
🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Setelah sedih - sedihan, kini Aldo dan Brina di minta untuk keluar dulu sesuai dengan permintaan dari L’Arc. Karena beliau mau berbicara hanya dengan Mario dan juga Puff.
“Kenapa wajamu bete seperti itu? Bukankah harusnya kamu senang, karena sudah bertemu dengan Papahmu?” Tanya Brina, ketika mereka ber dua duduk di meja makan.
“Aku hanya bete, kenapa mereka malah meminta kita untuk keluar? Kenapa kita tidak boleh mendengarkan mereka berbicara?” Jawab Aldo, namun dengan pertanyaanya.
“Silahkan Lord Griffin.” Seorang pelayan terlihat sedang menghidangkan makanan untuk Griffin yang baru datang.
Aldo melihat makanan yang sepertinya noodles instan spesial untuk Griffin, Aldo melihatnya dengan tatapan ingin menerkam. “Itu noodles ya?” Tanya Aldo pada Griffin, membuat Brina membulatkan matanya besar.
Dukkk, dia menendang kaki suaminya dari bawah, karena begitu berani mempertanyakan apa yang sedang keponakannya itu lakukkan.
“Bukan, ini ayam.” Jawab Griffin asal. Sebenarnya dia agak risih karena tatapan Aldo yang seperti itu padanya.
“Boleh icip gak?” Tanya Aldo lagi, semakin membuat Griffin menyeritkan keningnya bingung.
“Aldo!” Tegur Brina, agar suaminya itu bisa tahu diri sedikit.
“Aunty! Bisakah kamu minta pelayan untuk membuatkan suamimu juga?” Griffin merasa ilfil ketika dia yang baru datang dari perjalanan jauh, namun ketika makan malah ada yang menganggunya.
“Tidak, aku mau yang kamu makan itu!” Tegas Aldo, lalu mengambil mangkok Griffin dengan asal, bahkan tak ketinggalan dia mengambil sumpit serta sendok Soup milik Griffin.
“Aldo! Kenapa kamu ambil?” Tanya Brina dengan kesal, lalu tersenyum pada Griffin agar keponakannya itu tidak marah pada suaminya.
“Dia tidak mau memberikkannya, padahal aku juga sedang lapar.” Jawab Aldo dengan membela dirinya dan tidak menyadari kesalahannya.
Griffin yang kesal akhirnya hanya mampu menghela nafasnya, lalu memanggil pelayan untuk membuatkan Noodles baru untuknya. Dia begitu lapar sampai malas menunggu masakan yang lainnya.
“Kamu, kalau berani membuat dia marah, bisa - bisa kepalamu sudah gak nempel di badan tahu.” Bisik Brina, memberikan peringatan pada suaminya.
Namun yang diberitahu malah terlihat cuek saja dan terus memakan noodles milik Griffin yang sudah menjadi miliknya.
Tidak lama kemudian, noodles milik Griffin datang, sementara noodles Milik Aldo sudah habis. Namun Aldo masih melirik punya Griffin yang terlihat masih penuh.
Griffin memakan noodles itu sedikit, lalu sepertinya ada yang kurang dia berdiri dan mengambil sesuatu dari dapur.
Namun, ketika Griffin beranjak dari tempatnya, Aldo kembali memakan punya Griffin, membuat Brina kembali membulatkan matanya besar. “Aldo! Kalau kamu mau! Minta buatkan sama pelayan! Kenapa kamu terus mengambil punya Griffin?” Tegur Brina, merasa capek sendiri dengan kelakuan suaminya.
“Aku mau yang bekas dari Griffin,” jawab Aldo dengan begitu santai.
Sedangkan Griffin yang baru kembali dari dapur, kini melihat kembali mejanya kosong. Brina kembali tersenyum dengan wajahnya yang memohon agat Griffin tidak marah. “Pelayann!!!!” Panggil Griffin dengan penuh emosi.
Sedangkan Aldo yang merupakan tersangkanya malah diam saja seperti tidak perduli. “Ada apa kamu teriak - teriak Fin?” Tanya Eden yang baru saja keluar dari lift. Sepertinya dia baru balik dari menidurkan Hanna.
Griffin sama sekali tidak menjawab, malah dia pergi begitu saja dengan perasaan kesalnya.
“Ada apa sih Rin?” Tanya Eden pada putranya, yang sepertinya tahu penyebab Griffin marah.
Brina memasang wajahnya yang memelas, lalu menatap ke arah Aldo. “Ini Aldo Mom, dia cari gara - gara dengan Griffin, sudah tahu Griffin lapar baru pulang, dia dua kali mengambil makanan Griffin dengan alasan mau yang punya Griffin, tidak mau yang baru dari dapur.” Jawab Brina, dengan perasaan letihnya menghadapi Aldo dari kemarin.
“Mungkin, sekarang gantian kehamilan ini bukan kamu yang ngidam tetapi Aldo.” Seru Eden dengan senyumannya.
“Memangnya bisa gitu ya Mom?” Tanya Brina, yang memang tidak seberapa paham dengan istilah - istilah seperti itu.
Eden menganggukan kepalanya pelan, lalu dia mengambil tempat duduk yang di duduki Griffin tadi. “Dulu waktu Mommy hamil Kakak kamu Briell, Mommy tidak pernah ngidam, Mommy tidak muntah, Mommy tidak pusing dan Mommy tidak menginginkan apa pun, tetapi Daddy kalian yang muntah tidak berhenti bahkan sempat sakit selama 3 bulan.” Jelas Eden, ketika dia mendapatkan cerita dari Mario tentang bagaimana dia sakit pada saat itu.
“Pasti sangat merepotkan ya Mom.” Gumam Brina, ketika mengetahui jika Daddynya juga pernah mengidam.
“Sangat Nona Brina, sangat merepotkan.” Sahut suara yang ada di belakang mereka yang tidak lain tidak bukan adalah Billy. Asisten yang merawat Mario pada saat itu.
“Uncle Billy.” Seru Brina, ketika melihat Asisten Daddnya ada di situ.
“Uncle malam ini lembur, jadi ya Uncle mau minta makan dulu. Hehehe.” Billy tahu kalau Brina pasti akan menanyakan kenapa pada jam malam seperti ini, dirinya masih ada di Rumah mereka.
“Makanlah Bil, makan sepuasmu, anggap saja rumah sendiri.” Tandas Eden, yang sudah menganggap Billy sebagai saudaranya.
“Tentu saja.” Balas Billy, tidak malu - malu pada tuan rumah jika mau meminta makan.
Eden tersenyum, ketika melihat suasana rumah itu kembali hangat, walaupun sebentar lagi mereka akan balik ke Paris, tetapi setidaknya mereka bisa menghabiskan waktu bersama - sama di Inggris. Untuk sementara, sampai masalahnya benar - benar selesai.
To Be Continue. *
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti **🙏🏻🙏🏻 dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘 *
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh **😭😭😭
Terima kasih🙏🏻🙏🏻