The Mejesty It’S Husband

The Mejesty It’S Husband
Hilangnya Hanna



🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Di saat jam makan malam tiba, terlihat semuanya sedang berkumpul, namun tatapan Sibuk mencari sosok Hanna yang tidak ada di meja makan.


“Sayang, Hanna di mana ya?” Tanya Brio, pada istrinya yang lebih dulu duduk di meja makan.


“Hanna tadi bilang mau bermain di halaman belakang, di sana juga ada suster sama Bodyguard kok.” Jawab Brina, lalu kembali lagi fokus pada obrolan emak - emak.


Sedangkan Aldo terlihat menganggukan kepalanya pelan, dia merasa perasaannya sangat tidak enak, sehingga dia memilih untuk melihat ke halaman belakang, apakah putrinya ada di sana atau tidak.


***


Sesampainya di halaman belakang, Aldo sama sekali tidak melihat sosok anaknya, apa lagi suster dan bodyguard yang tadi di bilang oleh istrinya.


Aldo menyeritkan keningnya, dan merasa semakin tidak nyaman dengan hal ini.


Dia melihat sekeliling bangunan Vila di halaman belakang, namun dia sama sekali tidak menemukan Hanna di manapun.


Aldo yang panik, langsung berlari masuk ke dalam dan berlari ke kamar Hanna, dia ingin tahu apakah Hanna sudah di kamar apa belum.


Tetapi Hanna juga tidak ada di sana, lalu Aldo memeriksa seluruh kamar, dan lagi - lagi tidak menemukan Hanna.


Aldo kembali berlari ke bawah melihat di ruang keluarga, ruang tamu dan terakhir meja makan. “Brina, Brina, pergi lihat CCTV sekarang! Hanna tidak ada!” Perintahnya pada istrinya.


Membuat semua orang yang ada di sana terkejut mendengarnya. “Maksudnya gimana Do?” sahut Eden yang berada tepat di seberang meja.


Brina berdiri, dengan wajahnya yang juga ikut panik. “Tidak ada gimana? Aku sudah bilang dia ada di halaman belakang!” Tegas Brina, merasa jika suaminya salah.


Aldo menggelengkan kepalanya, “tidak Brina, aku tidak salah! Aku sudah mengecek seluruh kamar, taman belakang dan juga sekitarannya tapi Hanna tidak ada! Bahkan suster dan bodyguard itu juga.” Bantahnya, tidak menerima jika istrinya menyakahkannya.


“Penjaga!” Teriak Mario memanggil seluruh penjaga dan bodyguardnya.


“Cari Cucuku di sekuruh ruangan Vila ini dan bahkan seluruh pulau ini!” Perintahnya penuh dengan emosi.


“Brio! Pergi ke ruang Cctv!” Perintahnya lagi pada anak laki - lakinya.


Brina terduduk lesu, ketika mendengar putrinya tidak di temukan di mana - mana. Suasana kini berubah menjadi tegang, yang lainnya terlihat sangat panik, kecuali Briell dan Historia, yang terlihat masih sangat tenang.


“Briell, bisakah kamu menelpon Griffin dan Albert untuk ikut mencari Hanna? Mumpung mereka berdua sedang di luar.” Pinta Eden, yang di jawab dengan anggukan kepala oleh Briell.


“Sure Mom.” Jawabnya, lalu membuka ponsenya dan mengirimkan pesan pada suami dan putranya.


Sedangkan L’Arc yang mendengar cucunya Hilang, terlihat sangat shok mendengar hal itu.


Pikiran negatifnya kini mulai bermunculan, dan dirinya berharap jika semua pemikiran itu salah. Tetapi, jika sampai 2 jam ini Hanna tidak juga di temukan berarti besar kemungkinan pemikiran buruknya itu adalah benar.


Aldo mengusap wajahnya kasar, dia merasasa sangat khawatir jika hal buruk akan terjadi pada putrinya.


Sedangkan Brina sudah mulai menangis histeris, memikirkan nasib putrinya. “Hiskk,hiskkk, Hanna, Kemana kamu Nak? Tadi izin sama Mommy cuman mau mainkan, tapi kenapa Hanna mainnya jauh nak? Hanna?” Brina memanggil nama putrinya, membuat semua orang yang ada di sana merasa sangat sedih melihatnya.


