The Mejesty It’S Husband

The Mejesty It’S Husband
Penguasa yang Akan Datang



❤️ Happy Reading Bestie ❤️


Setelah mereka berdua pulang dari dokter, Aldo mengajak Brina untuk makan terlebih dahulu.


“Mau makan apa?” Tanya Aldo, ketika baru saja memarkirkan mobilnya.


Brina melihat ke arah Aldo sekilas, “Kayanya aku pengen makan yang segar - segar deh,” jawabnya pada suaminya.


Aldo menatap Brina dengan lekat, lalu dia tersenyum, dan menarik kepala Brina untuk di kecup. Muaaccchhh. Kecupnya singkat membuat Brina menyeritkan keningnya bingung. “Kenapa menciumku tiba - tiba?” Tanya Brina dengan heran.


“Aku hanya merasa sangat bahagia saja, karena kamu yang ternyata menjadi ibu dari anak - anakku, dan siapa sangka kalau kita yang terpisah, tau - tau sudah mau punya anak dua.” Jawab Aldo, membuat Brina yang tadinya tersenyum kini mulai memudarkan senyumnya itu.


Lalu mengusap perutnya dengan lembut. “Aku juga tidak menyangka, bahwa aku sudah menjadi ibu dari dua anak.” Ucapnya dengan pelan.


“Aku tuh selalu berpikir, apakah aku bisa menjadi ibu yang baik untuk anak - anak? Apakah aku bisa menjadi ibu yang dibanggakan oleh Hanna dan calon bayi kita. Aku hanya terpikir di situ.” Ungkapnya lagi pada Aldo, memberitahukan kekhawatirannya.


Aldo mengehela nafasnya, sebenarnya dia juga merasa sangat khawatir tentang itu. Apa lagi dia yang sama sekali tidak mengerti bagaimana menjadi orang tua, karena pasalnya dia ditinggalkan orang tuanya pada saat dirinya masih berusia 12 tahun. Usia di mana dia sangat membutuhkan kasih sayang.


“Sudahlah jangan dikhawatirkan tentang itu, aku yakin jika kita pasti akan bisa menjadi orang tua yang baik untuk anak - anak kita nanti.” Ucap Aldo, berusaha menenangkan istrinya.


“Buktinya, selama lima tahun ini kamu juga sudah menjadi yang terbaik merawat Hannakan, jadi seharusnya sudah tidak ada lagi rasa kekhawtiran.” Timpalnya lagi. Membuat Brina akhirnya menganggukan kepalanya pelan.


Aldo tersenyum melihat Brina yang mengerti dengan kata - katanya, lalu dia menundukkan kepalanya untuk sejajar dengan perut Brina. “Sayang anak Daddy, adik kakak Hanna, jangan nakal di perut Mommy ya, 8 bulan lagi kita akan bertemu sayang. Jadi jangan buat Mommy susah ya.” Ucap Aldo, yang sebenarnya perbuataannya ini sangat sederhana, namun berhasil membuat Brina tersenyum dibuatnya.


“Sudah ah, ayo makan, aku lapar, tadi di rumah tidak sempat makan.” Ajak Brina, yang merasa sangat malu, karena ketangkap pandangan Aldo kalau dia sangat menikmati pernah menjadi ibu ini.


Aldo tersenyum kembali, lalu membuka seat belt yang dia gunakan lalu keluar dari mobil.


“Mau makan apa? Ini sudah jam 12 siang,” tanya Aldo lagi.


Brina melihat - lihat sekeliling food court, namun sama sekali tidak ada makanan yang dia minati. “Sepertinya aku ingin ke Indonesia deh, aku pengen makan Soto atau bakso.” Jawab Brina, membuat Aldo menyeritkan keningnya bingung.


“Bakso? Soto?” Tanyanya karena dia tidak tahu jenis makanan seperti apa itu Bakso dan Soto.


Brina tersenyum, karena dia tahu bahwa suaminya memang sama sekali belum pernah ke Indonesia. “Besok kita ke saja liburan sekalian ajak Hanna, untuk liburan keluarga.” Seru Brina, membuat Aldo hanya terdiam saja.


“Baiklah.” Sahut Aldo dengan begitu pasrah.


Namun untuk sekarang, mereka berdua terlihat memilih 🍜 ramen dan 🍣 sushi sebagai makanan makan siang mereka.


“Sayang, bolehkan untuk sekarang kamu fokus saja dengan kandunganmu? Biarkan aku saja yang bekerja, hasil pekerjaanku masih sanggup kok membelikan semua kebutuhanmu.” Pinta Aldo pada Brina, di saat mereka sedang menikamati makan siangnya.


