The Mejesty It’S Husband

The Mejesty It’S Husband
Kebakaraan Yang Merenggut Jiwa Therese



🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


L’Arc kembali memandang wajah Therese dari samping, sebenarnya L’Arc sudah cukup lama merasa penasaraan dengan gadis yang ada di dalam pelukkannya itu. Namun baru ini dia ada kesempatan dan yakin untuk mendapatkan pelayan wanita itu.


“Kalau begitu, jadikan dirimu pantas berada di sini.” Sahut L’Arc dengan begitu mudahnya dia menggoda Therese.


“Bagimana caran -“


“Arrgghhhh,” teriak Therese lebih dulu, ketika dengan mudahnya L’Arc mengangkat tubuhnya membalikknya jadi di bawah.


“Yang, Yang Mulia, apa yang Anda lakukkan?” Therese menjadi bingung dengan situasi ini.


Dia bahkan di bungkam hingga tidak bisa mengelurkan kata apa - apa lagi.


***


Sedangkan di luar kamar, lagi dan lagi Code memperhatikan Therese yang masuk dan tidak keluar - keluar lagi. Membuat dirinya semakin benci dengan wanita yang sudah berani menggoda Rajanya.


“Code.” Tegur Puff, yang sejak tadi melihat gerak gerik temannya itu.


“Aku tahu kamu tidak menyukai keputusan Raja karena bersama dengan wanita itu. Tetapi kamu juga harus ingat! Bahwa kita ini juga seorang pelayan, yang bahkan sama sekali tidak berhak mengatur kehidupan Yang Mulia!” Ucap Puff penuh dengan tekanan. Dia memberikan peringatan pada temannya yang terlihat terlalu mencolok itu.


“Aku hanya tidak suka, jika gara - gara wanita itu, Raja jadi lupa akan tugasnya.” Ungkap Code, mencurahkan apa yang menjadi uneg - uneg di dalam hatinya.


Puff hanya bisa menghela nafasnya panjang, perkataan Code ini sangatlah tidak masuk akal. Baru pertama kali ini dia melihat Sang Raja dekat dengan wanita, namun Code sudah bisa menjudge bahwa Raja L’Arc tidak akan fokus dengan tugasnya sebagai pemimpin kalau adanya seorang wanita di sampingnya.


Mulai dari saat itulah, Code terus saja melakukkan semua perbuataan jahatnya untuk menyingkirkan Therese, namun dia selalu gagal, karena setiap Raja berada di situ juga pasti ada Therese.


Hingga Permaisuri Therese melahirkan putra mahkota pertama dalam kekuasaan Raja L’arc. Sebenanrnya Code menyukai Sang Pangeran, namun kembali Code tidak menyukai sang Ratu, karena ketika dia mengajarkan Aberline Sang Pangeran cara menghabisi lawan, Therese malah mengajarkannya tentang kasih sayang dan kebaikan hati.


Di saat itulah, makin besar perasaan benci Code pada Therese, dia menganggap bahwa Therese adalah sosok yang bisa membuat kerjaan Phantominve ini terguncang dan runtuh.


Hingga suatu ketika, di saat Sang Raja mempunyai tugas untuk melindungi daerah Barat istana dari sebuah perang. Code yang sudah gelap mata, memilih untuk membakar seluruh istana, dia bahkan tidak perduli akan siapa yang hidup dan siapa yang mati. Tetapi sebelum api membesar, dia sudah lebih dulu menyelamatkan Aberline di gendongannya.


“Hahahahaahahahahahahha, matilah, matilah kamu bersama dengan semuanya itu, matilah.” Sorak Code dengan begitu bahagia.


Code sepertinya sudah terlalu obsesi dengan sebuah kesetiaan pada Rajanya, sampai - sampai yang menurutnya menggangu atau menghalangi kejayaan Raja L’Arc membuatnya beranggapan bahwa orang itu harus di bunuh.


“Therese.” Panggilnya, ketika dia sudah berhasil menembus kamar yang sudah 70% terbakar.


“Ya Yang Mulia.” Sahut Therese, yang ternyata dia ada di bawah dengan kakinya yang terkena reruntuhan.


“Yang Mulia, untuk apa Anda ke sini? Yang Mulia, Anda harus selamat Yang Mulia, Uhukkk,Uhukkkk.” Sepertinya paru - paru Therese sudah penuh dengan asap, tedengat dari suaranya yang sudah sangat sesak.


L’Arc menggelengkan kepalanya pelan, dia bahkan menggengam tangan Therese dengan begitu erat. “Siapa yang melakukkan semua ini? Siapa yang membakar Istana kita?” Pekik L’Arc terlihat begitu marah saat ini.


Dengan wajah yang sudah mulai memucat, Therese tersenyum pada Sang Raja. “Salah satu dari tiga pelayan setia.” Ungkap Therese yang sebenarnya tahu siapa, namun dia memilih untuk menutupinya.


L’arc menggigit bibir bawahnya, menahan penuh emosinya. “Aku akan memberi hukuman pada mereka nanti, sekarang aku harus menyelamatkan kamu dulu.” Ucap L’Arc, berusaha mengangkat kayu yang yang menindis kaki Sang Permaisuri.


“Jangan, tidak usah! Sekarang kamu pergi dan selamatkan putra kita!” Perintah Therese yang malah mendorong tubuh L’Arc menjauh darinya.


“Tidak, aku tidak bisa mengurus Aberline sendiri, kamu harus hidup!” Ucapnya lagi, namun Therese kembali mendorong tubuh L’Arc karena lampu besar yang tergantung itu terlihat jatuh dan akan menimpah Sang Raja.


“Thereseeeeee.” Teriak L’Arc, ketika permaisurinya itu meninggal seketika karena dadanya yang tertusuk dengan lampu yang runcing.


L’Arc menundukkan kepalanya, dia merasa sangat tidak berguna dalam menjaga keluarganya. Dia adalah Rajanya, namun kenapa pelayan setianya malah berani melakukkan hal seperti ini pada dirinya.


L’Arc mengepalkan tanganya, dia begitu marah saat ini. Namun bukan saatnya dia bersedih, dia bangkit dan melangkahkan kakinya keluar dia melihat sepertinya mayat penjaganya, L’Arc menarik mayat itu, hingga mendekat dengan tubuh istrinya, membuat seolah - olah mayat itu adalah diriya.


“Aku akan berpura - pura mati, sampai akhirnya pengkhianat itu aku temukan. Dan di saat itu, kamu pasti akan merasakan sakit yang lebih dari pada apa yang di rasakan oleh Therese!” Sumpahnya, sebelum akhirnya dia pergi untuk menyembunyikan diri. Namun sebelumnya dia sudah pastikan bahwa putranya aman dengan orang yang tepat.


To Be Continue. *


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti **🙏🏻🙏🏻 dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘 *


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh **😭😭😭


Terima kasih🙏🏻🙏🏻