aku hanya ingin membantumu saja! Ucap Brina memberikan peringatan.


Cuppp, Aldo mendaratkan sebuah kecupan tepat di kening Istrinya, “Aldo!” Geram Brina, karena Aleo terus saja bergerak ketika dirinya tengah fokus membuka kancing baju milik pria itu.


“Aku tidak menyangka, bahwa kamulah yang menjadi ibu dari anak – anakku,” lirih Aldo pelan, namun berhasil membuat Brina tersenyum walaupun itu sangat tipis, tapi Aldo jelas bisa melihatnya.


“Kamu tahu? Di luar sana berapa banyak yang menginginkanku untuk menjadi istrinya?” Aldo menggelengkan kepalanya ketika mendapatkan pertanyaan itu dari istrinya.


“Banyak, sangat banyak, tapi kenapa aku malah nikahnya sama kamu?” Serunya lagi, namun kali ini Aldo tidak merespon kalimat itu dengan baik, karena tatapannya kini fokus ke arah perut Brina.


“Aku tidak habis pikir, perutmu sekecil ini bisa menyimpan Hanna dulu dan sekarang baby baru lagi,” ungkapnya, nyaris membuat Brina tertawa.


“Sudah! Sekarang cepat mandi, aku sudah lelah mau istrihat!” Seru Brina, yang lalu segera melepaskan tangan Aldo dari pingganya dan mengambil handuk yang tergantung.


“Kamu sudah selesai mandi?” Tanya Aldo, sembari melangkahkan kakinya masuk ke dalam bathup yang tadi digunakan oleh Brina, tanpa mengganti airnya.


“Sudahlah, kenapa?” Tanya Brina ketus.


“Mandi bersamaku, please,” pinta Aldo, dengan wajah memohon.


Brina terlihat berpikir sejenak, lalu terlihat helaan nafas pendek. “Baiklah, tapi awas kamu macam – macam!” Tegas Brina yang dijawab anggukan kepala oleh Aldo.


Suatu kebetulan sekali, kali ini Brina menurut kepada Aldo, bahkan tanpa ada bantahan sedikitpun, membuat Aldo merasa senang dibuatnya.


***


Kini ke duanya terlihat tengah berendam bersama di dalam Bathup yang cukup besar, sehingga ke duanya terlihat masih bisa bergerak walaupun hanya sedikit.


“Jangan banyak gerak!” Suara Brina tedengar memperingatkan suaminya itu. Karena dia tahu, akan ada bahayanya jika Aldo terlalu banyak bergerak nantinya, akan ada yang bangun di bawah sana.


“Aku tidak banyak gerak, kamu sendiri yang bergerak kan.” Bantah Aldo, atas tuduhan Brina.


Tidak ada suara lagi dari wanita itu, entah karena sudah lelah bersuara atau bagaimana, sehingga Aldo dengan leluasa bisa melihat tubuh bagian belakang wanita yang kini sudah berstatus sebagai Ny. Phantominve.


Brina sendiri sebenarnya memang tidak ingin berbicara apa – pun dengan Aldo, sebab dia merasa takut akan perasaannya sendiri, dia belum bisa memastikan bahwa yang dia rasakan itu adalah sebuah rasa cinta atau hanya sisa rasa masa lalu yang belum usai saja.


Memang tidak bisa dipungkiri, bahwa di dalam hatinya yang paling dalam, Brina masih sangat mencintai Aldo. Tetapi karena rasa gengsi atas perbedaan kasta mereka, maka Brina rela memilih untuk merendam perasaan itu.


--


To Be Continue.


Hey teman - teman, jangan lupa ya, untuk Like, Komen, Vote dan jika berkenan memberikan Hadiahnya untuk Mimin. Agar mimin lebih semangat lagi updatenya, biar gakmalas - malasan lagi.


Terima kasih 🙏🏻