Brina menghentikan gerakannnya. “Memangnya kebutuhanku apa?” Tanya Brina balik.


“Ya mungkin Skincare, perawatan dan juga barang - barang lainnya, dan Hanna sekolah dan lain - lain.” Jawab Aldo, yang sebenarnya tidak tahu apa saja kebutuhan Brina.


“Sebenarnya tanpa kamu minta, aku memang sudah berpikir seperti itu, dan Daddy juga bilang, kalau Daddy sebentar lagi akan pensiun.” Jelas Brina pada suaminya.


“Pensiun?” Aldo berpikir tentang kata - kata pensiun yang Brina ucapkan, lalu dia mengingat dengan sosok Griffin yang dulu pernah mendapatkan bahan kekayaan paling mahal.


“Bukan,” sahut Brina cepat.


“Lalu siapa?” Tanya Aldo lagi.


Brina terlihat menatap lurus ke depan, “Aku juga tidak tahu siapa, tapi yang jelasnya sosok itu lebih berkuasa dari segalanya, dan sosok itu juga bisa melempar Griffin sejauh mungkin dan tunduk di hadapannya.” Jelas Brina, yang sebenarnya juga penasaraan, siapa sebenarnya sosok ini. Pasalnya Daddynya terlihat begitu bahagia sekali di saat menceritakan hal ini.


Tidak seperti biasanya Daddy yang akan berapi - api, dan bahkan marah ketika cucunya di ganggu oleh siapapun.


“Keputusan menyerahkan seluruh warisan ke Griffin itu ditarik kembali oleh sosok ini, namun kapan pastinya mereka datang, aku juga tidak tahu.” Timpalnya lagi.


“Mereka? Berarti lebih dari 1,” balas Aldo lagi, dan lagi - lagi dijawab oleh anggukan kepala oleh Brina.


“Mereka sepasang suami istri.” Tandas Brina lagi, mengingat semua yang dikatakan oleh Daddynya itu.


Aldo akhirnya hanya bisa menganggukan kepalanya saja. Karena dia sama sekali tidak mengerti tentang silsilah keluarga dari orang - orang besar ini.


“Semoga saja sih akan membawa kebaikan ya.” Ucap Aldo penuh dengan harapan.


“Iya semoga saja.” Balas Brina, mengharapkan juga hal yang demikian.


“Semoga saja anak ke dua kita cewek lagi ya.” Ucap Aldo, memancing apakah Brina fokus dengan doanya.


“Iya semoga.” Balas Brina, karena masih begitu fokus dengan makanannya.


“Eh,” Brina tersadar dengan apa yang dia harapkan.


“Kenapa?” Tanya Aldo dengan senyumnya.


“Kitakan sudah punya anak cewek Hanna, masa cewek lagi.” Protesnya, merasa harapan Aldo sangatlah tidak benar.


“Tidak ada salahnyakan kalau kita punya anak cewek lagi, kasihan Hanna sendiri tidak ada teman bermain.” Ucap Aldo, memberikan penjelasan kepada istrinya.


“Tidak, tidak, aku mau anak cowok kali ini, biar bisa menjaga kakaknya.” Tolak Brina, yang mengharapkan sebaliknya. dia ingin mempunyai sepasang kali ini.


“Tapi Cewek juga lucu sayang,” Aldo berusaha membujuk istrinya agar mau anak cewek.


“Aldo! Aku hanya akan melahirkan dua anak! Yang bermakna ini adalah anak terakhir dan sesuai dengan ketentuan, baiknya anak itu sepasang, cewek cowok atau cowok cewek.” Jelas Brina lagi, membuat Aldo tersenyum jika Brina memperlihatkan sifatnya yang seperti ini.


Sifat pemenang yang tidak mau kalah. “Baiklah - baiklah, kamu menang,” seru Aldo, dengan terus menampilkan senyumnya.


“Bagiku, anak laki - laki dan perempuan semuanya sama, yang terpenting itu kamu sehat. Udah itu sudah cukup baik untuk aku.” Ucap Aldo, yang pasti membuat siapapun yang mendengarnya pasti akan meleyot.


To Be Continue.


Hey teman - teman, jangan lupa ya, untuk Like, Komen, Vote dan jika berkenan memberikan Hadiahnya untuk Mimin. Agar mimin lebih semangat lagi updatenya, biar gakmalas - malasan lagi.


Terima kasih 🙏🏻