The Mejesty It’S Husband

The Mejesty It’S Husband
Penyambutaan Yang Tak Sesuai



🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


“Mereka?” Gumam Historia, membuat Griffin dan yang lainnya menoleh melihat ke arah pintu masuk.


“Welcome home sayang,” sambut Mario, memberikan Michel pada Vita terlebih dahulu, lalu menyambut anak sulungnya yang baru saja datang.


“Thank you Daddy.” Balas Briell, menyambut pelukan Daddnya, tidak terkecuali Eden yang juga ikut menyambut Albert dan Briell yang baru saja datang.


“Welcom home sayang, welcom kembali ke dunia ini.” Sambut Eden lalu memeluk Albert, sembari menunggu antrian dirinya memeluk putri kesayanganya.


Brio terlihat terkejut melihat sosok yang mirip dengan kakaknya itu, namun tidak dengan Brina yang tadi sudah di beri tahu oleh Mommynya tentang kedatanganan kakak pertamanya.


“Dia siapa sayang?” Tanya Vita pada suaminya, apa lagi dia melihat suaminya bengonh seperti itu.


“Di - dia -dia,” Brio menjawabnya dengan terbata - bata, lalu dia menoleh ke arah Griffin yang terlihatnya hanya duduk dengan santai, dan tidak ada respon apa pun.


Begitupun juga dengan Aldo dan L’Arc yang sama - sama menatap kedekatan mereka yang menyambut keluarga baru mereka.


Brina mendekat ke arah Aldo, “berdiri!” Perintahnya pada suaminya, dan mau tidak mau Aldo berdiri mengikuti permintaan istrinya.


Lalu Brina kembali mendekat ke arah Griffin keponakannya. “Berdiri! Dan sambut orang tuamu!” Perintahnya pada ponakannya.


Inilah yang Brina sukain, tidak ada lagi rasa takut atau khawatir dirinya jika akan memerintah Griffin, karena sudah ada pawangnya di depan sana.


Historia melihat suaminya yang sepertinya tidak tahu mau berdiri atau tetap duduk. Griffin menggaruk kepalanya bingung. “Ahhh sebenarnya aku tidak menyukai situasi ini.” Gumam Griffin, merasa jika dirinya saat ini sedang merasa canggung pada situasi ini.


“Ehmmm, aunty, berikan Griffin waktu untuk bersosialisasi dengan keadaan ini.”’pinta Historia pada Brina.


“Baiklah.” Balas Brina, lalu dia beralih juga ikut menyambut kakaknya itu.


“Kak Briell,” panggil Brina, membuat Briell menoleh dan melihat asing pada Brina.


“Kamu?” Tanyanya lalu Eden tersenyum menanggapinya.


“Dia adalah Brina, adik kamu, yang itu Brio.” Jawab Eden, menunjuk Brio yang berada di samping suaminya.


Briell tersenyum, lalu memeluk tubuh Brina. “Huwaaa sudah besar ya kamu.” Ucapnya membuat Brina tersenyum.


“Sudah ding kak, bahkan aku sudah punya suami dan anak.” Balas Brina, dengan menatap ke arah Aldo yang sedang berdiri di belakang kakaknya.


Briell tersenyum, lalu menoleh ke belakang melihat Aldo yang sedang tersenyum ke arahnya. “Wahhhh, wahhh, kakak sudah punya keponakan berapa nih?” Tanyanya pada Brina.


“Calon tiga kak, karena Brina sedang hamil lagi.” Jawab Brina, sembari mengusap perutnya yang masih rata.


Briell tersenyum, lalu ikut mengusap perut adiknya, “lalu Brio?” Tanya Briell, menoleh ke arah adik laki - lakinya.


“Dia anaknya kak Alson kak,” suara Brina lebih dulu memotong kalimat Brio, membuat Brio menoleh dan menatap adiknya secara tajam.


“Ha?” Briell yang terkejut, langsung menampilkan wajah jahatnya.


“Brio,” panggilnya dan kali ini suaranya sudah terdengar sangat berat.


“Brio, beraninya kamu menikahi keponakanmu sendiri.” Timpalnya lagi, membuat Brio langsunh kringat dingin.


“Eh, kakak, kakak, tidak, bukan begitu kak.”


“Apa kabar kamu?” Suara Albert lebih terdengar ketika dia sedang menyapa putranya yang sejak tadi hanya duduk saja, tanpa ada sedikitpun niat untuk menyambutnya.


Sontak yang lainnya terdiam, dan menoleh ke arah Griffin dan Albert, tak terkecuali dengan Briell yang kini juga ikut diam dan mendekati suaminya.


“Griffin,” panggil Briell, membuat Griffin semakin terpojok dan tidak tahu harus berkata seperti apa.


“Hemm, sayang, kamu laparkan, kamu mau makan apa? Biar aku ambilkan?” Tanya Griffin pada istrinya, lalu dia berdiri dan bertujuan untuk melangkahkan kakinya ke meja makan.


Briell menghela nafasnya, lalu berkacak pinggang. “Apakah begini caramu menyambut ke dua orang tuamu?” Tanya Briell, namun Albert menghalangi istrinya, agar tidak ketus pada putra mereka.


“Jangan bicara dengan seperti itu! Griffin jadi terganggu!” Tegas Historia membuat Briell menoleh ke arahnya.


“Kamu -?”


Griffin menghentikan langkahnya lalu dia kembali menggaruk kepalanya, dia merasa bingung bagaimana cara menyambut orang tuanya.


“Haiii, Mamah, hai papah, welcom home, selamat datang.” Sapanya pada Albert dan Briell. Membuat Briell dan Albert menatapnya dengan bingung.


Griffin merasa tidak suka dengan keadaan ini, dia memang sudah lama tidak tahu caranya berbasa basi dengan orang lain. Membuat dirinya merasa ingin sekali pergi menenggelamkan dirinya ke laut saja dari pada harus menyambut mereka.


To Be Continue. *


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti **🙏🏻🙏🏻 dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎


*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘 *


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh **😭😭😭


Terima kasih🙏🏻🙏🏻