The Mejesty It’S Husband

The Mejesty It’S Husband
Hamil



🌹 Happy Reading Bestie 😘


Di sisi lain, Aldo tengah bersama dengan Marina, terlihat duduk bersama di salah satu restoran dekat dengan kantor milik Aldo.


“Tapikan kamu bisa mengarahkan dia menjadi pribadi yang lebih baik lagi, Aldo,” ucap Marina pada mantan juniornya itu.


“Mau diarahkan seperti apa pun, kalau sifatnya dia memang seperti itu, akan tetap sulit, Marina.” Balas Aldo, yang sedikit banyak sudah menceritakan tentang kisa hubungannya bersama dengan Brina.


Marina terdiam sejenak untuk berpikir, setelah tadi bertemu dengan Brina dan melihat sevara langsung sikap Brina yang se enaknya. Membuat Marina paham, apa yang sedang dirasakan oleh Aldo.


“Biar bagaimanapun, ada anak di antara kalian, jadi jangan sampai, hubungan buruk kalian itu mempengaruhi, mental dari anak kalian.” Marina menasehati Aldo, karena merasa bahwa dia telah dewasa, dan lebih dulu merasakan asam, manis dan asinnya sebuah hubungan.


Aldo menganggukan kepalanya pelan, sebagai tanda dia mengerti dengan yang diucapkan oleh garis di hadapannya ini.


“Lalu bagaimana dengan kamu?”tanya Aldo penasaraan.


Marina yang sedang menyeruput minumannya, kini terlihat m nyeritkan keningnya bingung. “Bagaimana denganku? Apanya?” Tanya Marina balik.


“Bukankah, aku dulu mendengar kamu akan menikah? Lalu di mana suamimu sekarang?” Tanya Aldo lagi, membuat wanita di hadapannya itu tersenyum.


“Kami sudah bercerai dua tahun yang lalu, Aldo.” Jelasnya, dengan lirih.


“Kenapa?” Aldo penasaraan, dan ingin sekali mendengar alasan ke duanya bercerai. Karena baginya, tidak mungkin ada kesalahan dari Marina.


Wanita di hadapannya itu, adalah sosok sempurna, tidak mungkin pernikahaannya hancur karena kesalahannya.


Marina termenung sejenak, dirinya mengingat – ingat, apa yang membuat dirinya sampai harus melayangkan gugatan ceriat kepada suaminya.


“Karena tekanan yang terus menerus dia berikan, sedangkan dia tidak pernah melihat ke arahku.” Ungkap Marina dengan begitu santai.


“Dia selalu sibuk dengan pekerjaanya, yang sebenarnya adalah alibi untuk menutupi perselingkuhaanya.” Timpalnya lagi, membuat Aldo yang merasa iba, tidak sadar mengulurkan tanganya untuk mengusap lembut jemari Marina.


“It’s okay, Aldo iam fine, aku bukanlah wanita lemah, kamu tahu itukan?” Marina tahu, bahwa saat ini Aldo tengah menatapnya dengan tatapan kasihan.


“Pria itu adalah pria bodoh yang sudah berani membuang berlian, demi pecahan kaca di luar sana.” Aldo berucap dengan lembut, membuat Marina hanya bisa membalasnya dengan sebuah senyuman manis.


Aldo terlihat menarik nafasnya dalam, “seandainya aku mendapatkan berlian sepertimu, mungkin aku tidak akan bersama Brina yang tak khayal hanya sebuah pecahan –“


“Pecahan apa?” Sahut suara yang tiba – tiba ada di belakang mereka.


Sontak saja Aldo dan Marina menoleh ke arah sumber suara yang memperlihatkan Sosok Beina di sana.


“Brina, kamu sedang apa di sini?” Tanya Aldo dengan wajag datarnya.


Ya, Brina memang memutuskan untuk mencari sosok Aldo sendiri, setelah dia kesal karena Sudah setengah jam dia menunggu Code tidak kunjung datang mengabarinya.


Brina yang menatap ke duanya dengan tajam, langsung melemparkan sebuah amplop coklat ke wajah Aldo. “Brina apa -apaan kamu?!” Protes Aldo tidak terima dengan tingkah Brina yang tidak sopan kepadanya.


“Lain kali, kalau mau menjalin hubungan dengan wanita lain! Jangan hamilin orang lain!” Tekan Brina, sebelum akhirnya pergi meninggalkan dua orang yang masih menatapnya dengan bingung.


“Hamil?” Gumam Aldo pelan, tersirat tanda tanya di kepalanya tentang satu kata yang membuatnya hanya bisa diam saja , dan langsung bergerak membuka amplop yang tadi dilemparkan oleh Brina.


Perlahan dia melihat satu persatu foto dan kertas di dalamnya. Sampai Aldo berhasil menemukan salinan diagnosa dokter serta foto kecil USG yang memperlihatkan Janin.


Marina yang tidak sengaja melihatnya, kini tersenyum tipis. “Sepertinya Brina hamil lagi,” ujarnya dengan lembut, membuat Aldo seketika langsung menoleh ke arahnya.


“Kenapa? Kamu tidak suka juka Brina hamil lagi?” Tanya Marina bingung, ketika melihat ekspresi datar dari pria itu.


Aldo menggelengkan kepalanya pelan, dia hanya bingung bagaimana menaggapinya sekarang. “Jangan ragu seperti itu, Aldo,” tegur Marina lagi.


Wanita itu, seakan tahu apa yang ada di dalam pikiran Aldo, semburat keraguan itu, sangat terlihat jelas di ke dua mata pria itu.


“Aku tidak ragu, aku juga tahu, bahwa Brina mengandung anak ku, bukan anak orang lain.” Sahut Aldo kesal.


“Aku juga tidak mengatakan kamu ragu dengan janin Brina,” balas Marina dengan cepat.


“Aku hanya mengatakan, kamu jangan ragu, ketika kamu akan mengambil keputusan, untuk menikahi Gabrina. That’s only.” Jelas Marina lagi.


Aldo menggelengkan kepalanya yang mulai pusing. Dia merasa tidak enak, karena berpikir Marina memandang buruk terhadap Gabrina. “Maafkan aku, Marina, aku hanya sedang pusing saat ini.”


Marina tersenyum, karena dia sudah mengerti dari awal bagaimana hubungan antara ke duanya. Apa lagi di saat Aldo mengatakan bahwa dia tidak akan menikahi Brina, karena suatu alasan. Membuat Marina yakin, bahwa Aldo saat ini Harus memikirkan lagi keputusan itu.


“Aku siap jadi pendengar dan pemberi saran terbaik jika kamu membutuhkannya.” Kata Marina dengan serius.


Aldo menatap Marina dengan tatapan tulus yang mendalam. “Terima kasih, Marina.” Ungkapnya tulus, dengan tangan yang kembali tergerak mengusap lembut jemari wanita itu.


“Sama- sama, Mister Aldo.” Jawab Marina dengan ramah.


Aldo berpikir, bahwa dia akan segera mengambil keputusan atas masalah ini, dan harus membicarakannya dengan Gabrina nanti, setelah keadaanya mulai meredah.


To Be Continue.


Hey Teman - Teman, jangan lupa ya, untuk, Like, Komen, Vote dan Hadiahnya untuk Karya Mimin ini. Agar mimin lebih semangat lagi untuk updatenya.


Dan Jangan lupa juga untuk mampir ke karya mimin yang lainnya ya.


Terima Kasih.