“Sayang tenanglah, Hanna ajan kita temukan.” Aldo yang sejak tadi panik, ketika mendengar istrinya menangis membuatnya tersadar, bahwa dia juga harus menenangkan istrinya juga.


Lalu Aldo menoleh ke arah Papahnya, yang di jawab dengan anggukan kepala oleh Papahnya itu.


“Papah akan meminta Puff untuk mencari keberadaanya.” Seakan sudah mengerti akan situasinya, L’Arc pamit ke kamarnya untuk menghubungi salah satu pelayan Raja miliknya.


Sebenanrnya sudah waktunya dirinya tegas untuk melindungi pemerintahnya dan membangun lagi kedudukannya.


Bagi L’Arc, sudah terlalu lama juga dia mendiamkan pengkhianat ini. Dan sudah waktunya dia menghadapi dunia kembali.


Melihat L’Arc yang pergi, Mario juga ikut menatap ke arah Aldo. “Masih kemungkinan Pah, tapi kita tunggu saja jawaban dari para penjaga.” Kembali Aldo mengungkapkan niat Papahnya pada mertuanya.


Mereka juga tidak mau asal menuduh Code, karena biar bagaimanapun, Codelah yang membantunya dan merawatnya hingga sebesar ini.


Eden yang tahu jika masalah ini sangat serius, memilih untuk mendekati putrinya, “sayang, ayo kita ke kamar saja dulu ya,” ajaknya, karena Eden Khawatir jika putrinya merasa sangat lelah dan akan membahayakan kehamilannya ini.


Stella yang sejak tadi hanya diam saja, kini ikut membujuk Brina agar mau istirahat dulu. “Brina, ingat kalau kamu juga sedang hamil Nak,” ucap Stella, yang di jawab dengan gelengan kepala oleh Brina.


“Brina akan menunggu di sini, Brina akan menunggu di sini sampai Hanna kembali!” Tegasnya, menolak untuk beristirahat dulu.


“Kalau begitu, ajak Brina duduk di ruang tamu dulu.” Ajak Jenni yang juga ikut berdiri, dan kali ini Brina mau menurutinya.


“Histo, pergi ke kamarmu!” Kini juga terdengar suara Briell yang memberikan perintah kepada menantunya. Dan mau tidak mau Historia menganggukan kepalanya pelan.


“Baik Mah,” sahutnya, tidak berani membantah, karena Suaminya saja takut pada mertuanya, apa lagi dirinya.


“Freya, bawa Lyla juga ke kamar,” pinta Aiden pada istrinya.


“Lyla akan pergi bersama dengan Historia saja Pah, Mah,” sahut Lyla lebih cepat. Dia kali ini ingin bersama dengan Historia, mungkin berbagi cerita sedikit untuk masa depan.


Awalnya Freya terlihat ragu, namun Historia tersenyum dan mendekat ke arah Lyla. “Biar aku saja yang bersama Lyla tante.” Ucapnya, meyakinkan Freya bahwa Lyla akan baik - baik saja bersamannya.


Freya menatap ke arah suaminya, lalu sedikit melirik ke arah Briell yang juga ikut menatapnya. “Baiklah, hati - hati ya.” Balas Freya membiarkan putrinya bersama dengan istri Griffin.


Sedangkan Aiden kini langsung memilih untuk bertemu dengan Brio yang sedang melihat semua Cctv yang ada, sepertinya ada yang tidak beres sampai Brio begitu lama dan membuat Aiden harus menyusulnya.


Sedangkan Alson dan Arnon juga tidak mau diam saja, mereka berinisiatif untuk menyusuri semua Vila - Vila yang ada, pesisir pantai atau apapun yang ada di dekat mereka.


Bisa saja salah satu pemilik Vila ada yang melihat Hanna atau bahkan mereka bekerja sama.


Sedangkan Mario, pastinya kini sibuk menelponin semua anak buah bayangan serta mata - mata tim khususnya juga ikut bergerak.


Ini bukan masalah main - main, Hanna adalah cucu perempuan satu - satunya yang dia miliki. Dan tidak akan pernah dia biarkan seorangpun bisa melukai cucu kesayangannya tidak akan pernah.


To Be Continue. *


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti **🙏🏻🙏🏻 dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘 *


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh **😭😭😭


Terima kasih🙏🏻🙏🏻